
" Gimana kondisi Mama sekarang??" Tanya lembut seorang perempuan mengagetkan Arsen yang sedang menunduk melamun di bangku tunggu rumah sakit,
Ia menahan dirinya untuk tetap terlihat tenang meskipun dalam hatinya ia begitu mengkhawatirkan wanita paruh baya itu ..
" Manda ... Akhirnya kamu dateng juga " Arsen langsung berdiri dan menggenggam tangan Manda
" Terima kasih " Imbuhnya lagi sambil memeluk perempuan itu
" Arsen " Ucap Manda menahan tubuh Arsen yang hampir memeluk nya, Wajah pucat dengan penampilan yang berantakan jelas terlihat dari sosok lelaki itu dengan sorot mata yang penuh kesedihan dan putus asa .
Sesaat Arsen terdiam, hingga ia melihat sosok tinggi tegap yang berjalan ke arah mereka ..
" Jaga sikap kamu , Saya mengizinkan dia datang karena Mama mu " Tegas Rey memberi peringatan
" Ayo masuk, Kamu minta kesini untuk menjenguk ibunya bukan !!" Manda hanya menghela nafas sambil menerima uluran tangan suaminya, Melirik Arsen sekilas kemudian berjalan masuk .
Ia memang seharusnya berterima kasih kepada Rayyen karena suaminya itu akhirnya mengizinkan dia untuk menjenguk Mama Arsen, Meskipun kedatangan mereka ke rumah sakit ini memang untuk memeriksa kandungan Manda.
" Mantu Mama, kamu dateng juga Nak " Ucap Mama Arsen yang terkulai lemas diatas brangkar rumah sakit..
" Mama ... Udah Mama tidur aja " Cegah Manda karena Mama Arsen yang memaksakan dirinya untuk bangun.
" Mama , Cepet sembuh yah " Imbuhnya lagi sambil mencium tangan wanita itu, Namun Mama Arsen langsung menarik Manda dan memeluk nya begitu erat..
" Mama akan sembuh kalo kamu memang jadi mantu Mama " Pinta nya sambil bercucuran air mata
" Ma, Manda gak perlu jadi Mantu Mama, Kan Manda udah jadi anak Mama " Bujuk Manda memberhentikan tangis Mama Arsen ..
" Tante, Semoga cepat Sehat yah " Tiba-tiba Rayyen menyodorkan tangannya untuk menyalami Mama Arsen .. Untuk beberapa saat Mama Arsen diam, Menatap lelaki yang memiliki ketampanan melebihi putra nya .. Tatapan lekat seolah mencari celah akan kesempurnaan pria di hadapan nya ..
Mama Arsen menerima tangan Rey meskipun dia memalingkan wajahnya karena merasa putranya sepuluh persen kalah dalam hal ketampanan dan karismatik..
" Terimakasih sudah menjenguk saya" Ketusnya Mama Arsen ..
Manda hanya melirik Rey dan tertawa kecil melihat suaminya yang di perlakukan seperti itu ..
" Jangan meledek seperti itu Me, Ngadepin emak-emak emang merepotkan " Bisik Rey pada Istri nya ..
" Nanti kamu jangan kaya gitu ya, "
Mendapatkan ledekan seperti itu, Manda pun memalingkan wajahnya kesal .
Cukup lama obrolan itu berlangsung hingga akhirnya Rayyen memilih untuk keluar dari ruangan tersebut..
__ADS_1
" Seperti nya Mama kamu sudah langsung sembuh" Ucap Rey sambil duduk disebelah Arsen ..
Arsen diam tanpa berniat mengucapkan apapun
" Dulu, Ibu saya juga sama seperti itu. Pura-pura sakit agar bisa mendapatkan simpati dari Manda ... Tapi untung lah permintaan nya jadi kenyataan karena saya bisa menikahi perempuan itu " Rey tersenyum kecil kala mengingat bagaimana Mama Indri begitu mengharapkan Manda menjadi menantu nya dulu ..
" Kamu mungkin berfikir aku pria yang beruntung karena memiliki nya, ternyata lebih dari itu, Aku Sangat sangat beruntung . Tetapi Sayangnya kamu hanya melihat itu, tanpa tahu kan bagaimana saya bertahun-tahun memperjuangkan nya, hingga satu titik saya memilih untuk melepaskan karena dia yang begitu sulit untuk digapai, Namun ternyata tuhan malah mempersatukan kami " Rey menepuk bahu pria yang duduk disebelahnya itu ..
" Dia ditakdirkan untuk saya, dan saya yakin selamanya dia memang untuk saya .. Jadi, Berhenti mengejar cinta nya karena jika cinta itu memang ditakdirkan untuk mu maka ia akan kembali padamu.. Jika kamu bilang Cinta itu butuh perjuangan, Maka perjuangan kamu sudah selesai dan sekarang waktunya kamu untuk berhenti.. Ikhlaskan dia dan cari perempuan lain yang bisa menjadi pendamping hidup mu, perempuan itu pasti ada dan ketika kamu menemukan perempuan yang Tuhan kirimkan itu kamu pasti akan sangat bersyukur "
" CK !! " dengus Arsen kesal
" Apa anda sedang membanggakan diri anda ??, Aku bukan pria pecundang yang menyerah begitu saja akan cinta ku " Balas Arsen,
" Lalu apa aku harus bersaing dengan mu ?" tanya Rey tegas, Ia menggeleng heran akan pria disampingnya yang seolah menantang nya untuk bersaing mendapatkan istri nya sendiri..
" Jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan Manda , Karena pria pecundang tidak pernah pantas untuk berlian.. Ingat itu !!" Bisik Rey tegas sambil menepuk bahu pria itu ..
Ia segera mengakhiri obrolannya Ketika melihat Manda yang berjalan keluar ruangan ..
" Kamu udah selesai sayang??" tanya Rey begitu lembut, Ia langsung menghampiri Manda dan mengusap kepala perempuan itu .
" Ayo kita pergi, Dokter Nesya pasti udah nungguin" Ajak Rey sambil menggandeng pergi Istri nya
Tiba-tiba sebuah pukulan yang begitu keras Rayyen terima secara mendadak ... Pria itu langsung tersungkur dengan darah segar yang mengalir ..
" Akhhh......." Teriak Manda kaget melihat suaminya
" Suami mu pecundang sebenarnya" Tegas Arsen pada Manda.. Manda langsung melotot tajam akan tingkah emosional Arsen yang baru ia lihat ...
" Hanya pecundang yang ingin merebut milik orang lain " Jawab Rey, Mencoba bangkit..
Namun ternyata pukulan itu lumayan membuat dia begitu meringis kesakitan
" Stop ... Berhenti Arsen !!!" Teriak Manda tegas, Menahan kembali serangan yang akan Arsen berikan pada suaminya ...
" Dia yang mulai Manda ,,, " Bela Arsen yang masih begitu kesal . Sementara Rey tertawa meledak di belakang tubuh istri nya . Ia begitu faham kalo Arsen takkan berani berbuat apapun pada Istri nya ...
" Cuih ... "
" Pria macam apa yang hanya bisa berlindung di balik tubuh istrinya " Ledek Arsen
" Arsen !!, Jaga ucapan kamu ... Mas Rey suami ku dan aku begitu menghormati nya .. "
__ADS_1
" Dia gak pantas untuk kamu Manda, Dia lelaki ba ji ngan !!"
Plak ....
Sebuah tamparan keras Arsen terima tepat di pipinya, Tangan halus yang selalu ia genggam kala mencari kekuatan kini malah menghancurkan perasaan nya berkeping-keping, Manda tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi antara suaminya dan Arsen ... Kalimat apa yang sudah Rey ucapkan sehingga Arsen semurka ini ...
" Pria ba ji Ngan itu kamu, Karena Terus mengejar ekspetasi yang tak pernah jadi realita ... Aku istri nya dan aku begitu mencintai suamiku, Aku akan melindungi nya dari apapun termasuk dari pria seperti kamu, Yang tak tahu kata terima kasih "
" Tapi Manda-" Sela Arsen
" Pergi dari hidupku, Ini terakhir kalinya kita bertemu, Karena setelah ini Jangan pernah lagi muncul dihadapan ku .. Meskipun kita berpapasan, diamlah dan anggaplah aku orang lain yang tak harus kamu sapa " Ucap Manda panjang lebar ..
Melihat sikap Arsen, Begitu menyakiti perasaan nya ..
Rayyen yang begitu amat baik karena mengerti akan kondisi nya sehingga pria itu mengizinkan nya untuk menemui Mama Arsen, Namun apa yang dilakukan Arsen tadi begitu amat memalukan... Pria itu sungguh tak tahu diri, Fikir Manda yang diliputi kemarahan.
" Manda jangan begini" Mohon Arsen mencoba memegang tangan Manda
" Mas , Kamu gak apa-apa kan .. " wajah khawatir Manda kembali membuat Arsen terluka .. perempuan itu langsung menghampiri suaminya..
" Maafin aku Mas , karena aku kamu begini " Tangis Manda malah pecah, Perasaan bersalah menyerukan dalam hatinya..
Perempuan itu langsung memeluk erat tubuh suaminya...
" Manda " Panggil Arsen
" Pergi !!! " Titah Manda kembali dengan suara tegas memberi perintah.
" Pelan - pelan Mee " Ucap Rey sambil menahan suara ringisan, Sontak Manda langsung menarik tangan nya agar tidak mengusap bibir Rey yang berdarah
" Cium ,, Pasti langsung sembuh" titah Rey tak ingin terbantahkan, Ia sedang menunjukan bagaimana intimnya hubungan mereka pada Arsen ..
Untunglah mereka berada di ruangan fasilitas VVIP, dimana tidak ada orang yang hilir mudik... lorong itu begitu sepi dari penunggu pasien lain selain mereka bertiga ..
.
.
.
.
.
__ADS_1