Ambisi Cinta Model Cantik

Ambisi Cinta Model Cantik
LEBIH DARI SEKEDAR CANTIK


__ADS_3

Ada sebuah ungkapan yang mengatakan jika surga ada di bawah telapak kaki seorang ibu ....


Aku mulai memahami ungkapan itu dengan begitu dalam, Bagaimana dahulu Bunda memperjuangkan kehadiran ku ke bumi ini, Setelah aku sendiri berada dalam posisi itu ..


Maka kini, Giliran aku yang berjuang menghadirkan mahkluk kecil yang selalu aku dan Mas Rey dambakan.. Kehadiran nya yang selalu kami nantikan bahkan setiap malam aku selalu berdebat dengan Mas Rey akan bayi kami akan se menggemaskan apa dia nanti ... Membayangkan saja selalu berhasil membuat aku takjub, Kuasa Tuhan Sungguh luar biasa karena menghadirkan sebuah kehidupan dalam rahim ku ... Terimakasih Tuhan, Atas kepercayaan nya , Untuk kedua kalinya..


" Aku gak apa-apa Mas " Ucap ku yang melihat bagaimana Mas Rey begitu khawatir akan keadaan ku saat ini ...


" Terimakasih karena selalu jadi wanita kuat untuk Mas " Jawab nya dengan kecupan di keningku ...


Aku hanya mampu mengangguk disela ringisan akan perut ku yang semakin lama semakin terasa sakit..


" Hhhuuuuuuhhhhhh..... Hhhuuuuuuhhhhhh....."


Dengan nafas yang rasanya semakin tercekat aku terus berusaha mengatur deru nafasku. Sambil terus berharap sebuah kekuatan besar dari tangan Mas Rey yang terus menggenggam ku ... Sorot matanya jelas terlihat kalo dia begitu amat ketakutan melihat kondisi ku saat ini ...


" Mas.. Sakit..." Lirihku pada Mas Rey. Ya Tuhan, Ternyata rasa sakit ini begitu hebat.. Aku bahkan sampai meneteskan air mata dengan banyak nya peluh yang keluar dari tubuhku.... Mas Rey, Dia tetep berada disamping ku, Mengelus kepala ku dan terus memberi dukungan nya ..


" Iya sayang Mas tau, Bertahan yah demi anak kita" Ucap Mas Rey mencoba menenangkan ku, Padahal jelas terlihat, kalo dia saja sedang tidak tenang saat ini .. Dokter terus memberikan perintah agar aku lebih berusaha lagi mengeluarkan bayi kami, dalam beberapa hitungan.. Namun ternyata beberapa kali aku mencoba beberapa kali pula aku gagal...


Ayo, Manda .. Kita akhiri perjuangan ini ..


" Mas, .... Aku lelah " Sebenarnya tak ingin aku berkeluh seperti itu pada Mas Rey, Aku tidak tahan melihat dia begitu amat cemas.. Namun, Sungguh, Ternyata aku pun tak sekuat itu untuk memendamnya sendiri...


Aku merasa ingin menyerah di detik-detik ini, Detik penentu akan keberhasilan ku sebagai seorang ibu..


Tenaga ku sudah banyak terkuras, tubuh ku sudah begitu lemah . Rasanya aku ingin segera tidur dalam dekapan Mas Rey seperti setiap malam yang biasa kami lalui. tertidur dalam pelukannya menjadi tempat ternyaman disaat seperti ini ...


" Mee .. Ayo.... Kamu pasti kuat ... " pendengaran ku samar-samar menangkap banyak suara yang meminta ku agar bangun dan kembali berjuang..


Dalam bayangan penglihatan, Ku lihat Mas Rey mulai menitikan air matanya...


Mas, Jangan menangis, Aku gak sanggup liat kamu begini ..


" Sayang .... Bangun ... " Teriak Mas Rey yang terdengar semakin panik, Mas Jangan seperti itu, Aku hanya ingin tidur tenang sebentar saja ...


Namun, Tiba-tiba.. Aku mulai tak bisa mengendalikan semua nya ... Penglihatan ku, pendengaran ku malah terus memutar banyak kejadian dari masa lalu ....

