
Seorang pria yang masih terlihat gagah meski diusia yang tak muda lagi duduk bersama istri tercintanya. nampak mereka sedang mengobrol dengan orang tua amanda diruangan VVIP tempat dimana anak sahabat lamanya itu dirawat. Pak Dion dan Ibu Nia datang menjenguk manda setelah beberapa hari di rumah sakit.
" Ah aku tidak menyangka kita bisa bertemu kembali pak Rudi" ucap Pak Dion, ia terlihat sangat senang.
" tentu saja kita harus bertemu lagi, Kamu memang keterlaluan sampai tidak menemuiku lagi mentang-mentang sudah pindah tugas"
Mereka tampak akrab dengan obrolannya,
" Saya akan bantu usut kasus ini, kamu jangan menganggap saya orang lain. saya siap membantu kamu menemukan pelakunya"
" Benarkan kamu tidak berubah, selalu mengerti kalo saya butuh bantuan"
" Sudah tenang saja, meskipun saya bukan polisi tapi saya punya koneksi di kepolisian, dan saya jamin rahasia ini akan aman. saya juga tidak mau nama baik calon mantu saya tercemar, hahha"
__ADS_1
Nama baik amanda memang harus aman, Pak Rudi tidak mau orang jadi beranggapan miring terhadap manda yang pasti akan berakibat pula pada kehidupan manda nantinya.
Mereka benar-benar masih seperti dulu, meski bertahun-tahun tidak bertemu tetapi tidak ada rasa canggung sedikitpun.
Berbeda dengan dua pria itu yang asik mengobrol, pria tampan ini malah asik dengan tiga perempuan dihadapannya. Adi terus menggoda amanda agar ia tidak selalu mengingat kejadian itu. yang bahkan membuat dua wanita paruh baya ikut tertawa.
" Tante tahu kalo Anya galak banget kalo lagi kerja, udah kaya singa betina kelaperan" Ucap Adi yang mengadu pada ibu Rindi
" Ah iya dan itu karena singa jantan nya memang mengganggu" Ucap manda memberi pembelaan
" Akkkhh sakit, Mah" mereka tertawa, Apalagi manda yang langsung menjulurkan lidahnya
" Masa bun, waktu itu Adi ngomong sendiri sambil jalan lagi eh tiba-tiba teriak ANYA.."
__ADS_1
" Itukan karena kamu, aku lagi ngajak ngomong malah tiba-tiba ngilang"
" Makanya kalo lagi jalan jangan ngomel mulu, aku kan males dengernya. ah iya satu lagi bun waktu itu Adi dateng ke meja aku, dia langsung ngambil minuman punya aku, kata dia iihh apaan nih kok rasanya aneh begini, tau nya Adi minum jamu buat dateng bulan punya aku"
" Tante, Anya itu emang ngalahin jailnya aku, Aku sampe diketawain gara-gara di jidat aku ada tulisan Ketua Tim Killer, dan itu ditulis sama dia pas aku ketiduran dikantor, Apalagi kalo lagi makan bareng, suka aneh kenapa ini porsinya gak abis-abis eh taunya punya dia suka dimasukin ke piring aku, selalu begitu. makanya udah gak heran lagi, pasti kerjaan Anya nih. ntr kalo gak aku makan pasti ngomel panjang kali lebar semua fatwa dikeluarin, sampe ada fatwa sayangi yang ada dihadapanmu sebelum melirik ke arah lain. itu fatwa atau kode yah. aku jadi binging tan"
" dikantor itu kerja Adi, bukan tidur. lagian kamu tuh emang killer, terus salah kamu sendiri kalo makan suka cepet ya udah biar selesai nya bareng aku tambahin punya aku. kamu aja suka jail bikin malu lagi, masa tante waktu itu kan lagi meeting dia manggil aku Istri. ya ampun pada salfok semua jadi malah liatin aku"
" Wah kalian itu udah kode-kode an begini, Ah kamu lagi Adi gak peka banget sama perempuan. gimana yah ini bu Rindi apa harus kita segerakan" Ucap Bu nia yang malah senang dengan ucapan mereka berdua
" Segerakan apa?" tanya Manda dan Adi kompak
" Segerakan bikin kalian insyaf" ucap bu Rindi yang menggelengkan kepalanya, bisa-bisa mereka tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti.
__ADS_1
Malam itu Amanda terlihat sangat bahagia, Ia begitu menikmati waktu kebersamaan yang ia rindukan sejak dulu ketika Adi dan keluarganya masih dibandung.
Dalam waktu beberapa hari ini, kondisi manda sudah banyak mengalami kemajuan. hasil visum menunjukkan hanya Muka bekas tamparan dan tangan lebah akibat cekalan preman itu, sedikit membuat orang tua manda tenang. setidaknya mereka tidak melakukan hal yang tidak diinginkan. Dokter menyarankan agar Amanda jangan ditinggalkan sendiri apalagi melamun yang bisa membuat ia ingat kembali kejadian malam itu...