Ambisi Cinta Model Cantik

Ambisi Cinta Model Cantik
TAKAN KU BIARKAN KAU MEMILIKI NYA


__ADS_3

Saat ini Manda tengah menjalani serangkaian pemeriksaan, Pagi tadi Ia dibawa ke Rumah Sakit oleh Adi dan Indira. Rey yang sejak tadi hanya menunggu di lobi tidak berani mendekati manda karena Indira yang memintanya untuk menjauh terlebih dahulu dari Manda, Kondisi Manda memang memprihatinkan. Rey tetap saja tidak mau menjauh, Ia mengikuti taxi yang membawa manda ke Rumah Sakit.


beberapa dokter dan perawat langsung menangani Amanda. Ia mendapat Pelayanan yang sangat baik disana, Indira hanya ia yang masuk dan menemani manda. wanita cantik itu masih terlihat syok dengan tatapan mata yang kosong, sekali kali ia menangis, Indira terus memegang tangan manda agar ia bisa lebih tenang. sementara Adi dan Rey mereka sama-sama menunggu diluar, duduk dikursi yang saling berjauhan. Adi beberapa kali menelpon seseorang diseberang sana.


" Morgan, gimana keadaan si Manda?, gwe semalem kefikiran mulu. kasian banget tuh anak, untung semalem kita tolong in. coba kalo nggak bakal nyesel kan lho" Ucap Ridwan menyerahkan handphone amanda yang semalam tertinggal dimobilnya.


" Masih diperiksa dokter, Makasih udah nganterin kesini" ucap Adi.


" Eh lho tuh pacaran gak sih sama tu model?, gwe tanya selalu jawab cuma temen, tapi kalian tuh deket banget"


" Sepertinya dalam waktu dekat, gwe bakal bikin dia jadi pacar gwe bahkan istri gwe"


" Hahha, gak tahan juga ya tiap hari deket cewek cantik tapi gak bisa eksekusi"


" Akkhhh,,, apaan sih ini" seseorang melemparnya dengan sepatu.


" Jaga omongan lho berdua, Manda itu cuma milik gwe" Ucap Rey, ia tidak terima mendengar Adi yang akan mengklaim amanda sebagai miliknya, apalagi ucapan eksekusi yang keluar dari Ridwan.


" Bukan lagi, sekarang lho udah gak punya kesempatan, dan gwe jamin itu. Si alan" Adi kembali melempar sepatu yang tadi mengenai punggungnya.

__ADS_1


" Udah lah gwe cabut, hawa nya udah mulai panas nih, Morgan ntar gwe izinin lho sama tuh model" Ucap Ridwan menepuk bahu Adi yang sepertinya akan bersitegang dengan Rey. Ia langsung pergi kembali.


Sementara di Apartemen tampak bi Asih sedang menghubungi orang tua Manda di Bandung. bik Asih berusaha tenang ketika panggilan itu terhubung.


" Bu, Non Manda sedang sakit. dari semalam terus manggil nama ibu sama bapak," ucap bik asih berbohong,Ia tidak mau orang tua amanda menjadi panik


" Bibik kaya gak tau Manda aja, dia kan kalo lagi sakit pasti manjanya kumat, harus selalu saya yang mengurus. tidak apa-apa bik manda paling kecapean, suruh dia banyak istirahat terus minum obat. Paling nanti sore saya kesananya" ucap Ibu Amanda di seberang telepon. baginya memang tidak asing saat mengetahui manda sakit pasti akan mencari dirinya.


" tapi bu. saya sudah kasih obat demamnya masih tinggi. kasian bu non Manda" bik asih terus meyakinkan wanita itu, kalo mereka harus datang sekarang juga.


" Ya sudah bik, Saya kesana sekarang. Manda tuh emang kalo mau apa-apa tidak bisa nanti"


Bik asih bisa sedikit lega setidaknya mereka bisa melihat sendiri kondisi anaknya.


" Udah ayo, kita harus makan biar bisa jaga Anya, sekarang dia butuh kita" ajakan Adi datar dengan menepuk bahu Rey yang hanya diam saja. setidaknya Adi masih berfikir normal ia tidak mau tubuhnya menjadi sakit yang mengakibatkan ia tidak bisa menjaga manda dengan baik. Adi mulai berjalan ke arah kantin rumah sakit yang mulai ramai karena sudah hampir jam makan siang, ternyata Rey mengikuti anjurannya, ia berjalan dibelakang Adi yang pergi ke kantin.


" Pesen sepuasmu, aku yang akan bayar" Adi akhirnya memesan dua porsi ayam goreng kremes dan dua es jeruk, tentu saja ia memesankan untuk Rey juga karena orang itu hanya diam. tidak lama Rey langsung pergi, ia bahkan tidak menghabiskan makan siang nya


"terima kasih" Rey pergi dengan meninggalkan uang seratus ribuan.

__ADS_1


" Lho emang Gi La Rey, Cinta lho sma Anya bikin lho gak waras" Adi hanya menggeleng kepalanya melihat sisi lain dari seorang CEO yang sangat dihormati.


Indira keluar dari kamar Amanda berbarengan dengan Rey yang berjalan dari arah kantin.


" Kak, lho dari kantin yah, baguslah lho masih inget makan" ucapan indira terjeda, ia melihat ke beberapa arah memastikan tidak ada yang mendengar ucapan mereka.


" Kak, ada yang mau gwe tanya sama lho, lho ada masalah apasih sama manda? dia tuh terus manggil nama lho dia bilang lho jahat, lho udah khianati dia, bener kak?" indira mulai cemas, ia takut apa yang menimpa manda ada hubungannya dengan Rey.


" Jawab kak, dia tuh nangis mulu . gwe kan jadi bingung" Rey pun menceritakan semuanya, tentang kejadian semalem yang ia lakukan pada manda.


" Akkhhh sakit" Rey langsung meringis karena Indira menginjak kakinya sekuat tenaga


" gak ngotak banget sih lho kak, tega banget lho. seenak jidat lho bertingkah ceroboh kaya semalem. coba kalo semalem si Adi itu gak dateng, gak kebayang gwe gimana jadinya si manda. benar-benar lho pengecut tau gak, heran gwe sama lho. selamat yah kayanya karena kelakuan kakak semalem kakak bakalan kehilangan amanda beneran" Indira merasa kesal dengan apa yang di ceritakan Rey. ia bahkan beberapa kali meluapkan emosi nya dengan menginjak kaki rey.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2