__ADS_1


" Hhikkksss...Hiiikkkksss....Hhwaaa.... Bunda .... Kak Angga Jahat...Dia ngambil coklat ku ... " Anak kecil itu, bukankah itu aku .. kenapa aku bisa melihat kejadian itu, Melihat diriku yang dulu pernah menangis karena kak Angga ....


" Sudah tidak apa-apa, Kita beli lagi ya coklat nya " Bunda, Manda disini ... Bunda jangan pergi ...


Kenapa bunda tidak menghiraukan aku. .


" Amanda, Aku antar kamu pulang??" Mas Rey, Kenapa Mas Rey berbicara seperti itu, Bukannya kita tinggal bersama..


" Manda, Kak Rey sengaja jemput kamu ke kampus...Masa kamu tolak sih " Indira, Kamu sedang apa disini .. Bukankah kamu di Surabaya..


" Sayang.... " Mas ....Kamu kenapa??, Kenapa kamu berteriak terus ... Aku disini ... Mas.... Kenapa aku tidak bisa bergerak .... Mas .... teriakku berusaha bangun , Mas Rey......


" Syukurlah, Bunda sudah siuman.." Kenapa tiba-tiba ada dokter Nesya disini, .. Ahhhh... Ya Tuhan .... Bukan kah aku sedang dirumah sakit...


" Ternyata Ciuman Pak Rayyen beneran ampuh juga" Mas Rey, Dia masih terlihat cemas, tetapi kali ini ia tersenyum bahagia dengan sedikit kedipan menggoda... Ah apa tadi, Ciuman..


" Istri saya memang seperti itu dok, Selalu bangun kalo sudah dikasih suntikan dulu "


Dasar kamu Mas, Masih saja mesum nya dibawa sampai disini ... lihat dokter sama perawat nya sampai tersenyum begitu ..


" Terimakasih sudah bertahan dalam situasi tersulit, Terimakasih...." Bisik Mas Rey yang kembali mencium bibirku .. Ciuman dengan ******* yang setika membuat aku jadi berfikir, Ya Tuhan, Terimakasih karena telah menjodohkan aku dengan pria seperti Mas Rey, Sungguh dia pria yang paling terbaik .. Yang selalu mampu membuat aku tersenyum dalam berbagai situasi... selalu memberikan dukungan penuh padaku.. Dia sungguh suami siaga, suami idaman plus suami mesum .. Hahhaha..


" Silahkan dilanjutkan dikasih vitamin nya, Kami permisi dulu " pamit dokter sambil keluar..


" Mas ... Gimana anak kita, Ada dimana dia sekarang,.Dia baik-baik aja kan??" Seketika aku tersentak kaget mengingat kejadian itu ....


Aku belum berhasil membuat dia hadir ditengah-tengah kami,


" Ssttt... Dia baik-baik aja, Anak kita ada di ruang perawatan bayi " Ucap Mas Rey yang malah berbaring disebelah ku, Jelas terlihat lingkaran hitam di sekitar matanya, Kenapa aku baru menyadari nya sekarang kalo Mas Rey pun pasti merasa lelah ..


" Kamu bikin Mas Takut Mee, Mas Fikir Mas akan kehilangan kamu dan anak kita secara bersamaan.. detik itu Dunia Mas seketika berhenti dan hidup Mas seketika ikut hancur, Lihat kamu yang tiba-tiba pingsan di detik terakhir anak kita lahir .. Mas Sungguh takut Mee... " Mas Rey malah menangis sambil memeluk tubuhku erat .. Apa yang sebenarnya terjadi padaku .. Ada apa ini,?


" Mas ada apa ini?, Mas bikin aku bingung?, Lalu bagaimana dengan anak kita " Tanyaku yang dibuat penasaran sekaligus takut mendengar perkataan Mas Rey barusan.


" Kamu tahu, kamu pingsan ketika bayi kita sedang berjuang untuk keluar, ?" Mas Rey malah diam dan menatap ku sedih ..


