
" Euhhhh,,,," terdengar suara lenguhan kecil keluar dari mulut Manda ..
Setelah ia menerima telepon dari seseorang satu jam lalu, Manda hanya diam melamun di dalam mobil Arsen, Bahkan pertanyaan Arsen mengenai dimana alamat rumahnya pun tidak Manda jawab ..
" Kita udah sampe ya?" tanya Manda yang baru terjaga dari tidurnya, Ia merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku, sudah hampir tiga puluh menit ia tertidur begitu pulas.
" Sudah, Ayo masuk" Jawab Arsen dengan tersenyum kecil.. Ia membantu Manda untuk turun dan berjalan Masuk dengan satu tangan lagi menenteng tas belanjaan..
" Loh, Kamu kok tau apartemen aku?" Tanya Manda heran, Kesadarannya langsung kembali dengan cepat setelah Arsen membawanya ke Apartemen miliknya
" Oh jadi itu apartemen kamu?" Arsen malah balik bertanya, Ia tersenyum senang kala mengetahui kalo apartemen mereka bertetangga
" Maksud nya, Kamu gak tau gitu itu apartemen aku, Terus kok bisa, aku dibawa kesini?, "
" Sekalinya ngomong malah nanya gak penting, tadi aja, di tanya mau diantar ke mana malah diem terus malah tidur lagi" ucap Arsen membuka pintu apartemen nya
" Ayo masuk, Aku gak tau dimana rumah kamu makanya aku bawa ke apartemen aku, Gak mungkin juga aku bawa kamu ke rumah aku bisa ribet urusannya" gerutu Arsen yang menarik Manda untuk masuk, karena perempuan itu hanya diam dan bengong di depan pintu
" Tapi baguslah aku jadi tau kalo kamu punya apartemen disini, Tapi kenapa gak kamu tempatin?" tanya Arsen sambil menyimpan minuman kaleng di hadapan Manda, Semenjak kepindahannya ke apartemen ini beberapa bulan yang lalu Arsen hanya beberapa kali melihat perempuan paruh baya saja yang membersihkan tempat itu.
" Terimakasih" Jawab Manda sambil terus mengamati setiap inci dari ruangan yang berada di apartemen Arsen.
" Lagian kalo aku jawab juga percuma, kamu gak bakalan mau dengerin" Imbuh Manda kembali, Arsen hanya mengangguk paham
" Desainnya bagus, Aku suka. kamu pake jasa interior perusahaan mana?" tanya Manda yang masih dibuat penasaran
" Ini aku sendiri yang desain" Jawab Arsen santai sambil membuka tutup kaleng minuman nya dan meneguknya ..
" Oh yah, Kamu Desian interior juga?" Tanya Manda antusias, Arsen langsung menatap ke arahnya
" Kayanya kita memang jodoh" ucap Arsen yang malah tertawa, Ia bangun dan menghampiri Manda yang nampak membuang muka
"kebetulan saja minat kita sama, Selain itu biasa saja" Jawab Manda yang berjalan menjauh, Mau bagaimana pun mereka berada didalam satu ruangan yang sama, dan jarak mereka begitu dekat. Kalo Fikiran buruk tiba-tiba menghampiri Arsen bisa habis dia di kamar apartemen ini ..
" Oh iya, Tadi itu telpon dari siapa?" tanya Arsen hati-hati, Ia dibuat cukup penasaran dengan sosok yang menelpon Manda hingga membuat wanita itu terlihat kecewa .. Kini Manda kembali terdiam,
Flashback On
" Diem ...Sstttt"
" Ada apa?"
Hallo Sayang.
Ucap Rey diseberang telpon
Iya hallo
Manda terlihat bahagia, karena panggilan dari suaminya
Sayang, Mas sekarang lagi di Bandung, Kamu mau nitip oleh-oleh apa?, Biar dari sekarang Mas nyuruh orang buat beliin .
Terdengar suara seorang perempuan yang Manda amat Manda kenali memanggil suami nya dengan suara yang begitu manja
Ah Iya, Gak Usah .
