
Muka merah padam dengan air mata yang mulai keluar dari pelupuk matanya, menahan Penyesalan dan Ketakutan menjadi satu.
Rey tersentak melihat bulir bening keluar begitu saja dari ujung mata Amanda, baru kali ini ia melihat perempuan itu menangis
Rey langsung kembali ke tempat ia duduk.
" Aku tidak mungkin melakukan itu padamu" Ucap Rey menyesal. Manda hanya diam, dia menatap wajah Rey.
" Kak..."
" Keluar, kamu bawa mobil sendiri kan"
Manda hanya diam
" KELUAR KATAKU"
Perasaan menyesal langsung menghampiri Rey, Baru kali ini ia memperlakukan amanda seperti itu. Ia sungguh malu dengan dirinya sendiri yang malah melukai hati wanita yang dicintainya.
Manda keluar dari mobil, Ia melihat mobil hitam milik Rey yang langsung pergi meninggalkan nya di basemen itu, Ia terus memanggil nama Rey, berharap Rey akan kembali dan memaafkan segala kesalahannya, Kesalahan yang telah melukai hati Rey sampai ia berbuat seperti tadi.
Manda terus menangis, sementara hari sudah sangat larut. Ia terus menangis didalam mobilnya, memikirkan kesalahan dan keegoisan nya sendiri, obsesi yang seakan tidak ada habisnya. berfikir bagaimana nantinya kalo Rey akan benar-benar meninggalkan nya, bagaimana kalo Rey dan Maya memang akan serius dalam hubungan nya. Apa yang harus ia lakukan, merasakan kembali kehilangan orang yang ternyata sangat berarti dalam hidup kita. seperti dulu saat kepergian Adi, sungguh rasa kehilangan itu sangat besar bagi manda.
Seseorang terasa istimewa ketika dia bukan lagi milik kita.
__ADS_1
Perlahan Manda menguatkan dirinya. Ia menyalakan mobilnya dan akan kembali pulang. Sepanjang jalan Ia hanya melamun, Perasaan nya sangat lah hancur kali ini.
" Akh, Kak Rey Maafkan aku. Aku memang egois, aku menginginkan segalanya secara bersamaan" Manda terus berteriak didalam mobil...
Manda memberhentikan mobilnya, sebuah jalanan yang tampak sepi karena waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Melihat ke arah ban mobil nya yang ternyata kempes.
Manda terus mengumpat, dia menendang ban mobil yang kempes itu.
Rasa takut mulai menghampiri,
" Si al an, bagaimana ini. aku harus minta bantuan siapa" Siapa yang bisa menolongnya. Rey, mana mungkin ia menghubungi pria itu. ah sungguh mustahil bagi Manda. Adi, ah iya adi. Ia beberapa kali menelpon sahabat nya itu berharap Adi mengangkat telponnya. tapi beberapa kali mencoba telponnya tidak di angkat juga, adi pasti sudah tertidur. Ia membuka kontak Indira, satu harapan muncul melihat Indira yang masih online. Ia menelpon tapi tak ada jawaban. Ia mencoba mengirim voice note.
Indira, Indira. baru kalimat itu yang keluar dari mulut manda, dua orang pria terlihat datang menghampirinya, dari arah yang tidak tersorot lampu jalanan membuat manda tidak bisa melihat dengan jelas
Indira tolong gwe, indira angkat telponnya, Akhhh . Manda berteriak begitu preman itu menariknya dan membuat ia tersungkur ke aspal.
" Hy sa yang, se dang a paa ka mu di si ni, a pa ka mu men cariku"
" Perem puan can tik tid ak baik ber kel iaran di lu ar ma lam be gini , ayoo ik ut saja den gan kami" preman itu terus berjalan sempoyongan di depan Manda..
Indira.... bantu aku, aku mohon indira.
INDIRA TOLONG....
__ADS_1
Manda kembali berteriak ketika preman itu memegang tangan nya, Manda terus melawan. Manda kembali terjatuh, preman itu menarik baju yang manda gunakan. SSREEKK.
lengan baju itu sobek. Air mata terus berjatuhan bersamaan dengan teriakan minta tolong dengan mulut yang bergetar menahan takut. Ia berharap ada seseorang yang bisa membantu nya... PLAKK
satu tamparan di dapat Amanda, Ia yang terus melawan membuat preman itu geram, preman itu tanpa ragu melayangkan tangan besar nya pada pipi mulus manda. Preman itu mengangkat wajah manda. Manda sudah tidak bisa melakukan apapun, tenaganya yang sudah habis di pakai bekerja seharian dan ternyata melawan pun tidak ada gunanya ...
Suara tangisan masih terdengar, hanya itu yang bisa ia lakukan.
.
.
.
.
.
.
Akan bagaimana kah nasib manda??,
.
__ADS_1
.