
Cukup lama aku terus memandangi isi dari hadiah yang Mas Rey berikan kemarin, Aku tersenyum sambil membayangkan bagaimana ekspresi nya ketika dengan wajah bingung nya masuk dari satu toko ke toko lainnya hanya untuk mendapatkan hadiah yang cocok untuk ku .. Isi nya mungkin hanya sebuah Bros dengan tampilan sederhana namun terlihat sangat elegan, Di tambah dengan sebuket bunga anyelir putih. Terkesan dengan sikap romantis nya tentu saja, Aku merasa menjadi wanita yang paling beruntung karena memiliki mu Mas...
Beberapa kali aku membolak-balik kan kotak Bros itu, memperhatikan dengan seksama Sebuah Merk bertuliskan Marni Brooch.
Ternyata ada harga yang harus aku bayar untuk menebus hadiah kecilku ini ... Aku terkekeh geli mengingat bagaimana Mas Rey meminta harga itu semalam ...
Em, Kira-kira menu apa yang cocok untuk sarapan nya pagi ini . Setelah pergulatan panas semalam ia pasti butuh energi banyak...
Beberapa resep di internet cukup menarik, fikirku. hingga pilihan ku jatuh pada Ikan, yaitu Tuna Grill dengan sayuran rebus dan potato mashed..
" Mas,, Mas bangun" Ucap Manda dengan menepuk bahu Rey berkali-kali.
" Engghhhh" sebuah lenguhan keluar dari mulut Rey tanpa ada pergerakan
" Ayo bangun, udah siang loh. Katanya mau ada rapat" Ucap Manda kembali, kali ini ia mengusap usap pipi Rey yang masih saja enggan untuk terbangun
" Lima menit lagi" Ucap Rey mencoba bernego
" Ayo ah bangun, Aku udah suapin air anget nya. Nanti kita sarapan bareng" tawar Manda yang mulai mengelus bibir Sexy suaminya itu
" Aahhhhh... Jorok kamu Mas" Teriak Manda kencang, Ia langsung menarik tangannya kembali, Tangan nya yang mengelus bibir Rey tiba-tiba dengan gerakan cepat Rey menahan dan menggapit di ketiak nya .
" hahahha ...." Tawa Rey puas, karena berhasil menjaili istri cerewet nya. Ia terkekeh melihat wajah Manda yang cemberut... Di detik berikutnya Mata Rey Tiba-tiba melotot kaget dengan yang Manda lakukan sekarang,,, Ciuman yang membangkitkan has rat nya kembali di pagi hari. Di tambah wangi lavender dari tubuh istrinya menyeruak di indera penciuman Rey membuat nya semakin tak terkendali, Semakin dalam Rey menekan tengkuk wanita nya, tubuhnya pun sudah kembali menegang..
" Mee.... Aaaahhhhhh....... Euhhhhh......" suara itu keluar karena tangan Manda yang ikut aktif meremas miliknya yang sudah On
" Mmee.......Awas kamu yahhhhhh .... " teriak Rey dengan wajah memerah nya, Has rat yang ingin kembali merasakan kepuasan seperti semalam hilang sudah, karena tiba-tiba Manda mendorong tubuhnya dan Pagutan bibir mereka pun langsung terlepas..
" Hahahh..... Satu sama Mas...." Jawab Manda sambil menghilang di balik pintu kamar. Mendengar ucapan itu, Rey menggeleng kepalanya frustasi, bisa-bisanya istri nya itu mengerjai nya seperti tadi, dan sialnya dia sangat menikmati kejahilan Manda..
Ampun kamu Mee, tega-teganya kamu bikin Mas main sendiri ... Gi La Nafsu gwe gede banget, semaleman dia udah kasih full service , Masa iya sekarang udah gak tahan lagi hanya karena ciuman...
Nafsu lho emang Gila Rey ...
" Pagi, Istri Sexy ku" sapa Rey melingkar kan tangannya di tubuh Manda, Ia menyibakan rambut Manda dan mengecup leher nya menggoda ..
__ADS_1
" Aaakkhhh..... Ampun Mee ...." Rey langsung mengusap tangannya yang terasa panas karena cubitan Manda
" Jail nya udah ah, Ini masih sensitif Mas bekas semalem, Masih sakit kalo di re*as Apalagi diputer ujungnya kaya tadi" Bisik Manda di kalimat terakhir yang semakin sukses membuat Rey menggila.
" Coba Mas pengen liat"
" Ntar malah pengen, Repot loh"
" Curang, Kamu ngomong gitu aja udah bikin Mas Tegang" Rajuk Rey
" Siapa bilang aku Nggk, Tapi sekarang waktunya bukan buat bikin adegan panas ,.. Udah ah ayo sarapan" ucap Manda menyuruh Rey agar duduk dan menikmati sarapannya.