Jawab Manda kecewa, Ia yang sudah sangat antusias untuk memberikan kejutan makan siang untuk Rey ternyata harus berakhir gagal begitu saja, Apalagi mendengar suara Tari yang berada disana pula, Membuat fikiran Manda menjadi tak karuan. Hormon kehamilan menjadi alasan kenapa Perasaannya begitu sensitif.
__ADS_1
Flashback off
" Manda..." Beberapa kali Arsen memanggil Manda dengan nada suara manjanya, Ia berkali-kali pula mencolek pinggang Manda.
" Apa!" Jawab Manda melotot kesal, ternyata Makhluk disebelahnya ini kalo di diamkan malah makin menjadi..
"Hhehe.... aku lapar, Kamu kan tadi bilang mau masak. Masakin Aku dong" Pinta Arsen dengan menggaruk tengkuknya, Ia sebenarnya sedang mengalihkan perhatian Manda agar wanita itu tidak bersedih lagi
" Masak aja sendiri" Jawab Manda masih dengan wajah cemberut
" Eh... Eh... Kan kamu udah setuju buat -"
"Oke aku masakin, Tapi kamu nya diem" Gerutu Manda sambil bersiap untuk memasak.. Ia mengeluarkan berbagai macam jenis bahan untuk masakan nya yang semula untuk suami nya itu.
" Makasih calon Istri" Goda Arsen dengan cengengesan yang langsung mendapat tatapan tajam Manda ..
Beberapa lama Manda menyiapkan berbagai menu sesuai bahan yang baru ia beli tadi, Ternyata dapur Arsen cukup nyaman untuk digunakan memasak, Bahkan soal bumbu pun bisa terhitung cukup lengkap.
" Arsen, Ayo makan" Ajak Manda yang mulai menyiapkan piring bagi mereka berdua.. Sementara Arsen terus saja melamun dan tersenyum-senyum tidak jelas, Sejak Manda mulai memasuki dapur, tak lama ia pun duduk dan memperhatikan Manda yang sedang memasak.. Menciptakan perasaan kagum pada perempuan itu semakin dalam..
Dimana menurut nya Manda adalah paket paling komplit.
" Ah Iya" hanya itu jawaban yang Arsen berikan,
Manda hanya mengguncangkan kedua bahunya acuh, tak usah di fikirkan, pria itu memang aneh...
" Manda..." Panggil Arsen disela kunyahan nya, Manda hanya menoleh kehadapan nya dimana Arsen berada, Tidak bisakah pria itu diam sejenak, Manda ingin menikmati makan siangnya dengan tenang
"Aku suka Masakan kamu, bisa gak tiap aku makan kamu yang masakin, Bisa gak kita nggak seperti ini, bisa gak kita jadi partner hidup aja" Ucap Arsen serius
" Mungkin" jawab Manda asal
"Bolehkan aku egois untuk kali ini, Dengan menghalalkan segala cara agar bisa memiliki mu?" Imbuh lelaki itu yang menyimpan alat makan nya, Ia pun mendongakkan wajah nya untuk bisa melihat wajah Manda
" Udahkan Makan nya?" Manda dengan cepat mengalihkan perhatian Arsen padanya, Ia segera membawa bekas piring kotor ke wastafel ..
Melihat Manda yang kesulitan karena rambut yang terus menutupi penglihatan nya, Arsen bangkit dari duduknya lalu menghampiri Manda dan mengikat rambutnya yang mulai tidak rapih itu, Ia bisa melihat bahu mulus Manda yang terekspos begitu indah..
" Arsen!" sentak Manda karena kaget,
" Kamu tuh gemesin banget sih" Ucap Arsen yang malah memeluk tubuh Manda dari belakang, Tubuh Manda tiba-tiba menegang mendapatkan perlakuan seperti itu. Ia langsung mencuci tangan nya dan berbalik menatap lelaki yang masih memeluk nya begitu erat..
" Arsen, Jangan kaya gini" Pinta Manda yang merasa risih, Ia bisa melihat kilatan gai rah dalam diri Arsen
" Untuk kali ini izinkan aku melakukan nya" tanpa aba-aba Arsen langsung mencium bibir wanita yang berada dalam dekapannya. Terus memperdalam ciuman itu hingga dengan perlahan Manda membalas nya, bahkan Tanpa melepaskan Pagutan bibir mereka Arsen mendudukan Manda dimeja dapur,
" Manda aku menginginkan kamu" ucap Arsen serak yang bahkan mulai membuka satu kancing kemeja Manda..
