
" Pagi Bunda, Pagi Ayah" Ucap manda yang baru turun dari kamarnya
" Pagi sayang" ucap bu Rindi. Ia lalu meletakan sehelai roti gandum yang sudah di olesi selai ...
" Makasih bunda, Bunda Kak Angga sama Kak Nau kemana, kok gak keliatan?" Ia melihat ke beberapa arah, mencari sosok tersebut
" Kak Nau ke rumah orangtuanya, Kalo kak Angga pergi ketemuan sama kliennya"
" Manda, gimana acara buat besok udah siap semua kan, jangan ada yang kurang. pastiin sendiri" ucap Pak Rudi, Ia tidak mau acara pernikahan putrinya besok ada hal yang kurang, karena waktu persiapan yang mepet
" Tenang aja yah, semuanya aman" Ucap Manda tersenyum, Ia yakin Rey bisa mengurusnya dengan baik ..
" Bik, Bik Asih mana yah?" Tanya manda, saat mencari bik asih yang tidak berada di dapur
" Bik Asih lagi ke minimarket depan non, Non Manda ada yang bisa bibik bantu?" tawar bik Mirna, ia adalah asisten baru orang tua manda,
" Eh ini siapa, lucu banget sih?" Tanya manda kepada seorang anak perempuan yang sedang duduk sambil memakan satu potong kue
" Eh Maaf Non, ini anak saya" bik Mirna merasa tidak enak karena tidak biasanya membawa putri kecilnya bekerja
" Loh kok saya baru liat sekarang, kemarin-kemarin kemana?" Manda terus menggoda anak kecil di depannya. ia berjongkok mensejajarkan dengan kursi dimana anak itu duduk
" Iya Non, Anak bibik nangis pas bibik bilang minggu ini tidak bisa pulang karena tuan putri menikah, eh dia malah pengen ikut padahal sudah dilarang kakak nya"
" Gak usah dilarang bik, Biarkan saja asal nggak ganggu"
Percakapan mereka terhenti ketika bik Asih datang dengan beberapa kantung keresek
" Non Manda, Ada yang Non inginkan?" Tanya bik Asih sambil menyimpan belanjaannya
" Ah iya, Bik tolong bikinin Es lemon sama buah kaya biasa yah.. Emm sekalian ajarin bik Mirna biar tau kebiasaan aku" ucap manda meninggalkan dapur, ia pergi ke taman belakang sambil mengajak anak perempuan tadi yang bernama Dewi
" Mirna sini, liatin saya gimana bikin pesanan Non Manda" ucap bik Asih yang baru selesai mencuci tangannya, bik Asih sangat mengatahui bagaimana selektif nya Manda apalagi dalam hal makanan. Ia yang selama ini selalu dibawa manda dimana pun manda tinggal. Bik Mirna terus memperhatikan dengan seksama
" Liat takaran lemon nya harus pas, Kamu harus pake gelas yang ini, gelas yang biasa Non Manda pake. air nya satu gelas ini, lemon nya tiga sendok makan ini, dan madunya dua sendok ini juga, Kamu ngerti kan?"
" Emang harus pas banget yah bik?" tanya bik Mirna, ia bingung dengan kebiasaan Nona barunya itu.
" tentu saja harus pas, Non manda emang suka minum air lemon tapi anehnya dia gak suka rasa asem nya, dia itu minum lemon karena banyak manfaat nya buat tubuh. bukan sekedar doyan kaya kita"
Bik Asih lalu mengambil beberapa buah bersih didalam kulkas, Ia memotong beberapa bagian buah tersebut
" Kamu liat kan bentuk potongan nya, perhatikan juga jumlah sama buah yang kamu sajikan"
" Maksud nya bik" Bik Mirna malah makin bingung dibuatnya.