" Mee, Menu nya gak kaya biasanya" tunjuk Rey pada hidangan yang ada dihadapannya
"Mas butuh asupan nutrisi yang banyak. dan aku fikir itu cukup buat pulihin tenaga Mas lagi" Jawab Manda santai,
" Makan dulu, baru kasih komentar. Lagian makin berasa banget perut Mas ngembang begitu, kayanya aku terlalu manjain perut Mas Rey deh," Ucapnya dengan melirik wajah Rey yang cemberut
" Yang butuh makanan kaya gini itu kamu, karena kamu lagi hamil bukan Mas"
" Ya udah suapin."
" Ini calon Daddy atau calon bayi sih, Makin hari kok malah makin manja aja" Gerutu Manda, tapi tak lama setelah itu ia langsung menyuapi Rey yang nampak bahagia.
" Enak, Cuma mas lebih suka nasi goreng buatan kamu" Komentar Rey di sela kunyahan nya
" Ya Ampun Rayyen.... Ini kamu lagi ngapain?" Teriak Mama Indri melihat tingkah anaknya itu
" Ada apa sih Ma?" Sahut Pak Ardian yang baru duduk di kursinya.
" Makan lah Ma, Apalagi" Jawab nya tanpa merasa berdosa
" Yang lagi hamil itu Manda kok malah kamu yang manja nya sih"
" Gak apa-apa Ma, Aku lagi sempet kok manjain Mas Rey" Ucap Manda membela suaminya,
__ADS_1
" Mama kalo mau manjain Papa juga gak apa-apa, Rayyen gak keberatan sama sekali "
" Rey, Kapan kamu pindah dari sini?" Tanya Pak Ardian datar tanpa melepas pandangan nya pada menu yang sedang ia nikmati.
Semuanya terdiam dan beralih menatap Pak Ardian, Entah apa maksud dari ucapan nya itu
" Papa ingin kamu benar-benar bertanggung jawab sepenuhnya sama istri dan calon anak kamu itu, sudah saatnya kamu berfikir untuk hidup mandiri. Kalo seperti ini terus kamu keenakan banget, gak mikir -mikir kamu tuh" jelas Pak Ardian,. semuanya tercengang dengan penjelasan yang mereka di dengar
" Pa, Rey tanggung jawab sama Manda. Rey cukupin semua kebutuhan Manda" jawab Rey, Ia seperti nya tidak terima dengan penuturan sang Papa
" Kalo gitu gak ada masalah kan kalo kamu segera nyari tempat buat kalian tempati"
" Pa, Maksudnya gimana ini?" ucap Mama Indri bingung
" Papa cuma ingin anak kita ini bertanggung jawab sama keluarga nya Ma, Cepat atau lambat anak kita ini memang harus keluar dari rumah Ini dan memulai kehidupan nya sendiri tanpa ada campur tangan Kita. Coba Mama liat sekarang , Papa liat belum ada perubahan yang berarti dari pola fikirnya. Ini bukan soal uang Ma, tapi cara Papa agar Rey jadi kepala keluarga yang lebih bisa membimbing keluarganya sendiri, lebih bisa mengambil keputusan nya sendiri, dan paling penting dia harus bersikap dan berfikir dewasa bukan manja-manja an kaya gini mulu, Gak Malu apa didepan orang tua kalian malah mesra-mesraan. Nah kalo di rumah sendiri kan enak mau ngapain juga terserah kalian dah. Coba kalo sekarang privasi kalian cuma di kamar doang "
" Iya Pa, Papa Bener. Secepatnya Rey akan cari tempat sendiri" Rey sempat terdiam, ia cukup terkejut dengan perintah Pak Ardian yang sepertinya tidak ingin di bantah. Namun setelah ia menyadari kalo yang diucapkan Papa nya memang benar. Meskipun ia anak tunggal dari orang tua yang kaya raya namun pada kenyataannya Pak Ardian tetap ingin anak nya itu bisa sepenuhnya bertanggung jawab atas hidupnya tanpa embel-embel harta atau kedudukan orang tua nya..
" Baguslah kalo kamu ngerti" Ucap pak Ardian menepuk bahu putranya, ia yang sudah menyelesaikan sarapannya langsung berlalu pergi ...
" Ma, Papa bener kok" Ucap nya lagi menenangkan sang Mama yang tidak terima atas keputusan suaminya
" Rey, Papa kamu keterlaluan. Kamu ini anak Mama satu-satunya, Mama gak mau jauh dari kamu lagi. cukup waktu kamu kuliah di luar aja, sekarang jangan lagi. Mama gak terima keputusan Papa mu. Pokoknya kalian gak boleh kemana-mana, apalagi Manda lagi hamil, Mama gak mau Manda tinggal sendiri kalo kamu lagi kerja, Mama takut Rey" Ucap Mama Indri mengeluarkan pendapat nya di tengah Isak tangis nya yang mulai keluar. bisa-bisa nya suaminya memberi keputusan itu tanpa bertanya pendapat nya terlebih dahulu
" Ma, Kayanya Papa kesel sama Mas Rey karena Mas Rey mau punya anak, Mungkin Papa juga pengen Ma"
" Manda, Ih kamu malah godain Mama begitu"
" Heheh, Iya Ma maaf"
.
.
.
__ADS_1
.