
Manda memilih untuk menjemput Indira terlebih dahulu, mengunjungi keluarga yang selama ini menganggap nya seperti bagian dari mereka. Amanda yang baru turun dari taxi dengan banyak oleh2 yang ia bawa . Ia memandang haru rumah di depannya, dimana 4 tahun masa kuliahnya dulu ia juga banyak menghabiskan waktu di rumah ini, yang sudah seperti rumah kedua bagi Manda ..
Sengaja ia tidak memberi tahukan perihal kedatangannya,
" Assalamualaikum ma "
Senyum lebar keluar dari mulut amanda, senyum kebahagiaan saat melihat Mama Miya,
salah satu orang yang ia rindukan sedang membuat sesuatu di dapur ...
" Waa.. Alaikumsalam "
Ucapan itu terpotong ketika melihat siapa yang muncul dari balik pintu ..
" Amanda , Ya alloh kamu pulang juga nak. Kamu itu anak mama yang paling bandel. Kenapa kamu tidak ingat pulang, apa kamu tidak merindukan mama mu ini " Benar kan, Mama miya sudah menganggap Manda sebagai anak nya , ia sampai menangis saat Manda memeluknya ...
" Tentu saja Manda Kangen sama mama, Maafin manda ma, baru bisa kesini sekarang, tapi mama tahu sekarang manda akan tinggal di Jakarta lagi " Mama miya memang sangat menyayangi manda, karena ia satu2 nya yang bisa bersahabat dengan Indira putri nya ..
Manda bisa bertahan dengan Indira, meskipun Indira anak yang jail, suka ceplas ceplos dan bersikap seenaknya . Apalagi dia juga tahu kalo Amanda memiliki hubungan dengan Rey, keponakan nya sendiri ..
Beberapa saat mereka mengobrol, Mama Miya tentu saja langsung memberikan banyak pertanyaan soal perkembangan hubungan Manda dan Rey .
" Ma , kemana reza ? " tidak menemukan anak pecicilan yang ingin menjadi suami nya itu. anak yang sekarang sudah menjadi dewasa karena sudah duduk di bangku kuliah .
1 tahun lalu, Reza yang baru turun dari motor nya itu langsung berlari ke arah mobil yang ditumpangi manda saat akan kembali ke Singapur . Ia menggedor - gedor kaca mobil yang sedang melaju ... " Kak, Aku bakal nungguin kaka sampe kaka pulang" . Entah apa yang di fikirkan anak itu sampai bicara ngawur .
" Nah itu orang nya, panjang umur kamu Reza. Liat siapa yang datang nyariin kamu "
" Siapa ma ?" tanya Reza datar, Ia langsung menyimpan tas dan helm nya di nakas ruang tamu tanpa menoleh ke arah manda yang duduk di sofa depan tv .
" Kak Manda .... " Reza langsung menghampiri manda, Ia memeluk tubuh manda .
" Kak Manda, aku Kangen sama kakak. kenapa kakak gak ngabarin aku sih selama disana, pesan aku juga gak kakak bales "
" Hy anak kecil sekarang kamu makin ganteng ajah, liat tinggi kamu aja udah di atas kakak " Manda terkekeh dengan ucapan reza, Ia memang menganggap reza sebagai adiknya sendiri, sehingga ia tidak ragu memberikan reza sekedar pelukan singkat .
Ia memang amat menyayangi Reza. adik dari sahabat nya,
" Oh iya ma , indira kemana ma ? "
__ADS_1
" Kamu kaya gak kenal Indira aja, "
" Ya ampuh kebiasaan itu masih di lestarikan ternyata, " Ia yang sudah hafal dengan sikap Indira langsung pergi ke kamar. Kebiasaan Indira di hari minggu , bangun siang karena semalaman bermain PlayStation dengan pacarnya yaitu Ghani . dua anak satu frekuensi ini memang kalo sudah kumpul jadi absurd semua ...