__ADS_1
" Kamu tuh yah, nih dengerin saya soal higienis sudah gak perlu saya jelaskan lagi kan" bik Mirna langsung mengangguk paham
" Lihat semangka ini hanya boleh ada 5 potong ukurannya pun seperti ini sebab kalau kebanyakan non Manda bisa pipis terus, kalau nanas cukup dua potong aja soalnya kalau kebanyakan nanti non Manda ngeluh pahit di lidah nya" bi asih menjelaskan dengan sangat detail
"Ya ampun bi mau makan buah sama minum lemon aja ribet banget" bik Mirna menggeleng kan kepalanya,
" Non Manda itu sangat pemilih dalam segala hal mau apapun dia itu. dia emang sangat baik tapi dia tidak suka dengan kesalahan berulang, jadi kamu harus memperhatikan kebutuhan non Amanda sampai hal yang paling detail sekalipun. dulu waktu non Manda masih sekolah dia nggak pernah makan sembarangan. semua yang ia makan harus buatan ibu atau saya, jarang banget non Manda makan di restoran apalagi tempat di pinggir jalan kayaknya dia nggak pernah, kalaupun sampai makan di restoran pasti pilih restoran yang terjamin kebersihannya. Sekarang mah udah mending udah nggak terlalu kaya dulu, sekarang kan dia sibuk bekerja jadi mau tidak mau ya harus mengubah kebiasaan-kebiasaannya yang terlihat ribet, kan kamu juga tahu kenapa kamu sampai bekerja di sini, makanya apalagi masalah pasangan dia benar-benar selektif dari dulu non Manda itu sudah banyak yang suka tapi non Manda tidak pernah menanggapinya. yang kemarin aja bisa terjadi karena kondisi non Manda yang lengah makanya pas pacarnya ngelamar, Non Amanda langsung menerimanya.
Kamu harus bekerja dengan baik dan perhatikan sampai hal terkecil, jangan sampe malah kamu yang diajarkan Non Manda, dia itu jago nya urusan dapur. Eh udah ah malah ghibah begini. udah sana antar ke taman"
Bik Mirna pergi dengan perasaan heran, baru kali ini ia bekerja dengan anak majikan seperti Manda, Ia mengingat beberapa kali ditegur bik Asih yang protes akan pekerjaan nya. seperti dalam cara mencuci atau memasak. Kebiasaan Non Manda seperti setiap makanan apapun yang dia beli dari luar harus selalu di panaskan kembali dengan Microwave, selalu membawa alat makan pribadi jika bepergian, atau bahkan larangan membersihkan lantai dengan sapu, karena menurutnya debu akan banyak berterbangan, yang bisa mengganggu sistem pernapasan. akan lebih aman menggunakan pel yang bisa sekalian menyapu kotoran.
" Dewi mau buah gak?" Tanya manda saat bik Mirna memberikan pesanan nona nya
" Tidak mau non" Dewi menolak karena ia sedang asik dengan mainan nya
" Eh, kok manggil non sih, panggil kakak aja oke. kan sekarang kamu adik kakak, mau kan? punya kakak kaya kak Manda" Dewi mengangkat wajahnya menatap wajah Manda, perempuan cantik dihadapan nya yang tersenyum hangat menunggu jawabannya. Dewi terdiam, ia melihat ibu nya yang berada dibelakang Manda, ia pun mengangguk saat ibunya tersenyum tanda setuju.
Dewi nampak menikmati permainan nya dengan Manda, Ia tertawa cekikikan saat Manda menggoda nya, menggelitik tubuh kecil anak perempuan berusia enam tahun itu. Dewi pun tidak tinggal diam,dia menghindar dan berlari menjauhi Manda, tapi manda tetep mengejar nya. Mereka saling melempar Sequis sampai Manda menjerit karena kecoa yang tiba-tiba muncul diantara boneka yang ia pegang.
Manda langsung mengibaskan kecoa yang berada ditubuhnya, hewan yang mungkin paling Manda takuti.
