Ambisi Cinta Model Cantik

Ambisi Cinta Model Cantik
AKAN AKU JAGA KAMU


__ADS_3

Jam lima Indira bangun dari tidurnya, tulisan online masih terlihat dikontak handphone nya.Ia memang suka tertidur tanpa sempat keluar dari aplikasi miliknya itu. Indira membuka hp nya melihat beberapa panggilan tidak terjawab dari Manda, di situ tertulis pukul 1 dini hari.


Kebiasaan emang tuh anak suka ganggu orang tidur aja, mau ngapain coba jam segitu masih telpon gwe, insomnia kok ngajak-ngajak.


Indira pun membuka voice note yang dikirimkan manda, ia yang baru keluar kamar mandi mendengar kan voice note tersebut yang biasanya berisi ocehan- ocehan absurd manda yang mengeluh karena susah tidur.


" Indira,Indira" voice note pertama yang dikirim manda dengan suara yang mulai takut.


Gak lucu manda, suara lho gak ada takut-takutnya, malah kaya lagi godain cowok tau gak, haha


" Indira, tolong gwe. Indira angkat telepon nya. Indira, Akhhh" Indira langsung mengambil handphone yang baru ia letakan, ia mendengarkan dengan seksama kalo itu bukan candaan manda, Indira benar-benar terkejut apalagi disitu terdengar suara menyeramkan seorang laki-laki. Indira sudah sangat khawatir dengan keadaan sahabatnya itu, beberapa kali ia menelpon tapi tak ada jawaban. Ia menjadi kalut, fikirannya buntu harus bertanya pada siapa. Rey, iya Rey ...


Satu panggilan dua panggilan tidak diangkat


" Kak Rey, hallo. lho dimana kaka?,"


ucap indira panik


" Ada apa bocah pagi-pagi ganggu orang aja, gwe di rumah lah" Ucap Rey kesal. Ia baru saja terbangun dari tidurnya karena suara telpon yang terus berbunyi


" Kak Rey, Manda kak. Manda "


" Bocah jangan bikin orang panik pagi-pagi, Ngomong apa sih lho, manda kenapa?"


" Ahh, pokoknya kakak kesini sekarang. Cepet kak" Indira bahkan sudah menangis.


" Iya oke gwe kesana sekarang, awas aja lho kalo ngerjain gwe" Panggilan langsung terputus. Rey ikut panik dengan suara indira yang mengkhawatirkan. Ia buru-buru menuju rumah orangtuanya indira.


" Assalamualaikum tante" Rey yang melihat Mama Miya berada di meja makan dengan muka tenang. membuat nya heran apakah indira memang mengerjainya.


" Wa'alaikum salam, eh Rey. Ngapain pagi-pagi udah kesini" tanya mama miya, heran melihat kedatangan keponakan nya itu di pagi buta seperti ini.


" Itu tan, Mau ajak Indira jogging" Ia merasa di permainan kan oleh indira, bagaimana mungkin indira menelpon dengan panik sementara mama miya saja yang berada satu rumah nampak tenang


Sialan lho indira, awas yah lho.

__ADS_1


" Indira baru masuk kamar, susulin aja"


" Iya tan, Rey ke atas dulu yah"


Rey berjalan dengan kekesalannya, menuju kamar indira.


" Indira, dasar lho saudara gi la emang lho, pagi-pagi.." ucapan itu terhenti saat rey melihat Indira sedang menangis.


" Cukup In, gwe udah gak mempan sama sandiwara lho"


" Kak, gwe gak becanda. denger nih" indira memberikan hp nya. Layar hp yang sudah menunjukkan chat story dari Manda.


Rey mulai mendengarkan dengan seksama, tak lama ia langsung berjalan ke luar dengan tergesa-gesa, Indira hanya mengikutinya dari belakang.


Mobil hitam itu langsung membelah jalanan ibukota yang masih agak sepi. Kecepatan sudah diatas rata-rata. tujuan nya adalah apartemen manda, mencari sosok wanita yang telah membuat nya khawatir.


