Ambisi Cinta Model Cantik

Ambisi Cinta Model Cantik
TAKAN PERNAH MELEPAS MU PERGI


__ADS_3

Siang ini Adi datang dengan wajah yang menunjukan perasaan berbeda, bukan lagi soal cinta yang harus memiliki tapi cinta yang menginginkan dia bahagia.


" Ayo kita pergi,, Kamu sudah siap kan?" tanya adi langsung saat manda berada di hadapannya


" Dhi mau kemana sih, Aku ..."


" Ayolah, aku yakin kamu akan menyukainya. kita sudah lama tidak bersenang-senang, Jadi bisakan jangan menolak. Jangan ngerasa canggung sama aku, aku tetap Adi yang dulu. Adi yang menyayangi kamu dan selalu mendukung kamu, apapun yang terjadi aku selalu ingin kamu bahagia, meskipun aku berada jauh disisimu tapi kamu harus selalu tersenyum. Ayo.."Ajak adi lagi, setelah kejadian dengan Rey, sengaja Adi membawa manda pergi ke sebuah mall. Ia meyakinkan manda agar mau mengikuti nya, meskipun manda ragu.


" Gak usah di tekuk gitu mukanya makin jelek tau, kamu tuh butuh refreshing biar muka nya kembali bersinar lagi, bersinar kaya lampu 100 Watt. Eh tapi kan kamu bukan penyanyi Nasar yah. seperti mati lampu ya sayang seperti mati lampu, cintaku tanpamu ya sayang bagai malah tiada berlalu hahah"


" Iya Adi, ayo kita berangkat. dari pada telinga aku sakit denger suara jelek kamu"


Tempat ini, aku ingat dua tahun lalu kak Rey, nyatain perasaannya disini dan saat itu aku terima dia karena merasa gak enak, aku gak mau bikin dia malu karena penolakan aku didepan banyak orang, Ah kenapa dulu aku ngerasa kepaksa ya nerima dia, coba kalo sekarang aku pasti bahagia banget nerima kak Rey kaya dulu ...


" Dhi kamu kok bawa aku kesini"


" Disini tempatnya bagus kan" ucap Adi membawa manda ke roof top bangunan bertingkat di sebuah cafe.


" Adi" Ucap manda yang kaget akan seseorang yang menunggunya di sebuah meja


" Iya, Bicaralah baik-baik dengan Rayyen. Aku tau kamu sangat menyayangi nya. hubungan kalian harus di perjuangkan" Ucap adi, dia berjalan ke meja tersebut dengan manda di belakang.


" Apa maksud kamu Dhi,?" ucap Manda yang ragu akan langkahnya, tetapi adi seolah tidak mendengar suara keraguan itu, ia terus berjalan membawa manda pada Rey, Adi langsung menyuruh manda untuk duduk dihadapan Rey.


" Bicalah dengan dia, Aku akan menunggu mu tetapi tidak disini" Adi langsung pergi tanpa melihat tatapan manda yang memintanya agar tetap disisinya...

__ADS_1


Aku tidak sekuat itu anya, jadi mengertilah kondisi ku saat ini.


" Kak Rey, muka kakak kenapa, kok lebam gitu?" tanya manda cemas yang melihat dengan jelas wajah yang masih lebam itu.


" Akkhhh ... sakit Mee, ini tuh gara-gara si Adi, maen bogem aja tapi karena ini, Adi mau bawa kamu sama kakak" Manda yang memegang wajah Rey langsung terdiam begitu Rey menahan tangan nya yang membuat Rey meringis sakit.


" Mee, Makasih yah udah mau datang, Maafin kakak yang udah ngindar dari kamu, maafin kakak yang bikin kamu kaya gini, Kakak udah.."


" Kakak, jangan bahas lagi soal itu. Aku gak apa-apa, seharusnya aku yang minta maaf karena telat menyadari begitu pentingnya kakak buat aku, aku yang selama ini selalu egois ingin kakak selalu mengerti" manda diam memandang mata Rey dalam


" Karena kakak selalu ingin bersamamu, kakak akan perjuangin kamu, sampe kakak bisa miliki kamu sepenuhnya. Kakak akan menagih janji mu. ini sudah satu bulan. kakak minta jawaban kamu, bisakah kamu memberikan kepastian kalo kamu akan menerima kakak, akan menjalani hidup dengan kakak?"


Rey terdiam


Rey mulai merasa khawatir, karena manda hanya terdiam. dia malah mulai meneteskan air mata.


" Eh kamu kok nangis" kebingungan Rey langsung terhenti ketika sebuah anggukan dari manda membuat dia merasa senang


" Kakak, maafin aku. aku belum jadi pasangan yang baik buat kakak. maafin aku karena gak nganggep hubungan kita.."


Rey langsung berpindah ke kursi sebelah manda.


" Kita sudah berada di langkah yang baru, jadi jangan bahas lagi kejadian kemaren...kakak sayang banget sama kamu Mee" langsung mengusap air mata manda,


" Kakak gak mau kamu nangis lagi," ucap rey saat mengusap bibir merah manda dengan jari jempolnya.

__ADS_1


" Disini tidak boleh keluar lagi suara tangisan. tapi... suara des ahan" ucap Rey yang membisikan kata-kata terakhirnya ditelinga manda yang langsung membuat nya merasakan dua sesak sekaligus, sesak karena pukulan manda di dadanya dan sesak karena suatu hal...


Ah kakak memang harus segera menikahi kamu Mee, Kakak udah gak bisa nahan diri kakak sendiri.


Sementara di sebuah meja seseorang menatap kejadian di depannya dengan perasaan lega, lega melihat wanita yang di cintai nya begitu amat bahagia.


Aku ikut senang dalam setiap kesenangan mu, begitu pun sebaliknya. jadi tunjukan padaku kalo pilihan mu memang sangat tepat.


Adi langsung pergi meninggalkan cafe tersebut. Apakah ini akhir cerita nya dengan Manda, wanita yang selalu ia banggakan dalam hidupnya karena akan menjadi sosok pendamping yang sempurna itu ternyata kesempurnaan itu akan menjadi milik laki-laki lain...


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2