Ambisi Cinta Model Cantik

Ambisi Cinta Model Cantik
ENAK TAPI ADA BAUNYA


__ADS_3

Aku mengerjapkan mata dengan lenguhan khas bangun tidur, Jam berapa ini? gumam ku masih dengan mata terpejam..


" Masih pagi, tidur aja lagi" ucap Mas Rey lembut, dia lalu mengecup bibirku, tercium bau paper mint dari mulut mas Rey, lalu menyeruak pula wangi parfum maskulin yang biasa mas Rey gunakan, Itu artinya dia sudah bangun dan sudah mandi juga, tingkat kesadaran ku yang baru dua puluh persen tiba-tiba, Ting ... Jam berapa ini? ucap ku tersentak kaget melihat jam yang berada di sebelah ku..


" Mas kenapa gak dibangunin sih" Rajuk ku pada Mas Rey yang tengah menggunakan dasinya sendiri, padahal biasanya dia selalu meminta ku untuk memasang kan nya. kata nya sih biar lebih rapih, padahal emang Mas Rey nya aja yang manja . buktinya dasi yang ia pasangkan bisa serapih itu juga.. Aku tersenyum melihat suamiku yang kalo aku perhatikan ternyata sangat tampan juga .. Hahahaha,, Untuk ukuran pria Indonesia Mas Rey termasuk kategori sangat tampan lohh, dengan nilai ketampanan sembilan dari sepuluh, itu belum termasuk good ran jang dan good dompet...


" Sekali-kali bangun siangan gak apa-apa kan" Lagi-lagi aku dibuat tak berdaya dengan Ucapan nya yang selalu membuat aku meleleh...


Aduh Mas kamu kok manis banget sih..


" Aku kan jadi gak bisa bantu kamu siap-siap, sarapan juga jadinya bukan aku yang bikin, buat makan siang juga jadi nya gak di bawain" Gerutu ku yang tetap saja merasa bersalah tentunya, Entah mengapa aku merasa tidak tenang sebelum aku sendiri yang memastikan semua kebutuhan Mas Rey terpenuhi dengan baik ..


" Sayang, Mas gak tega lah bangunin kamu. keliatan banget kamu cape begitu" Ucap Mas Rey yang semakin lembut,


" Puas gak sama hadiah semalam?" Tanya Mas Rey dengan tersenyum, Entah itu pertanyaan menggoda atau meledek,


" Menurut Mas?" tanya ku balik, Lihat saja keadaan ku yang sampai terkulai lemas karena kegiatan semalam. masa iya gak puas, tanpa bertanya pun sudah sangat terlihat jelas kan...


" hehehe... Maaf yah.. Mas janji nanti malam reka ulang nya lebih puas lagi" Ini sih akal bulus nya Mas Rey yang mulai beraksi

__ADS_1


" Mas ...." Rajuk ku dengan wajah pura-pura cemberut, yang benar saja, ini masih pagi dan Mas Rey sudah mengatur jadwalnya lagi untuk me niduri ku...


" Iya.." Jawab Mas Rey yang menyatukan bibir nya dengan bibir ku, Pagi-pagi dikasih yang beginian mana bisa kan nolak... Apalagi aku sebagai istri yang selalu bersyukur atas apapun pemberian suami...


"Enak tapi ada bau nya" Ucap Mas Rey mengelap ujung bibirnya yang basah karena ulahku... Aku langsung melotot tajam pada Mas Rey, udah tau baru bangun tidur ya pasti bau lah. salah siapa coba, yang mulai duluan kan Mas Rey. Posisi ku disini hanya pihak yang membalas setiap perbuatan nya .. Lihat lah tanpa ber dosanya Mas Rey malah tertawa


"Ya udah kamu lanjut bobo aja. Mas berangkat dulu yah" pamit Mas Rey yang terus mencium wajah dan perutku.. Alah ... Bau-bau juga doyan ...


" Hai anak papa, baik-baik yah sama Mama... Papa berangkat kerja dulu" imbuhnya lagi tanpa berhenti memberikan ciuman ...


" Istirahat aja" Perhatian kecil kembali Mas Rey berikan sebelum akhirnya dia berjalan keluar kamar, Aku terdiam menatap pria yang semakin lama semakin membuat aku jatuh cinta ini...


" Mas .." Panggil ku yang memberhentikan langkah nya di depan pintu kamar ...


Mas Rey menoleh dengan mengkode ada apa? apa dia melupakan sesuatu.


Ia tersenyum saat aku berjalan menghampiri nya


" Jangan lupa cepat pulang untuk reka ulang adegan kita nanti malam" bisik ku dengan suara sen sual...

__ADS_1


" Love you more Tuan Rayyen Mahesa" ucap ku sambil mengecup bibirnya.. Seperti nya aku memang ketularan meseum nya Mas Rey...


" Udah sana kerja" Dengan cepat aku melepaskan Pagutan bibir kami dan mendorong tubuh Mas Rey untuk keluar kamar, lalu menutup pintu nya


" Me... Me..." terdengar suara serak panggilan Mas Rey, dia bahkan berkali-kali mengetuk pintu kamar


" Sayang" ucap Mas Rey akhirnya dengan helaan nafas panjang..


Aku bahkan tidak berhenti tertawa karena tingkah ku barusan yang sudah berhasil membangkitkan gai*ah nya. Maafkan aku Mas, Sungguh aku tidak bermaksud seperti itu..


" Awas yah, Mas pulang habis kamu" Wah ternyata Mas Rey masih berada dibalik pintu ini.. yang artinya dia mendengar suara tawaku ....


" Aasiiapp Mas..." Jawabku berteriak... baru setelah itu aku mendengar suara langkah kaki Mas Rey yang berjalan menuruni anak tangga..


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2