
" Kak Rey" ucap manda menggerakkan tangannya didepan wajah kekasihnya. Ia yang baru turun dari mobil malah dibuat heran dengan tingkah Rey yang malah bengong di hadapannya,
" Ah iya sayang" seketika lamunan Rey terhenti, Tampilan manda dengan kebaya modern beraksen brokat berwarna peach berpadu dengan rok lilit tampak menawan apalagi dengan sanggul gaya twisted modern semakin menambah keanggunan bagi manda.
Ia yang baru turun dari mobil langsung menatap Rey heran, pasalnya Rey yang berniat membantu ia turun dari mobil rombongan pengantin malah diam dengan tatapan kagum pada manda.
" Sayang, kamu cantik" ucap Rey kikuk. Ia merasa malu karena sikapnya tadi
" maksud aku, kamu cantik banget hari ini. Apa sebenarnya kamu yang jadi pengantin hari ini."
" Calon suaminya aja belum siap" Ucap manda datar, yang berjalan meninggalkan Rey.
" sayang, kakak siap kalo setelah pernikahan kak Angga. kita ikut nikah juga"
" Aku gak mau buru-buru"
" Mee" Rey langsung menahan langkah manda. ia menatap manda dengan penuh cinta
" Kakak sudah siap, bahkan jauh sebelum sekarang. dulu ketika kakak bilang suka sama kamu, dari situ kakak bukan cuma siap jadi pacar kamu tapi siap juga jadi suami kamu"
sepanjang acara berlangsung Rey sama sekali tidak melepas genggaman tangan manda, ia benar-benar menunjukkan kalo sekarang manda adalah miliknya.
" Mee, tau gak nanti malem kak Angga bakal ngapain?" ucap Rey menggoda
" yang pasti nggak seperti yang kakak fikirin" ucap manda datar, ia terkadang merasa risih kalo kekasihnya itu membahas hal mesum
" Emang kamu tau apa yang kakak fikirin?"
" Nggk, aku cuma liat muka kakak aja. dari tadi muka nya mesum begitu liat in aku, baju aku terlalu terbuka yah"
" Emang kakak udah mesum banget sama kamu, mau baju apapun yang kamu pake, fikiran kakak traveling mulu"
Bugh
" Aish dasar mesum" Ucap manda seraya memukul Rey dengan tas nya ..
__ADS_1
" Mesum begini juga kamu suka" Rey merasa senang karena berhasil membuat wajah manda merah merona.
" Kalian itu bisik-bisik mulu deh, ngomongin apaan sih sampe muka si manda merah begitu" ucap indira yang beberapa kali memperhatikan interaksi pasangan dihadapan
" Indira, lho kaya gak tau Kakak sepupu lho kaya gimana. gwe tebak lho lagi godain Anya kan. muka lho udah menjelaskan semuanya"
Seorang MC yang berada di atas panggung mempersilahkan bagi siapa pun yang akan menyumbangkan sebuah lagu bagi pengantin...
Setelah sebelumnya Angga yang menyanyikan lagu Favorit Girl milik Justin Bieber. lagu yang sukses membuat sang istri tersipu malu.
" Kak, cobain deh kuenya. Ini kayanya kue resep baru" ucap Manda dengan memasukkan satu potong kue kedalam mulut Rey.
" Enak Mee, cobain ntar bikin. Ah kakak jadi seret. kakak ambil minum dulu yah"
Setelah Rey pergi, Manda kembali melanjutkan obrolan nya dengan Indira.
I knew that it was time to tell you how I feel
So I made a move, I took your hand
My heart was beating loud like I've never felt before
I think you're the one I've never seen before
I want you to know
I love you the most
I'll always be there right by your side
'Cause baby, you're always in my mind
Just give me your forever
I want you to know
__ADS_1
That you'll be the one
And I'll be the guy who'll be on his knees
To say I love you
And I need you
And say I'd die for you
Lagu romantis tiba-tiba menggema diruangan ballroom, semua mata tertuju pada satu pria tampan yang berjalan menuju kekasihnya.. Ia berjalan membawa manda menuju panggung utama... Manda menatap tak percaya kalo Rey mampu melakukan hal ini padanya, padahal semalam ketika disuruh bernyanyi ia bilang tidak mau karena suaranya pas-pasan. tetapi sekarang lihatlah laki-laki dengan beribu cinta membawa masa depan indah datang ke hadapan Manda. Ia berlutut tanpa melepas tatapan matanya pada sang kekasih.
" Mee, Aku datang padamu bukan dengan banyak janji, tapi percaya padaku, aku akan melakukan apapun untuk bisa membuat mu bahagia. Mee, will you marry me?"
Manda sungguh dibuat takjub dengan apa yang Rey lakukan, Ia bahkan sampai menitikan air mata, ia mengangguk pelan .
" Kakak" Ia langsung memeluk pria didepannya
" Yess, I will. I will." Rey mengeratkan pelukan manda. Semua tamu undangan bersorak gembira, mereka ikut bahagia atas pasangan di atas panggung yang sedang dimabuk cinta...
" Mee, Apa kamu gak mau lepasin kakak. Kakak seneng sih tapi bikin kakak gak kuat juga, hehhe" Rey menggoda Manda yang masih memeluk nya. Wajah Manda langsung berubah merah merona, ia seakan tidak peduli dengan alam dan sekitarnya yang terus menyaksikan perbuatan mereka ..
Flashback on
" Persiapan kan dirimu, Ayah manda nerima kamu. Inget jangan bikin ulah lagi kaya kemarin" ucap Pak Ardi menepuk bahu putranya..
" Iya pah, Rey udah siap banget malah. Rey juga udah bawa cincin buat lamar Manda besok, sekalian di nikahan kak Angga. Hufft Untung aja Pak Rudi gak tau kalo aku sempet putus sama Manda" Rey sangat merasa lega dengan kabar yang disampaikan papa nya
" Siapa bilang, Pak Rudi udah milih kamu dari awal Rey, kamu ingetkan siapa laki-laki yang di bawa manda ketemu orangtua nya. Nah menurut Pak Rudi itu sudah sangat menjelaskan bagaimana perasaan manda sebenarnya sama kamu, Anak itu giliran kerja emang gak perlu diragukan lagi tapi memahami perasaan sendiri gak bisa. Namanya orang tua memang lebih bisa memahami anak nya lebih baik dari anak itu sendiri. yah seperti manda, dia gak bilang mau milih kamu atau Adi, tapi orang tua langsung tau kalo anak nya menginginkan siapa, mencintai siapa dan membutuhkan siapa.
" Pah serius, Pak Rudi tau kejadian kemarin?"
" Tentu saja dia harus tau, Papa gak mungkin nutupin kejadian besar kaya kemarin sama orang tua manda kan, gentle lah Rey mengakui kesalahan kita dimana. sehingga hubungan kalian gak ada yang ditutupi sedikit pun, gak ada kebohongan soal kamu yang pernah membuat manda kecewa" Rey hanya menunduk mendengar nasihat pak Ardi, sampai pak Ardi menepuk kembali bahu anaknya itu
" Iya pa, maafin aku. gara-gara aku papa sama mama hampir kehilangan mantu idaman"
__ADS_1
" Yang hampir kehilangan itu kamu, kehilangan cinta mu"
Pak Ardi langsung pergi meninggalkan Rey agar dia bisa merenungi kesalahan nya. Pak Ardi kembali ke kamar nya di sebuah hotel Bandung. Keluarga Rey, Indira, dan Adi memang menginap di hotel karena rumah manda sudah penuh dengan keluarga inti dari Pak Rudi dan Bu Rindi.