
" Jelasin sejelas-jelasnya apa yang sudah terjadi semalam ! " Ucap Pak Ardian emosi, Bik Sarni yang mendengar suara keributan antara Rey dan Manda semalam ternyata memberitahu perihal kejadian itu kepada Pak Ardian dan Bu Indri,
Mereka pun memutuskan untuk pulang ke Jakarta dengan penerbangan awal Karena merasa khawatir dengan Apa yang terjadi antar rumah tangga anaknya ... Apalagi dengan kepergian Manda ...
" Kamu mau diam saja atau mau menjelaskan, Lihat Mama mu tidak berhenti menangis dari semalam karena ulah konyol mu itu " Ucap Pak Ardian semakin tegas, sementara Bu Indri hanya menangis ... dia bahkan tidak sedikit pun menatap anaknya yang terus menunduk karena rasa bersalah nya ..
" Pa, Ma . Maafin Rey "
Bugh ... Bugh ... Bugh
Beberapa pukulan langsung di layangkan Pak Ardian tepat di wajah dan tubuh Rey, Meluapkan perasaan kesal dan kecewa yang sudah ia tahan ..
" Pa .. Jangan, Mama yakin Manda pasti kembali lagi kesini " Ucap Bu Indri menghentikan pukulan suaminya, Ia bisa melihat sorot mata kecewa suami itu ..
" Maafin Rey Pa. Rey emang salah karena sudah menyakiti Manda dan menyuruh nya untuk pergi, "
__ADS_1
Ucap Rey bersimpuh di kaki sang ayah ..
" Papa udah bilang agar kamu tidak bermain-main di kantor , Papa fikir kamu cukup dewasa untuk mengerti ucapan Papa ... Papa gak mau tau, Selesaikan permasalahan kamu sendiri . Papa gak akan ikut campur urusan rumah tangga mu " Pak Ardian mulai menurunkan nada bicaranya,ia menghela nafas panjang untuk mereda emosinya
" Kamu mungkin sudah berhasil mendapatkan Manda, tapi Apakah kamu juga mampu untuk mempertahankan dia tetap disisi mu . Rey, pernikahan itu bukan hanya sebulan dua bulan . Cobalah untuk lebih dewasa lebih bisa memahami dan memaafkan segala kesalahan Manda. terkadang kita memang harus menutup penglihatan dan pendengaran kita agar kita tidak mengetahui akan kesalahan pasangan kita. Sekarang Kamu menikahi nya berarti kamu sudah siap dengan segala konsekwensinya. siap menerima egois nya, keras kepalanya, ambisius nya, cerewet nya, dan segala hal yang kamu tidak suka darinya ... hanya karena kamu sudah memiliki nya dengan ikatan pernikahan lalu kamu bisa seenaknya bersikap padanya, Kamu tidak bisa seperti ini terus Rey, Hanya karena kamu kecewa mengenai keguguran yang terjadi pada Manda lalu dengan mudahnya kamu berubah, semuanya sudah ada takdir yang mengatur Rey ... Ingat itu !! dan Manda, Papa yakin dia bukan perempuan keji yang dengan tega menghilangkan bayi nya sendiri . Pasti akan ada rencana yang lebih yang sudah tuhan atur atas kejadian itu, pasti akan ada gantinya Rey ... " Pak Ardian menasehati Rey dengan panjang lebar, Membuat Rey semakin dilanda rasa bersalah yang teramat besar ... Fikirannya langsung berputar mengingat bagaimana perjuangan nya dulu disaat Manda belum menjadi istrinya. Perjuangan panjangnya meyakinkan Manda kalo dia memang pantas untuk memiliki Manda, tetapi kenapa sekarang dia malah menyia-nyiakan perempuan itu. Dan saat ini, Rey hanya ingin memeluk istrinya itu ...
" Manda mungkin melakukan sebuah kesalahan, tetapi dia tetap istri mu, Ingat baik-baik ucapan Papa. Sudah, sekarang selesaikan masalah mu " Ucap pak Ardian menepuk bahu putranya .. Ia pun berlalu pergi ..
" Ma ... Maafin Rey Ma.." Rey berlutut di depan ibu nya yang belum berhenti menangis . Rasa sedih, kecewa dan takut tergambar jelas diwajah Mama Indri ..
" Kenapa Ma,? Rey harus ketemu Manda Ma " ucap Rey kaget, ia kira Sang Mama akan menyuruh dia agar segera menjemput Manda kembali. tetapi kenapa Mama nya itu malah mendukung keputusan Manda untuk pergi darinya.
" Biarkan dia tenang dulu Rey, kasih dia waktu untuk menenangkan fikirannya sendiri , Dia di apartemen kan ?" Rey langsung mengangguk cepat
" Syukur dia tidak pulang ke Bandung juga, Otak nya masih waras untuk bertindak tepat, tidak seperti mu " Bu Indri langsung melotot tajam ke arah putranya.. Ia jadi kesal sendiri karena sikap kekanak-kanakan Rey ..
__ADS_1
" Untung burung kamu gak macem-macem, kalo nggak, Mama sendiri yang bikin dia habis " Ancam Bu Indri yang langsung meninggalkan Rey .. membuat Rey langsung bergidik ngeri membayangkan apa yang di ucapkan sang Mama ..
" Ma kasian Manda kalo burung Rey dihabisin"
" AW. AW .. Iya Ma.. ampun ... ampun " karena sebuah sendal yang Mama nya layangkan ke arah Rey yang tepat mengenai kepala anak nakal nya itu ...
.
.
.
.
.
__ADS_1