Ambisi Cinta Model Cantik

Ambisi Cinta Model Cantik
SALAH SANGKA


__ADS_3

Seorang wanita paruh baya, Menghampiri Manda dan Arsen yang masih diam dan saling menatap heran ...


Siapa perempuan yang sudah memanggil mereka,


Dengan Ragu keduanya menoleh ke arah belakang..


" Ah, Ternyata Beneran kalian berdua, Kirain Mama salah orang" Ucap wanita tersebut sambil mendekat ke arah keduanya ...


Arsen meringis, sementara Manda berusaha bersikap santai, Ia menyalami wanita tersebut dengan begitu sopan ... Meskipun ia tak memiliki hubungan dengan Arsen, setidaknya ia tetap harus menghormati wanita paruh baya tersebut ..


" Selamat pagi Tante, Gimana kabarnya Tante, Sehat kan?" Tanya Manda basa-basi..


" Mama ...." Ralat wanita itu cepat, Ia langsung memeluk tubuh Manda dengan erat ...


" Kabar Mama baik.. Mama kangen banget sama kamu... Hubungan kalian baik-baik aja kan, Soalnya Arsen gak pernah mau bawa kamu ke rumah" Tutur wanita itu sambil terus menggenggam tangan Manda.. Ia membawa Manda untuk duduk kembali...


" Kami baik Ma, Cuma waktunya aja yang belum pas" Jawab Manda dengan ramah, Ia sebenarnya tak tega harus membohongi wanita itu .. Tetapi mau bagaimana lagi, Ia tak mungkin menceritakan semuanya saat ini juga .. Biarlah itu urusan Arsen Fikirnya.


" Lalu, Kalian lagi ngapain disini?, Kamu sakit sayang?" Tanya Mama Arsen khawatir, Ia langsung memegang beberapa bagian tubuh Manda untuk memastikan perempuan itu baik-baik saja ....


" Enggak Ma, Manda cuma--" Sebelum Arsen menyelesaikan ucapannya, Ia langsung melotot tajam kala sang Mama mengambil sesuatu yang baru terjatuh dari tangan Manda ....


" Surat apa ini?, Siapa yang hamil ?" Tanya wanita itu penasaran, Ia membolak-balik surat tersebut hingga menemukan sebuah nama lengkap dari Amanda tertulis di surat tersebut ... Apalagi dengan foto hasil USG janin dalam kandungan Manda.. Jelas membuat wanita itu kaget akan hasil penemuan nya itu ...


" Arsen, Bisa kamu jelaskan soal ini?" Wanita Tersebut begitu terlihat syok, Ia menutup mulutnya kala air mata tiba-tiba terjatuh dari ujung matanya..


Apakah dugaannya itu benar .. Ia mempertanyakan pada dua orang yang menatapnya dengan tatapan bingung ...


" Kamu hamil, Dan Laki-laki itu pasti anak Mama, Arsen. Yang bikin kamu kaya gini" ucap wanita itu sambil memeluk Manda kembali..


" Ma,.Arsen bisa jelasin ... Ini gak seperti yang mama kira" jelas Arsen.


" Pulang sekarang, dan jelasin semuanya di rumah " tegas Mama nya sembari berjalan pergi ... Ia sudah tak kuasa menahan tangisnya saat ini juga, tetapi ia harus menahan nya karena sadar kalo mereka berada di tempat umum ...


" Bagaimana ini?" tanya Manda khawatir..


" Tenang aja. Kamu ikut pulang dulu ya sama aku" Mohon Arsen frustasi .. Ia tak menyangka hal ini akan terjadi padanya..


Mereka mengikuti mobil Mama Arsen yang berjalan didepan mereka...


Hingga tibalah Manda, di sebuah rumah yang lumayan besar dengan dua lantai dan pekarangan yang begitu luas .. Banyak pohon rindang di sekitaran rumah tersebut. Suasana nya begitu Asri dan sejuk meskipun waktu menunjukkan sudah agak siang .


Sesaat Manda terpana dengan bangunan antik di hadapannya, Apalagi ornamen kayu dengan banyak ukiran semakin membuat rumah tersebut semakin terlihat antik ...