" kebakaran... kebakaran... " Ucap Manda
" Apa yang kebakaran, Dimana hah "
" Hahaha .... kena kamu "
Tawa puas keluar dari mulut Amanda melihat muka panik Indira saat baru bangun tidur.
" Manda ... Sia lan lho, sumpah kaget banget gwe " Indira bahkan terus mengusap dada nya,
Sedetik kemudian ...
" AMANDA ... " Teriak Indira, bahkan suaranya itu lebih keras dari suara Manda yang membangunkannya
" Kamu pulang, gak bilang2 . Ahh gwe kangen banget . gwa hampir gila tau ditinggal sama lho"
" Kamu tuh lebay banget, di tinggal si Ghani kali yang bikin kamu gila, Mandi sono jorok banget sih . aku tunggu di bawah . 15 menit udah harus beres " Menjauhkan tubuh Indira yang terus memeluknya ...
" Em .. Akkkuu ... Aku tunggu di bawah, Inget 15 menit kalo mau jawaban tadi "
" Siapin penjelasan lho manda, sebelum 15 menit gwe udah turun"
Dan benar saja tidak lama Indira turun
" Jadi gimana , Udh bilang belum ? "
Tanya nya serius,
" Udah, makanya anter aku buat ketemu sma kak Rey sekarang " Ungkap Manda datar, Ia sudah malas menjawab keingin tahuan keluarga ini setelah sebelumnya Mama miya yang sudah banyak bertanya ...
Menurut nya, Hubungan nya dan Rey tidak memiliki privasi sama sekali, karena semua orang sangat ingin tahu soal hubungan mereka ...
Chat :
" Kak, aku udah di Grand Indonesia. di tempat biasa kan?, Aku tunggu "
__ADS_1
" Oke, tunggu yah . kakak masih meeting "
" Jadi kesimpulannya gimana ?, gwe bingung sama hubungan lho sama kak rey, Kalian tuh udah pacaran dua tahun tapi masih gitu2 aja "
Indira yang sedang menyantap makanan nya masih tetep bertanya juga . Ia sengaja memesan makanan lebih dulu, supaya Rey dan Manda bisa bicara serius berdua .
" Aku gak tau, "
" Apa?? Lho masih waras kan . temen gwe ini gak gila kan ?, Manda ? "
" hmm " Manda mentap datar kedepan seolah berfikir soal hubungan mereka nantinya
" Lho serius gak sama kak Rey ? " Sudah bener2 serius ternyata anak ini
" Aku bingung In, Aku belum yakin sama hubungan ini . Em, kita tuh kaya asik sama dunia kita2 masing . Kamu tahu kan kita tuh sama2 sibuk . Ini tuh cuma status doang "
" Itu cuma alesan lho doang, gwe tau lho masih ngarep si adi - Adi itu . Dengerin gwe. keluarga kak Rey itu udah ngarep banget lho bisa nikah sama kak Rey, Ayolah gwe juga pengen saudara an sama lho " Indira mulai kesal dengan sikap sahabat nya itu ..
" Iya aku tau, sekarang kan aku udah tinggal di Jakarta lagi, Aku pasti perbaiki semua nya " Ia berusaha membujuk Indira yang terlihat mulai emosi
" Gwe pegang ucapan lho, . Please, berhenti ngarepin masa lalu lho itu, tinggal in kenangan kamu sama mr.x itu . gwe tuh tau banget kalo lho belum bener2 move on dari dia . makanya lho ngerasa hubungan lho itu hambar "
" Iya iya, cerewet banget sih punya adik ipar "
Ucap manda dengan memeluk sahabatnya itu..
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang memperlihatkan sejak tadi mereka masuk restoran .
Manda yang tidak sengaja melihat bola mata itu, Ia menyadari tatapan laki- laki yang langsung fokus kembali pada laptop di depannya ..
.
.
.
.
.
__ADS_1