
" Daebak....Daebak..... Serius Parah sih ini kata gwe" Manda menggelengkan kepalanya dengan tepukan tangan pelan.
" Bantuin gwe lah, Please .." Mohon Indira mengguncangkan lengan Manda, Merasa bingung dengan apa yang baru terjadi dengan hubungan nya bersama Ghani...
" Gila Lo, Kegef ciuman sama pacar lho Sampe berapa kali?, empat atau lima sih tadi?" Ucap Manda sedikit berteriak tak percaya
" Tujuh" Jawab Indira lemas
" Fix. Minggu ini lho emang harus nikah. setuju gwe sama Bokap lho. dari pada keburu kawin, urusannya bisa lebih gawat, Indira..... " Manda menekan ucapan nama Indira. Ia menunjuk kening indira dengan jari telunjuk nya ..
"Masa sih gwe kawin Minggu depan" Indira bergidik ngeri kala membayangkan dirinya yang menikah dalam waktu yang mendadak, Seketika ia menggeleng kepalanya cepat
" Nikah Indira, Nikah.....Bukan kawin" Ralat Manda
" Ya udah terus gimana dong? tanya Indira kembali dengan wajah yang semakin bingung
"Ya udah nikahlah Sono" Jawab Manda santai, Ucapannya itu langsung mendapat tatapan tajam dari Indira
" Menurut gwe sih, Iya in ajalah dari pada ntar Lo kebablasan tekdung, Lagian si Ghani juga serius itu, dia sanggupin permintaan Bokap Lo Minggu depan bawa anak orang ke KUA, Nah sekarang tinggal elu nya, masalah nya apa?, kaya gwe dulu yang bimbang atau gimana?" Manda menatap Indira serius,
" Sorry Say, Kita beda kasus. Kalo elu sih karena ada gandengan baru"
" Ah bener juga sih, Masa ragu begitu sampe ci po kan" Manda mengangkat bahunya acuh
" Sialan lho, kagak usah disebutin permasalahan nya juga bego" Tegas Indira, Ia memukul Manda dengan sebuah bantal yang tergeletak di kasur . Menurut nya obrolan Manda semakin mirip dengan sepupu nya itu yang tidak bisa memfilter kata
" Ya terus apa!, Untung elo ke gef masih tahap situ, kalo udah saling men desah kan Laen cerita, bisa-bisa detik itu juga lho di seret ke KUA" ucap Manda dengan sentakan kesal, Ia tidak habis fikir kenapa sahabat merangkap saudara sepupunya itu bisa melakukan aksi gila dengan berciuman dengan kekasihnya, di apartemen nya di Surabaya dan sudah beberapa kali pula perbuatan itu diketahui oleh sang ayah.. Sesaat Indira terdiam kaget, Ternyata Manda sudah banyak berubah, Ia mulai menunjukkan kesangarannya seorang ibu-ibu hamil ...
" Eeiitttsss... Jangan sembarang Lo, gini-gini gwe masih ori yah" Jawab Indira bangga
" Apa nya yang ori, bibir lo udah gak perawan sebelum waktunya"
__ADS_1
" HEH, gwe cuma ciuman Manda, bukan maen-"
" Oh Oke" Potong Manda cepat
" Jadi?" Indira semakin dibuat gemas, Tangannya sudah gatal sekali ingin menoyor kepala Manda, tapi hal itu tidak mungkin ia lakukan mengingat bagaimana kalo kakak sepupu nya itu tau, bisa habis dia kena amukan tak berujung..
" Terima Nasib lah, Tuhan tuh masih sayang tau sama elu makanya sebelum tekdung di halalin dulu. Udah Elu gak usah khawatir apalagi takut, Nikah itu gak seburuk yang elu fikirin. Gwe pasti selalu ada buat lho."
" Emang iya, gwe sih emang mikir enak-enak nya"jawab Indira enteng dengan tawanya
" Somplak emang lhu"
" Gwe tuh cuma belum siap aja kalo harus minggu depan, Kayanya vibes nya gak dapet gitu. Persiapan nya Woy pasti gak maksimal" Indira mulai berbicara serius, Ia sebenarnya merasa frustasi dengan keputusan orang tuanya, Apalagi pacarnya itu langsung setuju dengan permintaan orang tuanya..
" Ah bilang dong dari tadi, Soal persiapan pernikahan toh masalah nya. Udah tenang aja, Ntar gwe bantu masalahnya pasti beres" Ucap Manda membanggakan dirinya, Memang soal koneksi, Manda sudah tidak perlu diragukan lagi, Ia juga paling mengerti selera weeding dream sahabatnya itu..
" Ah makasih... Solusi lho emang selalu bisa muasin pertanyaan-pertanyaan gwe, Udah pro sih lu soal muas memuaskan" Ledek Indira
" Yang, bobo yuk..." Ajaknya kemudian kepada Manda, Melihat rengekan suaminya Manda mengangguk sebagai jawaban.
" Mana ada cewek polos bisa bikin anak" Ledek Indira sambil mendengus samar
" Ada, Istri gwe. kan yang mesumnya gwe makanya jadi anak" Rey tertawa karena berhasil menggoda Indira,.
" Tapi gwe, Belum selesai kak..." Sewot Indira tak terima, Ia kemudian menunjukkan wajah memelas nya agar mendapat waktu lebih banyak untuk berbicara dengan Manda..
" Udah entar besok lagi cerita nya" Ucapan itu malah keluar dari mulut Amanda, Ia merasa tak tega melihat wajah lelah Rey yang menahan kantuk, Apalagi seharian ini Rey sudah lelah bekerja....
Ia membawa Indira agar keluar dari kamarnya
" Gwe mau ngelonin kakak sepupu lho dulu" Ucap Manda genit sambil menutup pintu kamar mereka,
__ADS_1
" Kakak Sepupu gue itu suami lho Man-" Teriak Indira langsung terpotong karena Manda lebih dulu menutup pintu kamar mereka dengan agar keras...
" Sialan lho, ....." Umpat Indira yang sangat kesal.. Ia beberapa kali menendang pintu kamar Manda untuk meluapkan kekesalannya itu..
" HAH,... Sahabat gue malah lhu embat kak,, Bisa-bisanya kalian memperlakukan gue kaya gini, orang yang paling berjasa bikin kalian kawin sampe si Manda bunting begitu... " Indira masih terus mengumpat kesal karena perlakuan pasangan mesum itu, Cacian terus keluar dari mulutnya
" Aaahhhh Mas..... Geli...." Teriak Manda manja menahan de sahan, Suara laknat itu dengan jelas terdengar oleh kedua telinga Indira....
" D*MN IT... Bang Sad emang!!" Ucap Indira akhirnya, Ia langsung menuruni tangga sambil menggerutu...
Ia yang baru datang dari Surabaya dengan penerbangan malam langsung pergi ke rumah Rey karena ingin banyak bercerita dengan Manda, tetapi Ia malah disuruh menunggu cukup lama dan sekarang ia harus pulang karena sebuah usiran pula...
.
.
.
.
. Maafkan Author yang sudah telat Update..
Tapi Masih setiakan menunggu cerita lanjutan Manda dan Rey...
Lupakan lah alur cerita nya yang Absurd, tidak menarik dan teu pararuguh ini ...
Mari dengan ikhlas kita nikmati saja ketidak jelasan Novel Author ini ....
Jangan lupa untuk Vote,Like dan komentar nya yang selalu aku tunggu...
Terima kasih 🥰🥰❤️❤️
__ADS_1