" Selamat datang dirumah ku, Ayo Masuk" Ajak Arsen menggandeng tangan Manda.. Mengajak perempuan itu untuk masuk karena sedari tadi Manda hanya diam dan menelisik ke berbagai sudut rumah nya...


" Duduk kalian, Cerita kan apa yang sebenarnya terjadi" perintah Papa Arsen yang sudah mengetahui sedikit cerita dari Istri nya itu .. Nampak kemarahan besar terlihat di wajah lelaki itu ..


" Pa, Arsen bisa jelasin kenapa Manda hamil"


" Arsen,!!! Jadi benar dugaan Mama . kalo Manda hamil anak kamu " Sentak sang Mama yang tak hentinya menangis.. Ia menghempaskan tangan Arsen yang hendak memegang tangan nya ... Wanita itu begitu kecewa atas apa yang anak nya lakukan... Anak yang selalu ia banggakan karena selalu memuliakan seorang perempuan.. tapi tidak untuk kali ini, Apa yang Arsen lakukan sudah sangat keterlaluan..

__ADS_1


" Pa, Manda hamil anak Arsen , dan usianya sudah lima belas Minggu .." Jelasnya pada sang suami sambil menunjukan foto USG kandungan Manda ..


" Arsen.... kenapa kamu begini, Apa kamu sudah tidak menyayangi Mama mu sampai kamu berbuat keji seperti itu kepada perempuan... Kalo kamu emang sudah ingin menikahi Manda kami semua setuju, bukan malah begini caranya"


Bugh ...Bugh.....Bugh....


Tiba-tiba, Tubuh Arsen terhuyung ke lantai dengan luka lebam pada bagian wajah nya bahkan ujung bibir yang mengeluarkan darah segar ...


" Pa .... " Sentak Mama Arsen kaget ... Namun ia tak menahan apa yang suaminya lakukan..


" Tanggung jawab kamu, Tunjukkan kalo kamu memang lelaki sejati yang mau bertanggung jawab atas perbuatannya.. Nikahin Manda sekarang juga ..."


" tapi Pa, " Sela Arsen


" Bawa kami ke rumah orangtuanya Manda" Papa Arsen memberi perintah dengan suara yang begitu keras, rahang nya mengeras dan pukulan kembali ia layangkan pada tubuh anak nya itu ..


" Maafin Arsen Pa ... " Arsen sampai berlutut di kaki sang papa .. pria itu terlihat tidak baik-baik saja ...


"Arsen bisa jelasin semuanya" Tuturnya lagi, karena terus mendapatkan pukulan dari sang papa ...


Sementara Mama nya Arsen sudah dibuat tak kuasa dengan kejadian di hadapannya.. Ia hanya bisa menangis, Ia faham betul suaminya itu kalo sudah emosi sangat susah untuk dicegah ...


" Aaaakkkhhhhhhhh " Teriak Manda histeris,


" Stop Om,.. jangan pukul Arsen lagi... " Ucap nya sambil terisak-isak, Ia menutup telinganya dan menundukkan kepalanya agar tak melihat kejadian didepannya....


Kejadian itu,,, Seperti mengingatkan nya pada kejadian tempo hari .. Dimana ia hampir mengalami pelecehan.. Dan ketakutan itu kembali muncul kala melihat papa Arsen yang terus memukuli anak nya ..


Mama Arsen langsung menghampiri Manda dan memeluk nya ... Mencoba menenangkan Manda yang mulai terkulai lemas...


" Manda takut... " Ucap nya dengan tercekat, Ia terus memegangi tangan Mama Arsen ...


" Manda , Kamu kenapa Nak ?" Tanya nya heran ...


" Manda bangun... " Berkali-kali Arsen mengguncangkan tubuh Manda yang mulai tak sadarkan diri ... Dengan sigap dia membawa Manda ke dalam kamarnya, Membaringkan dengan hati-hati perempuan itu diatas kasurnya...


" Arsen, Cepat ambil kayu putih" Perintah Mama Rey yang khawatir.. sementara Papa Arsen, Ia langsung menghubungi seorang dokter ...


Arsen langsung berlari ke luar ruangan, Ia mencari kotak p3k yang selalu tersimpan di lemari bawah tv.


" Manda bangun, ... " Arsen yang diliputi rasa khawatir, tanpa aba-aba, Ia mengoleskan minyak kayu putih tersebut ke bagian-bagian tubuh Manda.