" Arsen, Tolong " Pinta Manda agar lelaki itu berhenti, Ia sudah tak kuasa untuk menolak apa yang baru Arsen berikan, Sehingga meminta Arsen lah yang berhenti membuat dia seperti ini,. Arsen menggeleng kan kepalanya sebagai jawaban penolakan nya, Ia bahkan memegang tangan Manda yang menahan nya untuk tidak melakukan lebih.
" Cukup kali ini aku memiliki mu" Dengan perlahan Arsen membawa Manda ke dalam kamarnya
gai rah nafsu ternyata sudah meliputi seluruh bagian dalam diri Arsen...
Ia terus membelai lembut wajah perempuan yang berada di bawahnya
" Aku akan melakukan nya dengan perlahan, Aku pasti jaga kamu dan ba-"
__ADS_1
" Arsen ... Arsen !!!" Teriak Manda di sebelah telinga Arsen.. Manda menatap bingung akan sikap Arsen yang entah apa yang ia fikirkan.
Pria itu bicara sendiri sambil memanyunkan bibirnya,
" Sayang....." ucap Arsen yang belum sepenuhnya sadar
" Ah....Ah ... Iya" imbuh Arsen kembali yang langsung mengaduh menahan tangan Manda yang mencubit perutnya kencang ..
" Sayang.... Sayang... Kamu ngelamun yah?" Tuduh Manda dengan tatapan curiga.
" So tahu kamu" Jawab Arsen kesal, Lamunannya seketika buyar ketika adegan intinya baru di mulai, dan orang yang bertanggung jawab akan hal itu tentu saja Amanda..
" Bener kan, Kamu ngelamun" goda Manda jail,
" Nggk" Jawab Arsen ketus
" Ngelamunin jorok yah?" Goda Manda lagi dengan senyuman mengejek .
" Apaan sih!" Arsen malah dibuat kesal dengan godaan jail nya Manda ...
" Hahahaha ... Berarti bener yah kamu lagi ngelamun in hal jorok" Tawa Manda pecah ketika dugaannya ternyata benar
" Iya, Aku ngelamunin hal jorok sama kamu, Puas!!" Jawab Arsen seadanya.
" Mau yang beneran?" tanya Manda menggoda, Ia menaik turunkan alisnya sambil tersenyum
" Bisa habis kamu kalo aku terima tawaran itu" Ancam Arsen
" Ah Masa?" Manda semakin gencar menggoda Arsen yang menurutnya semakin lucu
" Kamu tau, kalo aku sangat buruk dalam hal mengendalikan diri?" Ancam Arsen dengan menahan tubuh Manda..
Manda menatap tak percaya, kalo Arsen bisa menerima ancamannya..
" Gak lucu yah, Lagian aku gak takut sama sekali sama ancaman kamu" ucap Manda dengan membuang muka
" Mau bukti?, Tanya Arsen yang semakin tak bisa mengendalikan dirinya, Wajah memerah menahan gejolak has rat tak dapat ia sembunyikan lagi ..
" Kalo kamu mau, Aku bisa membuktikan nya disini" Bisik Arsen tepat di telinga Manda ...
BBRRAAKKKK.....
" Ah ...... Gi la kamu Arsen ...." Teriak Manda melepaskan dirinya dari himpitan tubuh Arsen, Ia langsung masuk kedalam kamar dan menguncinya..
Jantung yang berpacu dengan begitu kencang, Nafas yang mulai tidak beraturan dan sesuatu yang mulai terbangun jelas sangat terasa dari tubuh Arsen..
Sedangkan Arsen hanya tertawa melihat tingkah Manda yang dengan beraninya telah membangkitkan kan bi ra hi nya, Ia mengerang untuk mengeluarkan sesuatu yang tak bisa di tahannya lagi dengan menuntaskan nya di kamar mandi tanpa ingin diketahui Manda .....
.
.
.
.
.
__ADS_1
.