Ambisi Cinta Model Cantik

Ambisi Cinta Model Cantik
RUANG PEMERIKSAAN


__ADS_3

" Mau kemana kamu, Pagi-pagi udah rapih?" tanya Rey yang melihat penampilan istri nya ... Ia menatap penampilan Manda dari atas sampai bawah ....


" Mau Periksa anak aku " Jawab Manda ketus, Ia masih saja kesal pada suaminya karena kejadian Rey bersama Maya kemarin..


" Anak kita sayang..... " Ucap Rey penuh penekanan meskipun dengan nada yang lembut


" Kalo Anak kita, harusnya kamu bisa dong temenin aku periksa pagi ini, bukannya malah mau jalan sama Temen kamu itu .. " Manda semakin meradang, Meskipun semalam Rey sudah menjelaskan mengapa kemarin ia khawatir pada Maya dan mengusap punggung nya ...


" Kan semalam Mas udah cerita kalo Si Maya hamil sama pacarnya, dan sekarang pacarnya itu gak mau tanggung jawab... Ya Mas harus bantu dia lah, Dia kan sahabat Mas dari lama" Rey terlihat bingung,harus bagaimana lagi dia memberikan pengertian kepada Manda soal keadaan Maya yang butuh bantuan nya.


" Itu kan urusan dia Mas, Kok malah Mas yang repot" Protes nya yang masih saja tak terima...


" Dia kan sahabat Mas, Mas harus bantu dia Sayang"


" Lagian, Kamu gak bilang sebelumnya kalo mau periksa hari ini " Tangan Rey yang hendak mengelus kepala Manda, Langsung ditepis oleh nya, dia bahkan langsung berdiri dari duduknya ....


" Ya udah bantuin dia sesuka hati Mas, Kalo perlu nikahin sekalian "


" Mas sendiri yang bilang kalo mau periksa bilang, Tapi semalam aku baru mau bilang, Mas udah bikin janji duluan sama Si Maya, sampe bela-belain bolos ngantor segala lagi"


" Sayang.. Kamu tuh ngomong Apasih, Gak mungkin lah Mas nikahin Maya ... Mas kan udah ada kamu ..."


" Oh jadi kalo aku gak ada, Mas mau nikahin dia"


" Pleasa deh,, Jangan kaya gini .. "


" Ya udah Mas yang salah, Maafin Mas ya..."


" Sekarang Ayo Mas anterin kamu" ajaknya sambil berdiri hendak mengambil kunci mobil


" Gak usah, Aku bisa pergi sendiri... " ucap Manda dengan menunduk, Ia menyembunyikan mata nya yang mulai memerah, karena menahan air mata yang mulai tak bisa terbendung lagi ...


Manda pergi dengan tergesa-gesa, Ia tak mau Rey mengejarnya yang malah membuat dia semakin tak bisa mengontrol emosi nya ...


" Cantik ...., kamu lagi ngapain?" Suara yang begitu Manda kenali menyapa nya secara tiba-tiba membuat kunci mobil yang sedang Manda pegang langsung terjatuh...


Melihat wajah Manda yang malah menunduk membuat Arsen dibuat penasaran, Ia berjalan mendekati Manda dan mengambil kunci yang masih berada di bawah itu .. Dia lalu menatap dekat wajah Manda yang malah menatap ke arah lain, seolah ada yang di sembunyikan wanita tersebut

__ADS_1


" Kamu kenapa?, Ada masalah?" Tanya nya lagi, dengan suara yang begitu lembut .. Arsen menyentuh wajah Manda dan menghadapkan ke arahnya..


" Lihat aku, Kamu kenapa nangis begini?"


" Aku gak apa-apa.. " Jawab Manda yang mulai meneteskan beberapa bulir air mata


" Aku boleh minta tolong sama kamu?, Anterin aku ke dokter . Aku mau periksa kehamilan aku.. Dari semalam perut aku kram terus..."


Tanpa mengucapkan apapun Arsen langsung membawa Manda kedalam mobil, Pria itu terlihat begitu tenang meskipun dari kalimat yang ia ucapkan begitu terlihat kalo ia sangat khawatir pada Manda..


Sepanjang perjalanan Asren terus berusaha menghibur ibu hamil yang masih bersedih itu ..


Sekali-kali Manda tertawa meskipun dengan sorot mata yang menerawang ke depan ...


Tak ada pertanyaan apapun yang Asren tanyakan perihal penyebab wanita itu menangis, karena tugasnya adalah membuat Manda selalu tersenyum meskipun bukan hal yang mudah..


Dengan sabar, Arsen terus menemani Manda hingga masuk ke dalam ruang pemeriksaan...


" Kalo dokter Nesya tanya ini siapa gimana?" tanya Manda yang mulai masuk ruang pemeriksaan


" Kakak nya... , aku bakal jawab itu .. Jadi kamu tenang aja.. " Jawab Arsen seketika membuat Manda merasa tenang...


