Ambisi Cinta Model Cantik

Ambisi Cinta Model Cantik
YOU'RE ALWAYS NUMBER ONE


__ADS_3

Lift terbuka setelah aku menekan tombol dengan angka tujuh dimana apartemen Manda berada, Berjalan menyusuri Beberapa pintu dan berakhir di pintu dengan tulisan 62...


Semuanya pasti akan baik-baik saja Rey, ucapku memberi semangat pada diriku ..


Aku mengangkat tanganku hendak memencet bel, Ah kanapa juga harus memencet bel sementara aku tau berapa password apartemen Amanda ...


Aku menatap sekeliling yang terasa sepi, tidak ada Bik Asih ataupun Manda di sini ...


Hingga aku berjalan masuk ke kamar Manda dulu, Ya Tuhan, Istriku tertidur sangat pulas sekali .


Terlihat dari wajah lelah dan lingkaran hitam di sekitar matanya, menunjukkan kalo ia kurang tidur ..


Apa mungkin ia juga tidak bisa tertidur semalam, sudah ku duga itu, apalagi dengan riwayat insomnia yang selalu kambuh ketika fikirannya sedang tertekan ....


Lama aku memandangi wajah cantik yang selalu membuat Aku sangat merindukan nya, Aku Rindu melihat wajah damai mu ketika tertidur Mee ...


Kenapa aku tidak menyadari perubahan tubuhmu sebelum nya padahal baru seminggu lalu kita melakukan hubungan percintaan, Aku meraba perut nya, Ah iya terasa sangat berbeda dari biasanya, Aku tersenyum ketika fikiran ku mulai traveling kemana-mana .. Lalu untuk lebih memastikan nya lagi aku raba bagian da da nya, Aish,, Kenapa aku gak sadar ukuran nya yang makin besar begini sih. Apa saking asiknya bermain sampai aku gak sadar banyak perubahan pada bagian tertentu tubuhnya ..


Boleh kan aku membayangkan sesuatu yang membuat kami menjadi men de sah nikmat, Gi La emang otak ku ini . Pantas aja Manda sering bilang kalo aku laki-laki meseum .. Aku baru sadar sekarang tingkat kemesuman ku yang tinggi saat bersama dia.


Hahha, Semoga dia gak sadar atas apa yang baru aku lakukan ...


.

__ADS_1


.


.


" Mee, kamu gak sadar dari tadi kakak perhatiin kamu pas lagi tidur?" Tanya Rey, Saat ini Rey tengah duduk dengan Manda yang bersandar pada bahu nya dengan pelukan erat yang tak pernah Manda lepaskan


" Aku tidur nya pules banget yah" Ucap Manda dengan wajah yang memerah malu.


" Gimana kalo orang lain yang masuk, terus liat kamu pake baju begini. Kakak aja -"


" Kakak aja sampe langsung kenceng yah" Ucap Manda menggoda dengan tawanya


" Ih kamu, mulai dah berani godain kakak" Rey mencubit gemas pipi Manda yang menurutnya mulai terlihat chubby


" Suara apa tuh kak?" tanya Manda heran, sementara Rey langsung tersenyum kikuk menyadari suara yang berasal dari perutnya


"Kayanya kakak gak bisa makan, kalo bukan masakan kamu" Rey menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Merasa kalo sikapnya sudah mulai manja kembali pada istri nya itu


" Aku siapin makan siang yah, seadanya aja. Gak apa-apa kan?" Ucap Manda pergi ke dapur


" Sayang, kakak pesen online aja. kasian kamu pasti masih butuh istirahat" cegah Rey menahan tangan Manda


" Mas"

__ADS_1


" Ah kakak gak bisa kalo kamu udah ngeluarin jurus andalan itu" Rey langsung melepaskan tangan Manda,


" Aku bentar doang kok nyiapin nya. Menu Fiesta gak sampe lima menit" Kedip Manda merayu


Setelah beberapa lama berada di dapur, Manda menghampiri Rey dengan sebuah nampan berisi menu makan siang untuk Rey


" Makan dulu Mas" Ucap Manda menyodorkan sebuah piring


" Sayang, kamu pucet banget. ke rumah sakit yah" Dengan wajah khawatir nya Rey menyimpan punggung tangan nya di dahi Manda


"Mas, Makan dulu yah. Nanti abis itu kita liat anak kita" ucap Manda dengan senyuman. tanpa banyak bicara Rey langsung mengambil piring itu dan memakan nya sampai habis.


" Kamu ganti baju dulu, siap-siap. kita pergi abis kakak makan" ucap Rey disela kunyahan...


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2