Ambisi Cinta Model Cantik

Ambisi Cinta Model Cantik
KALIAN AKAN BAIK-BAIK SAJA


__ADS_3

" Mau kemana sih Mee, ini masih jam empat pagi. Udah tidur aja lagi, kamu kan baru tidur tiga jam doang. Sini kakak peluk lagi " dengan mata terpejam Rey mengeratkan pelukannya pada Manda kembali, Ia terbangun karena merasakan gerakan Manda yang melepas pelukannya.


" Aku ... pengen ke kamar mandi kak " Ucap Manda gelisah, merasa tidak nyaman dengan area wanita nya


" ya udah hati-hati "


Rey yang kemarin siang menyusul Manda ke Bandung tentu saja menunggu istri nya itu hingga pekerjaan Manda selesai di jam lima sore, Meskipun Manda menyuruh nya untuk pulang duluan . Hingga akhirnya Manda pun pulang satu mobil dengan Rey, sementara mobil Manda di simpan di rumah orang tua nya karena mereka singgah kesana meskipun hanya sebentar.


Namun perjalanan pulang yang di tempuh ternyata lebih lama karena sebuah kecelakaan truk di jalan tol ...


" Akh ... Kakak .... Kak Rey " Panggil Manda dari dalam kamar mandi


" Kak .. Tolong aku " Jerit Manda kemudian


" Ya tuhan Mee, kamu kenapa ?, kok bisa begini, kamu abis jatoh ? " Rey yang masih menunggu Manda selesai dari kamar mandi nya langsung terlonjat kaget saat Manda memanggil nya ...


" Nggak, Aku gak tau " Wajah Manda terlihat ketakutan


" Oke tenang yah, kakak bersihin dulu , terus ganti celana kamu " Ucap Rey yang menutupi kepanikan nya. sedangkan Manda dengan wajah kacaunya, ia mulai meneteskan air matanya .. sambil meremas pundak Rey yang berada di hadapannya ..


" Kak, aku takut " Ucap nya dengan suara bergetar


Meskipun saat ini Rey merasakan kepanikan juga, Ia berusaha sebaik mungkin tetap tenang . Ia pun sebenarnya sangat bingung harus berbuat apa, ditengah kekalutan ini ...


" Kita ke Rumah sakit sekarang " Ucap nya dengan tiba-tiba mengangkat tubuh Manda, itu adalah jalan terbaik Apalagi darah segar terus mengalir di kaki Manda ...


Dengan perlahan Rey membawa Manda masuk ke dalam mobilnya, yang untungnya Asisten rumah tangga keluarga Rey saat itu sudah terbangun . dan sedang berada di ruang depan


" Bik, Tolong ambil kunci mobil saya. Terus bukain . Saya mau ke rumah sakit . "


" Non Manda kenapa ? " Ucap Bibik yang ikut syok melihat keadaan lemah Amanda


" Udah bik cepet, " Ucap Rey panik. Dengan sigap, Bibik Sarni pun langsung melakukan apa yang di perintahkan Rey


" Jangan ceritakan dulu apapun sama Papa, Mama ya Bik " Ucap Rey. Wajah nya sudah tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya sama sekali. Ia langsung melajukan mobil nya dengan cepet begitu pintu gerbang terbuka ....


" Ingat pesan saya Bik, Jangan cerita apapun " ucap nya sekali lagi sebelum ia benar-benar pergi ...


" Sayang yang kuat yah, kamu harus bertahan demi calon anak kita " ucap Rey sepanjang perjalanan, Ia bahkan terus mengelus perut Amanda sambil sesekali menoleh ke arah sang istri yang terus meringis kesakitan


" Kak... Ini gimana?" tanya Manda lirih disela tangisan nya


" Ingsya alloh gak apa-apa, kamu berdoa yah biar semuanya baik-baik aja "

__ADS_1


Begitu sampai di rumah sakit, Rey Langsung berteriak memanggil perawat. Ia langsung membawa Manda ke ruang IGD dan membaringkan tubuh Manda pada sebuah brangkar yang kosong .


" Sus, tolong istri saya pendarahan " ucap Rey, ia bahkan tidak berhenti mengelus kepala Manda,. memberikan kekuatan agar sang istri tidak panik


" Kenapa ini Bu?, " Tanya seorang dokter jaga yang baru masuk ke dalam ruangan .


" Selametin anak saya dok " lagi- lagi Rey yang sigap menjawab, karena Manda hanya diam menahan sakit nya


Dokter jaga itu mengukur tensi Manda, yang ternyata ia adalah seorang bidan yang kebagian jaga malam . sementara dokter obygyn yang biasa menangani Manda , dokter Nesya tidak berada di Rumah sakit, karena jadwalnya pagi sampe sore ...