" Tetapi syukurlah, Tuhan ternyata masih mencintai Mas , karena bayi kita sudah membuka jalan keluar nya di detik terakhir kamu mulai pingsan, sehingga dokter bisa menarik nya keluar ... Tuhan masih mengizinkan Mas untuk bersama kalian ..." Mas Rey tersenyum, Sambil terus memeluk ku erat .....Ya Tuhan, Apa suara tangisan itu sebenarnya suara anak kami ...

__ADS_1


" Sekarang anak kita ada di ruang perawatan bayi, Dia Sehat, Dan tampan kaya Papa nya " Jelas Mas Rey senang. Mas , Kamu memang tampan dan begitu percaya diri mengakui ketampanan kamu ...


" Anak kita laki-laki Mas ?" Tanya ku antusias yang mendapatkan anggukan yakin dari Mas Rey .. Kita memang sepakat untuk tidak mengetahui soal jenis kelamin anak kami ..


" Aku pengen liat dia Mas "


" Iya nanti, Setelah Mas puas peluk kamu dulu, " Aku mengangguk mengerti bagaimana perasaan Mas Rey saat ini .. Dia pasti begitu takut akan kejadian tadi..


" Setiap saat kamu itu selalu terlihat cantik di mata Mas, Tetapi malam ini, Cantiknya kamu berbeda dari yang biasa Mas lihat ... Terimakasih sudah mau bertahan untuk Mas dan anak Kita "


" Iya aku tahu kalo aku emang cantik, Makanya dari dulu Mas ngejar aku terus " Ucap ku sambil tersenyum penuh percaya diri ..


Mas Rey tersenyum meledek akan kepercayaan diriku, Tetapi ia tetap mengangguk membenarkan...


" Mas,, "


" Hmmm " Jawab Mas Rey sambil perlahan menutup matanya, Aku hanya menghela nafas perlahan, Sambil berusaha mengelus kepala Mas Rey yang Mendekap ku erat.. Pasti, Rasanya begitu melelahkan juga untuk mu Mas ,


Jam sudah menunjukkan pukul empat dini hari, Itu artinya aku pingsan selama hampir lima jam, Kamu pasti merasa takut Mas, Bahkan aku pun sama ,. Aku takut tak bisa bersamamu lagi menjaga anak kita ...


Terimakasih telah menjadi suami terbaik untuk ku yang masih ngeyel jadi istri kamu ...


Mas Rey, Dari hari ke hari usia kandungan ku bertambah, dia memang semakin overprotektif padaku, Dia begitu menjaga ku segenap jiwanya..


Dia selalu memberikan yang terbaik untukku dan anak kami. Aku ingat suatu pagi aku cerita, Kalo Cheesecake buatan Mama Miya enak banget ... Aku hanya tersenyum dengan gelengan kepala, saat tiba-tiba Mama Miya datang dengan banyak Cheesecake, saking banyaknya aku sampai bagikan kue itu pada semua penghuni apartemen kami ...


Dan hal itu, makin membuat ku merasa lebih bersyukur lagi ketika semakin dekatnya HPL ku, Setiap jam sekali Mas Rey selalu melakukan panggilan video call untuk memastikan bahwa aku belum ingin melahirkan.. di satu Minggu ini, dia bahkan membawa semua pekerjaan nya ke rumah demi bisa menjagaku .. Hingga di siang kemarin, Aku mulai merasakan sakit yang lama kelamaan semakin terasa, Aku berusaha tenang dan tidak memberitahu Mas Rey, Aku sudah banyak belajar mengenai ini, dan aku tahu kalo ini masih di awal pembukaan kelahiran.. Hingga jam sembilan malam, Aku sudah tak kuat dan memberi tahukan pada Mas Rey yang langsung aku tebak dia pasti akan panik... Ouhh, Tetapi di luar dugaan dengan tenangnya dia membawa ku ke rumah sakit, dia menenangkan ku meskipun aku tahu kalo dia sebenarnya panik juga, Mas Rey menyembunyikan itu semua.. hingga kepanikan itu jelas terlihat saat aku sudah tidak kuat untuk berjuang lagi ...


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2