" Kakak, ini tidak galak kok. dia gak gigit" ucap Dewi langsung mengambil kecoa yang berada di kaki Manda
" Akkkhhh...Dewi kakak takut" Manda langsung berlari karena anak polos itu terus meyakinkan Manda kalau hewan yang ia pegang tidak berbahaya
Bugh...
Manda malah menabrak seorang pria yang berada di teras rumahnya..
" Maaf ...Maaf" Ucap Manda tanpa melihat pria itu
" Hy" Pria itu malah menarik Manda, ia memegang tubuh Manda yang sudah ketakutan, ia bersembunyi dibalik pria tersebut saat dewi menghampiri nya
" Dek, Kakak nya gak bisa pegang kecoa, hewan kecoa kan kecil kalo sampe di pegang orang dewasa nanti malah mati" Ucap pria tersebut memberi pengertian, Dewi seolah tidak faham kenapa orang dewasa malah takut dengan hewan kecil seperti ini
" Memangnya benar yah kak?" Tanya dewi memastikan, tentu saja Manda mengangguk dengan cepat.
Bik Mirna yang mendengar kehebohan itu langsung datang menghampiri, ia langsung membawa Dewi kembali ke dapur. Ia pun meminta maaf atas apa yang dilakukan Dewi
" Tidak apa-apa bik, jangan di marahin Dewi nya. Dia masih kecil jadi belum tau. emang aneh sih badan segede gini sama kecoa kecil aja takut"
" Makasih yah" ucap Manda yang berjalan ke depan pria itu. Ia melihat wajah laki-laki yang sudah menolong nya
" Kamu .." Mereka berdua kaget dengan sosok dihadapan nya
__ADS_1
" Ngapain kamu disini?" Tanya Manda. Angga yang sudah menunggu didalam pun keluar karena teman bisnis itu tak kunjung masuk.
" Vino, ngapain sih kamu lama banget?"
" Kakak kenal sama dia?" Manda menatap Angga
" Kenal lah, dia itu temen bisnis kakak. Ada urusan sama Ayah makanya kakak ajak kerumah"
" Kakak ingetkan cowok yang aku ceritain kemaren, nih orangnya gara-gara dia, aku sama kak Nau telat pulang"
" Ada ada aja lho vin, salah cari mangsa lho" Angga pun masuk kedalam rumah yang disusul Vino, sementara Manda hanya menatap kepergian dua pria tersebut.
Sekali-kali Vino yang sedang membahas pekerjaan dengan Pak Rudi dan Angga, melirik ke arah ruang tamu dimana Manda dan Dewi tertawa kecil dengan sebuah laptop di hadapan mereka, Mereka sedang menonton film kartun Minions. kartun favorit Manda.
Beberapa kali Vino melirik sampai Akhirnya Angga menutup pembicaraan mereka...
Dia emang cantik banget, manis banget apalagi kalo lagi ketawa, senyum nya ... Eh tapi dia galak, judes, nyebelin suka ngomel, marah gak jelas... tapi dia tife gwe banget.. Ah bodo lah, pokoknya gwe harus kenalan sama cewek itu...
.
.
.
.
...PENGUMUMAN...
Puji dan Syukur tiada henti saya panjatkan kepada Tuhan semesta Alam, Karena Kuasa nya yang telah memberikan kenikmatan yang tiada tara, Apalagi Nikmat Kesehatan yang tidak terbanding dengan apapun ..
Terima Kasih kepada para Reader yang telah dengan setia membaca karya pertama saya, Karya Berjudul
..."AMBISI CINTA MODEL CANTIK"...
Dan Saya haturkan Beribu Kata Maaf, Maaf sebesar-besarnya atas masih banyaknya kesalahan baik dalam Alur Cerita ataupun banyaknya typo.
Terus dukung Novel Karya LiuLin ini dengan cara berikan vote dan komentar nya...
Jadikan Novel ini daftar salah satu Novel Favorit Reader sekalian...
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1443 H
MINAL AIDZIN WALFA IDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN...
__ADS_1
Salam Rindu LiuLin,