Ambisi Cinta Model Cantik

Ambisi Cinta Model Cantik
DUA LAMARAN DI RUMAH SAKIT


__ADS_3

Seorang pria hanya bisa melihat dari sebuah kaca, Ia terus menyipitkan matanya ingin melihat lebih jelas keadaan wanita yang ia cintai itu, terlihat manda sedang melakukan terapi dengan seorang psikiater rumah sakit.


Sudah beberapa menit ia terus memperhatikan ke arah dalam ruangan, Ia terlihat nampak cemas wanita itu menyadari kehadirannya.


" Hayooo... Kakak ngintip yah, hhaah"


ucap Indira yang memergoki kakak sepupunya itu.


" Lho ngagetin tau gak, lho ngapain sih disini. udah sana jauh-jauh. Lho nanti malah rusuh jadi ketauan ntr"


" Haha, kangen yah? gimana nyesel gak udah ninggalin manda? dia makin cantik yah, eh emang dari dulu juga udah cantik yah dia" Indira terus menggoda Rey


" Diem lho"


" Lah malah sewot, nyesel gak nyesel lah masa nggk. Ini gimana lee kok mantan manis lee, bikin susah move on terngiang-ngiange, aku jadi gimana gitu ya kan, kita udah putus tapi kok masih sayang... haha" Indira terus menyayikan lagi itu sambil berjalan menuju kamar amanda dimana keluarga nya dan Rey berada.


Bugh..


" Ah sakit kak" Indira mengusap bahunya yang sakit karena tindakan Rey


" Gara-gara lho manda jadi ngeliat ke arah luar, untung gak ketauan juga" Rey mendahului Indira yang malah berhenti berjalan.


Siang ini dua keluarga itu datang untuk pergi menjenguk manda, tapi sayang saat mereka datang, manda baru saja melakukan terapi dan akan menghabiskan banyak waktu.


" Pak saya tahu kalo ini bukan waktu yang tepat apalagi dirumah sakit seperti ini. Tetapi saya sudah lama mengharapkan Amanda menjadi menantu keluarga saya. maafkan saya karena baru bertemu dengan bapak sekarang, saya tidak mau menunda lagi kesempatan ini untuk meminta izin pada bapak secara langsung, saya meminta manda untuk menjadi istri dari anak saya Rayyen.Kalo sekiranya bapak merestui saya akan datang ke bandung untuk melamar secara resmi" ucap pak Ardian.

__ADS_1


" Pak, semua keputusan ada pada manda sepenuhnya. kalo soal restu saya pasti merestui manda dengan pilihannya. siapapun dia orangnya. tapi sejujurnya saya merasa kaget saat manda datang bersama anak bapak waktu itu ke bandung, itu baru pertama kalinya manda membawa seorang laki-laki dan memperkenalkan pada kami. tentu saja kami langsung tau kalo nak Rayyen itu memiliki tempat khusus bagi anak saya. Kalo memang nak Rayyen menginginkan manda, saya hanya minta agar kuat bersabar menghadapi tingkah manda" Pak Rudi memperhatikan Rey yang duduk tidak jauh dari pak Ardian


" Gimana Rey, kamu pasti bisalah. Cinta kan? makanya sabarnya harus kuat" ucap pak Agus, ayah indira.


" Iya siap om " Ucap Rey mantap.


Rey pov


beberapa hari berlalu sejak peristiwa yang membuat ku begitu sangat ketakutan, aku yang emosi dan tidak bisa menahan hasrat ku untuk bisa segera memiliki dia seutuhnya malah membuat keadaan semakin sulit, Apalagi melihat bagaimana kondisi manda saat ini. Indira bahkan terus menahanku agar tidak menemui amanda dulu, baiklah aku lakukan karena aku tidak mau kondisinya malah semakin buruk karena kehadiran ku.


Orangtuanya ku sempat heran saat aku pergi ke rumah indira pagi sekali. Apalagi setelah pulang kondisiku juga buruk, aku bahkan tidak pergi bekerja selama dua hari. Ah penyesalan memang sangat besar. Apalagi mendengar cerita indira kalo Adi temannya itu, sudah mengajukan lamaran pada manda, dia tidak main-main ternyata. Lalu bagaimana dengan ku menemuinya saja aku tidak berani. Apalagi datang melamar.


" Rey, bagaimana hubungan mu dengan Amanda?" ternyata orangtuaku memang masih mengharapkan manda, Aku langsung menjawab dengan yakin kalo aku tidak mau melepaskannya, aku akan terus berjuang untuk bisa mendapatkan nya


" Perjuangkan dia kalo kamu yakin bisa, Papah akan dukung keputusan kamu ini. Tapi bagaimana dengan Maya"


Flashback on


" Maya, Apa papah sudah bicara sama kamu soal hubungan kita" tanya Rey to the points


mereka saat ini berada disebuah restoran salah satu mall di Jakarta


" Ah iya, om Ardi udah bilang sama aku, dan aku.." ucapan itu malah terpotong


" Maya, maafkan aku. tapi aku tidak bisa memiliki hubungan denganmu kecuali hubungan teman dan itu tidak akan berubah. Aku sangat mencintai manda, dan aku akan tetap mempertahankannya. aku percaya dia akan menjadi istri yang sempurna untuk ku"

__ADS_1


" Tapi Rey, Tidak bisakah kita mencoba?, Kalian kan sudah putus. lagipula kenapa kamu terus mengharapkannya, dia itu wanita Ambisius. buktinya dia rela ninggalin kamu demi karir modelnya, dia itu pasti sanggup ningalin apapun untuk tujuannya itu"


" Maya jangan buat aku tidak mau berteman dengan mu, dan seperti katamu aku juga bisa ninggalin pertemanan kita demi manda"


" Rey dengerin aku, kamu itu akan cape sendiri punya hubungan sama dia, dia gak akan bisa diharapkan untuk kamu jadikan istri, kamu akan nyesel rey"


" Udahlah May, keputusanku tidak akan berubah" ucap rey, ia mulai tidak tahan saat maya malah terus menjelekan manda


" Kita liat aja Rey, aku yakin suatu hari kamu akan nyesel"


Aku akan terus memperjuangkanmu, seperti kamu yang memperjuangkan manda.


flashback off


Aku menjelaskan soal kejadian malam itu pada kedua orang tua ku, semoga mereka tidak membawa Maya dalam hubunganku lagi.


anggaplah ucapan mereka sebelumnya hanya menguji seberapa seriusnya aku dengan pilihanku sendiri .


sekarang aku harus lebih berhati-hati dalam bertindak, aku tidak mau kejadian seperti kemarin terjadi lagi. mungkin memang aku harus menjaga jarak dulu dengan nya....


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2