Seperti leher, pelipis bahkan perut Manda tak luput dari sentuhan tangan Arsen.


Arsen meskipun ia sudah mengetahui soal fakta kehamilan Manda , bahkan ketika di rumah sakit tadi sempat mengelus perutnya.. Namun kali ini, Ia sedikit tersentak dan takjub ... Ia bisa mengelus perut Manda yang mulai membuncit itu langsung dengan tangan nya sendiri tanpa kain penghalang sedikitpun.. Ia bisa merasakan begitu mulusnya tubuh Manda..


Sepersekian detik fikirannya melayang, membayangkan kalo ia bisa menikmati keindahan tubuh itu...


" Hy kamu, Jangan mentang-mentang Kamu sudah mencoba tubuh Manda, Bisa seenaknya saja meraba-raba seperti itu ... Ingat, kalian belum menikah..." sentak Mama Arsen yang memperhatikan raut wajah anak nya.


" Sini, biar Mama yang pakein lagi" Imbuhnya lagi dengan mengambil minyak kayu putih di tangan Arsen secara cepat ....

__ADS_1


" Cari-cari kesempatan Mulu"


Arsen hanya tersenyum kikuk, Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Kenapa disaat seperti ini, Ia malah berfikir mesum....


" Sayang kamu udah sadar" Mama Arsen yang mencium kan aroma kayu putih ke hidung Manda secara perlahan membuat Manda membuka matanya perlahan..


" Arsen...,,"


" Arsen, Aku takut.. " Ucap Manda yang baru terbangun, Ia menggenggam tangan Arsen begitu erat.. Manda bahkan memeluk Arsen, Tubuh Arsen menegang diperlakukan seperti itu oleh perempuan yang begitu ia cintai...


" gak apa-apa, Semuanya baik-baik aja"


" Udah Jangan nangis, Aku gak apa-apa... " Ucap Arsen menenangkan, Ia tak melepaskan pelukan itu ...


Tangannya terus mengelus punggung Manda..


" Mau ya periksa dokter dulu?" Tanya Arsen secara perlahan, Ia menatap mata Manda yang memerah..


Manda hanya mengangguk setuju dengan lemah...


Beberapa saat Manda diperiksa oleh dokter yang dipanggil Papa Arsen, Semua orang terlihat khawatir akan keadaan perempuan itu, yang masih diam ketakutan tanpa mau melepaskan genggaman tangan Arsen...


" Jangan tinggalin aku,, " Pinta Manda ketika Arsen mengikuti dokter yang akan menjelaskan keadaan Manda di luar kamar ..


" Aku gak lama .. " Ucap nya sembari mengelus kepala Manda.. Manda langsung menggeleng tanda tak ingin Arsen tinggalkan meskipun hanya sebentar..


" Kamu jagain Manda, Mama sama Papa yang keluar... " Mama Arsen begitu mengerti keadaan Manda, Ia dan suaminya langsung keluar mengikuti instruksi dokter tersebut...


" Gimana keadaan kamu, udah lebih baik?"


" harusnya pertanyaan itu buat kamu, Arsen.. Wajah kamu pasti sakit banget..." Manda mengelus wajah Arsen yang terlihat membiru...


" Akh... " Ringis Asren tak tertahan ... ternyata bekas pukulan itu begitu amat sakit apalagi bukan hanya Wajah nya yang kena tetapi perutnya pun tak luput dari amukan sang papa ...


" Maaf, Pasti sakit banget yah" Arsen menggeleng cepat, Ia menahan tangan Manda yang terus menerus menyentuh wajah nya. Ia menahan tangan itu dan mencium nya cukup lama ..


Manda terkesima, Ia diam dan hanya menatap Arsen dalam. Memunculkan desiran aneh yang menjalar perasaan Manda, perasaan yang belum pernah ia dapatkan dari suaminya sekalipun ....Lelaki itu kenapa dia selalu mampu meruntuhkan tembok pertahanan Manda.


" Aku obatin ya, Lebam kaya gini gak boleh di diemin" Ucap Manda mengalihkan perhatian.. Ia menarik tangan nya yang terus di cium Arsen.


Cup.... Cup ......


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2