Ceklek pintu terbuka, Indira dan Rey sangat kaget melihat seorang pria tengah menggunakan bajunya.


Adi, Dia yang merasakan lengket di tubuhnya meminta izin untuk membersihkan dirinya. tapi nampaknya bik asih memberikan baju ganti milik Rangga kakak dari Manda yang memang ada beberapa yang disimpan disini...


" Kak Rey berhenti kak," Cegah Indira


Suara gaduh yang terdengar dari ruang tamu membuat seseorang terbangun. Ia keluar dari kamarnya dengan perlahan. Adi yang sudah tersungkur ke lantai dengan beberapa bekas pukulan di wajahnya, membuat Manda kembali histeris. Ia kembali merasakan takut yang amat sangat, " Bunda tolong manda" Ucapan itu keluar dengan sangat sendu, Manda langsung berjongkok memegangi kedua kakinya, Ia kembali menangis dengan mata yang tertutup.


Adi langsung menghampiri manda, kembali menenangkan dia. Begitu pun dengan Indira meski ia tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi, tetapi melihat manda menangis histeris langsung membuat ia ikut menenangkan manda. Sementara Rey ia langsung bertanya pada bik asih yang ikut menangis melihat amanda tadi, bik asih menjelaskan apa yang ia tahu dari Adi. hal itu membuat Rey sangat frustasi, ia menyesal meninggalkan Manda di basemen hotel semalam.


Mee semalem lho kemana sih, kok bisa sampe begini. bodoh gwe emang bodoh ninggalin lho sendirian disana...Aakkkh suara teriakan frustasi Rey memenuhi ruangan itu, membuat manda semakin menangis histeris, Ia menutup telinganya " Bunda, bunda, tolong manda, Ayah tolong manda takut, Kak Angga tolong manda" Ia terus menyebut nama-nama itu, nama yang selalu melindungi manda dalam keadaan apapun, tapi tidak kali ini karena mereka berada jauh dari manda..


" Manda tenang yah, gwe ada disini. gwe selalu ada buat lho" Indira memeluk manda dengan erat, ia juga ikut menangis.


" Indira, Indira tolong aku" Ucap manda langsung menatap wajah Indira.


" Lho udah aman, jangan takut lagi yah" Kembali indira mendekap Manda. memberi kekuatan dengan pelukan yang ia berikan...


Sementara adi hanya mengusap kepala manda,

__ADS_1


" Lho tuh harusnya dengerin gwe manda, berhenti dari kerjaan model kamu itu, Kalo lho nurut pasti semuanya gak bakalan kaya gini"


Ucap Rey dengan suara yang masih agak keras.


" Lho mending keluar deh, lho malah bikin Anya makin takut"


" Gwe gak mau, gwe mau disini" Ucap Rey yang mulai mendekat ke arah Manda, yang mana membuat manda kembali ketakutan


" Sia lan emang lho, keluar gwe bilang" Indira langsung memberi anggukan agar mengikuti ucapan Adi


" Bre ngsek emang lho" Adi langsung menarik Rey untuk keluar, Ia geram dengan sikap Rey


Bugh " Karena lho gak becus jaga Anya"


Bugh " Pukulan kedua karena lho bikin Anya takut dan nangis lagi" dan Bugh " Pukulan ketiga balesan karena lho tadi mukul gwe, An jing emang lho"


Rey yang sudah tersungkur mengelap sudut bibirnya.


" Yang An jing itu lho, Kalo aja lho gak dateng lagi ke hidup manda, dia gak bakalan kaya gini. gara-gara lho dia ragu sama gwe, gara-gara lho dia semakin jauh sama gwe"


" Bre ngsek emang lho, Anya tuh selalu nolak gwe karena lho, tapi sekarang gwe jadi tau cowok bre ngsek kaya gimana lho, lho gak bisa jagain Anya. dan mulai sekarang gwe pastiin gwe yang bakal jaga dia lebih baik dari lho, dan gwe pasti dapetin anya, gwe bakal rebut hatinya dari lho"


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2