Untunglah, ternyata dokter yang menangani Manda adalah dokter ganti, karena dokter Nesya yang biasa menangani Manda tiba-tiba berhalangan hadir..


" Pasti anak pertama yah?" tanya dokter itu yang langsung mendapat persetujuan dari Manda ..


" Pasangan muda yang sangat kompak, Apalagi Ayah nya mau menemani Bunda periksa.. Benar-benar suami siaga ... " Manda dan Arsen hanya saling menatap, Mungkin mereka memang cocok menjadi sepasang suami istri.. Sudah bisa dipastikan kalo Asren Begitu senang mendengar penuturan dokter tersebut .. Ia langsung senyum-senyum sendiri sambil melirik Manda dengan alis yang terangkat sebelah..


" Kandungannya sehat, Hanya saja tolong yah, Bunda nya lebih di jaga lagi.. Lebih dibuat bahagia terus.. Kalo stress nanti malah membuat kehamilan nya terganggu, Seperti kram yang Bunda alami ..." Jelas si dokter sambil menulis resep obat dan vitamin..


" Dengerin tuh sayang, Kamu jangan stress begitu .. Yang percaya sama suami. Aku kan gak mungkin ninggalin kamu kalo kamu gendut" Ucap Arsen berpura-pura, Ia bahkan mengecup kening Manda dan mengelus perutnya untuk lebih meyakinkan lagi dokter tersebut kalo dia memang suami siaga yang begitu menyayangi istrinya..


Manda langsung melotot tajam, Bisa-bisa nya Asren melakukan hal itu padanya, Dia mencuri kesempatan dalam keadaan seperti ini .. Karena tahu kalo Manda tidak mungkin protes...


" Terima kasih dokter,, Kalo gitu kami permisi dulu" ucap Manda yang turun dari brangkar rumah sakit. Dia sedikit mencubit lengan Arsen yang sedang membantu nya turun dengan modus agar bisa bersentuhan dengan Manda ...


" Jangan protes dong. Soal yang tadi, Anggap aja, Aku lagi simulasi dini buat jadi suami siaga nanti... "

__ADS_1


Manda hanya tersenyum menanggapi ucapan Arsen itu, Pria itu sudah mengetahui kalo ia akan mengomeli nya ternyata...


" Tunggu disini, Aku mau ngambil obat kamu dulu " Arsen menyuruh Manda untuk duduk di bangku tunggu, Sementara ia pergi ke tempat penebusan obat yang tak jauh dari tempat Manda berada...


Manda terus menatap Punggung Arsen, Merasa kagum pada sosok laki-laki tersebut yang mau mengantar nya untuk datang kesini sampai Arsen tidak masuk kerja .... Manda tersenyum kala Mengingat kejadian tadi didalam ruang pemeriksaan dimana tatapan mata Arsen yang begitu bahagia kala melihat janin dalam layar komputer.. Pria itu bersikap seolah itu adalah anak nya sendiri yang sudah lama ia nantikan... Kecupan itu, Bahkan seperti seorang suami yang begitu menyayangi istrinya, Ungkapan terima kasih kepada istri nya yang sudah mau mengandung anak nya ...


Sekali-kali, Arsen melihat ke arah Manda duduk dan tersenyum begitu manis...


Tiba-tiba, ..


Bulir air mata kembali jatuh di pipinya.


Andai pria itu kamu, Yang tak pernah mengundang perempuan lain dalam hubungan kita ... gumam Manda sambil membuang nafas panjang...


" Ayo kita pulang, Atau mau mampir makan dulu" Tawar Asren yang sudah berada di hadapannya, pria itu berjongkok dengan satu kaki yang dilipat nya sambil memegang tangan Manda ...


" Apa aku terlalu memukau sampai kamu seperti ini?" goda Arsen yang kembali melihat Manda menghapus air mata nya tadi secara cepat..


" Kamu itu terlalu memuakkan, Wajah kamu itu selalu menyebalkan"


" Gak apa-apa lah, yang penting Aku tetep ganteng" Ucapnya dengan Percaya diri,


" Kamu liat, Istri yang di antar suaminya.. " Imbuh Arsen serius, Manda langsung menoleh ke berbagai arah, Melihat para pria yang sedang mengantar istri nya periksa kehamilan juga ..


" Gak ada kan yang lebih tampan dari pada aku " Mendengar ke percayaan diri Arsen, Manda langsung mencubit Arsen kembali, Ia mencubit perut pria itu agak keras.. yang membuat Asren meringis kesakitan..


" Istri aku, Tega banget sih " Ringis Asren sambil mengusap perutnya..


" Makanya, Percaya dirinya di kondisikan..." Ucap Manda sambil berjalan pergi ...


" Arsen ... Manda ...." Panggil seseorang dari belakang mereka berdua.. Keduanya langsung menatap satu sama lain ... Siapa sosok yang mengenali keduanya secara bersamaan...


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2