Ambisi Cinta Model Cantik

Ambisi Cinta Model Cantik
TAK PEDULI POSISI KU


__ADS_3

Manda pov


Sudah seminggu sejak kejadian mengerikan itu terjadi. kalo ditanya keadaanku bagaimana tentu saja tidak cukup baik. Aku memang sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. sudah seminggu juga aku tidak melihat kak Rey, dia bahkan tidak datang menjenguku. padahal Indira hampir datang tiap hari, biasanya dia selalu membahas kak Rey tapi tidak dengan sekarang. Apa kak Rey sudah move on dariku, apa ia sudah pacaran dengan Kak Maya. apa harus secepat itu. kenapa denganku, aku merasa ada sesuatu yang hilang dari diriku, merasa hampa dengan hatiku sendiri. ini bahkan terasa lebih sakit dibanding dulu saat kepergian Adi. kepergian kak Rey berbeda dengan Adi yang mungkin akan kembali. kepergian kak Rey untuk selamanya meninggalkan aku dan dia akan datang pada perempuan lain. Maafkan aku kak, karena terlambat menghargai keberadaan mu, maafkan aku karena terlambat menghargai perasaan mu, perhatian mu dan segala bentuk perjuangan mu selama beberapa tahun terakhir.


Aku sudah tahu mengenai lamaran keluarga Adi untukku, apa ini adalah jawaban dari berakhir nya hubungan ku dengan kak Rey, bahkan ini belum sebulan saat aku meminta waktu untuk serius. Banyak kekhawatiran memang saat aku berfikir dengan hubungan pernikahan, pasti semuanya tidak akan sama. harus ada diskusi antara aku dan suami ku nanti nya saat mengambil keputusan, itu pasti sedikit banyak menghambat karirku, bisa saja pasangan ku nanti tidak setuju atau tidak suka terhadap apa yang menjadi keputusan ku. Ahh memang sangat membingungkan.


" Adi, kamu kok disini. bukannya masih jam kantor?" Manda melihat Adi yang datang untuk ikut menjemputnya pulang


" Memangnya kenapa kalo jam kantor, kan tinggal izin. udah beres" Adi langsung membantu amanda menuju mobil


" Itu kan tanggung jawab kamu, masa mau lari dari tanggung jawab sih. lagian aku gak enak terlalu ngerepotin kamu" Adi memang setiap hari datang ke rumah sakit setelah pulang dari kantor.


" Sshhttt, jangan bicara kaya gitu,. tanggung jawab aku lebih besar sama kamu apalagi kalo kita sudah menikah. Lagian kamu baru sadar yah suka ngerepotin aku"


" Adi..."


" Tapi aku suka Anya, berarti aku berguna buat kamu, setidaknya dengan begitu aku punya alasan buat selalu deket sama kamu"

__ADS_1


Manda, memberhentikan langkahnya ia menatap wajah Adi.


" Kenapa?" Ucap Adi karena tatapan manda


" Ah nggk, kamu tuh selalu baik banget sama aku. padahal kan aku bukan..."


" Aku sayang banget sama kamu, dan aku gak peduli sebagai apa posisi aku sekarang, Aku cuma pengen jagain kamu dan selalu liat kamu bahagia" Ucapan manda langsung terpotong, entah kenapa seminggu ini sikap manda ada yang berubah, ia seperti menjadi sosok yang lain untuk Adi, bukan lagi manda yang selalu bersikap seenaknya, seolah ada rasa canggung yang berusaha amanda tutupi dari dalam dirinya.


" Eh Adi, untunglah ada kamu. tante jadi gak usah pesen taxi" ucap bu Rindi yang baru selesai mengurus administrasi anaknya itu


" Kamu gak kerja yah, makanya kesini?" kehadiran adi memang banyak membantu, terlebih disaat Pak Rudi sudah kembali ke Bandung.


" Terima kasih yah Adi, sudah banyak membantu dan mau direpotkan begini"


" tidak repot sama sekali tente"


" Ah kamu itu memang mantu idaman, sangat perhatian dan bertanggung jawab sekali. pasti perempuan yang jadi istri kamu merasa beruntung punya suami kaya kamu" Adi nampak sedikit bingung, bukankan Amanda yang akan menjadi perempuan yang beruntung itu, kenapa bu Rindi malah seolah bilang perempuan lain.

__ADS_1


Beruntung jalan tidak macet karena sudah lewat jam masuk kantor.


" Anya, mobil kamu udah ada di basemen apartement, kuncinya juga udah aku titip sama bik Asih" Ucap Adi melepas keheningan dalam mobil


" Ah iya aku sampe lupa, terima kasih yah. oh iya, mobil aku gak sampe masuk bengkel kan?"


" masuk bengkel nya cuma ganti ban doang, soalnya banyak banget pakunya. Lain kali kalo lewat jalanan situ hati-hati yah emang daerah nya rawan yang nyebarin paku"


Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di Apartemen manda. nampak bik asih sudah menunggu kepulangan nona nya itu di depan lobi. bu Rindi tersenyum melihat bagaimana bik asih yang sangat menyayangi putrinya itu. Bu Rindi mengelus pundak bi Asih, ia tidak mau bik Asih sampai menangis melihat kondisi manda yang nampak belum seperti dulu. Entahlah bik Asih ini bahkan lebih cengeng dari bu Rindi yang notabene nya adalah ibu kandung amanda, selama ia bekerja pada keluarga pak Rudi, ia memang banyak mengurus amanda, ia sudah mengenal bagaimana manda kecil yang mulai pemilih dalam segala hal, apalagi makanan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2