" Saya sudah telepon dokter Nesya, beliau datangnya paling jam tujuh pagi pak"


Mengetahui hal itu semakin membuat Rey panik, Ia bahkan sudah tidak bisa menyembunyikan perasaan kalut nya.


" Kalian pasti baik-baik aja, " Ucap nya memberi dukungan meskipun dengan nada yang lemah .


Jam 10 malam, Manda dan Rey baru saja tiba di Jakarta setelah beberapa lama berkutat dengan kemacetan karena sebuah kecelakaan.


Manda, Sore itu ia bahkan kaget saat akan pulang ternyata Rey masih menunggu nya di Basemen hotel ..


" kita gak usah pulang hari ini, Nginep aja di hotel atau mau di rumah Bunda ?" tawar Rey sambil sesekali mengecek handphone nya


" Kenapa?, Besok kakak gak kerja ?" tanya Manda


Rey, ternyata laki-laki itu sudah mengantisipasi semuanya, ia menelpon bi Mirna agar menyuruh Pak Budi datang ke hotel Santika.


Rey yang melihat helaan nafas panjang Manda langsung membawa istrinya itu masuk kedalam mobil.


Ia seolah tahu kalau Manda akan mengajukan protes


Dan benar saja, setelah kunjungan mereka ke rumah Bunda untuk menginap akhirnya gagal karena Manda yang memaksa untuk pulang ke Jakarta dan tentu saja karena alasan pekerjaan ...


" Sayang, kamu tidur aja, Istirahat gih " ucap Rey beberapa kali mengulang kalimat yang sama


" Nggk, kakak fokus aja nyetir. Aku ngerjain desain sambil temenin kakak " Ucap nya sedikit menoleh ke arah Rey ...


" ya ampun sayang, kakak ngantuk " dengan berpura-pura menguap Rey melirik Manda yang terus menatap laptop nya


" Kalo kakak ngantuk tidur aja, Biar aku yang nyetir. dari pada -" tanpa menoleh Manda mengucapkan kalimat yang langsung di potong Rey


" Dari pada bahaya kan, Gimana sama kamu ? sikap kamu bisa membahayakan anak kita sayang. Lagian kakak bukan pengen kamu gantiin nyetir yah "


" Terus ?" Tanya Manda heran

__ADS_1


" Pengen Skinship dong, biar gak lemes nih . Biasanya kalo kamu sentuh suka bangun semua, kan kakak jadi seger lagi " dengan seringai menggoda Rey berhasil membuat Manda mendengus dengan gelengan kepala


" Skinship di mobil bahaya juga kak " Ucap nya datar


Sepanjang perjalanan hanya Laptop yang menjadi fokus ibu hamil itu,


" Sayang, kamu tuh pucet begini. Kita ke dokter yah mumpung masih sore " Rey nampak khawatir dengan kondisi Manda yang terlihat memprihatinkan


" Nggk kak, aku gak apa-apa " hanya itu kata yang keluar dari mulut Manda sedari tadi


" Dari tadi gak apa-apa terus, kenapa sih ngeyel banget dari pas jalan pulang diajak ke rumah sakit gak mau mulu, kalo sampe pagi masih begini kita ke rumah sakit gak ada penolakan. Lagain kakak tuh khawatir nya sama anak kakak bukan sama kamu "


" Akhh ... Iya khawatir sama kalian berdua, tapi ibu nya gak mau kan kakak khawatir in " ucap Rey meringis dengan menahan tangan Manda yang mencubit perutnya


" Terus sekarang mau gimana?" tanya nya, Ia jadi greget sendiri melihat Manda yang seperti sedang menahan sakit


" Bobo aja, Kakak elusin perut aku yah. besok deh kalo masih begini baru ke rumah sakit " Ucap Manda yang sedari tadi merasakan sakit lalu hilang lagi pada pinggang dan perut nya ...


" Mau sambil main gak?"


" Kakak, tolong yah mesumnya di kondisikan dulu "


Ya tuhan, kamu kenapa sih. Kenapa makin kesini perut aku malah makin sakit begini. Gumam Manda sambil merasakan elusan Rey di perut nya, Ia sebenarnya sudah merasa tidak nyaman dengan perutnya sedari sore tadi, Namun ia tidak mempermasalahkan kondisi nya itu... dan lebih memilih mengalihkan nya pada pekerjaan ...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mana nih para Raiders Like dan komentar nya, Selalu di tunggu Author loh .... 😘😘😘😘😍😍😍😍🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2