
Manda Pov
Seminggu belakangan pekerjaan kantor semakin padat, selain karena semakin banyak proyek yang harus diselesaikan dalam waktu dekat, juga semakin banyaknya nya klien yang ingin menggunakan jasa desain interior dari perusahaan kami ini... Anggaplah perusahaan sedang sangat hoki karena memiliki pegawai kompeten seperti ku, hahaha ... Kenyataan nya memang seperti itu, setelah banyak artikel yang mengulas tentang kinerja ku yang profesional income perusahaan semakin maju pesat dalam beberapa bulan terakhir. Tapi lebih dari itu ada satu hal yang sebenarnya sangat membuat ku tak percaya . Kaget dengan penuturan Adi, yang akan dipindah tugaskan ke Batam . Iya, kemajuan perusahaan ternyata sedikit banyak mengganggu kedekatan ku dengan Adi, Karena pembukaan anak cabang di Batam sangat membutuhkan Seorang seperti Adi dengan jiwa kepemimpinan yang bagus ditambah dia sangat baik dalam bekerja team .. Soal kemampuan pun sudah tak perlu di ragukan lagi ... dan karena itulah aku harus melepaskan kepergian Adi kembali. kembali merasakan jarak yang jauh antara aku dan Adi, ya meskipun kali ini berbeda karena aku bisa kapanpun menghubungi Adi jikalau aku merasa kangen mungkin,
Lalu dalam kegamangan kepergian Adi, Ada hal yang membuat ku pun bahagia, tentu saja bukan soal kepergian Adi, Ya karena Kenaikan Jabatan ku, Mengganti kan posisi Adi sebagai Ketua Tim Desain.
Apakah bisa sekarang ini aku merasa benar-benar bahagia kalo pada kenyataannya Adi akan pergi jauh dariku...
Ah bagaimana pula aku bisa menjelaskan ini pada suami ku Kak Rey, yang bahkan beberapa kali meminta ku untuk berhenti bekerja, meskipun permintaan itu seperti obrolan ringan yang sesekali ia lontarkan padaku, tetap saja terkadang membuat ku merasa was-was untuk memberi kabar ini.. Apakah ia akan mengizinkan ku, tentu saja konsekuensi menjadi ketua tim berpengaruh pada tuntutan pekerjaan ku yang akan semakin tinggi, hal itu akan berpengaruh juga pada waktu ku yang tersita semakin banyak untuk tanggung jawab ku di kantor ... Lalu apakah aku harus melepaskan kesempatan ini, kesempatan dimana impian ku bisa berkembang lagi tentunya..
Hingga saat ini, Ambisi ku memang belum bisa aku tangani dengan baik, seakan tidak ada puas nya akan segala pencapaian yang bisa di bilang sangat baik.
Seakan kejadian tidak mengenakan tempo hari hanya jadi angin lalu, dimana tidak ada kapok nya aku...
" Aku tau kamu sehebat apa, tapi untuk kali ini saja, dengerin pesan aku, Jaga diri kamu baik-baik, Jaga kesehatan kamu juga. Kerjaan itu gak akan ada habisnya Manda," Ucap Adi masih dengan menggenggam tangan Manda.
" Iya aku tau, kamu kenapa sih semakin hari semakin cerewet, kamu itu cuma pergi ke Batam yah. jangan bersikap seolah-olah kamu akan ninggalin aku kaya dulu"
" Bukan gitu dong, Aku cuma pengen kamu selalu baik-baik aja disini... Aku cerewet karena aku sayang banget sama kamu" ucap Adi gemas mencubit hidung Manda
" Ehem,, Kalo kalian lupa, disini ada aku yah"
" Elah, Masih cemburu lho sama gwe, Udah gwe kasih Manda juga buat lho. Masih aja sensi sama gwe"
" Hati-hati yah lho disana, Thanks banget udah mau percaya sama gwe buat jaga Manda" Ucap Rey yang merangkul Adi
" Iya, Semoga selamanya lho emang bisa dipercaya. Dan gwe berharap begitu, Jaga dia dengan baik. Atau kalo lho gak sanggup, gwe siap buat rebut dia dari lho"
" wah becanda lho Gan, Mana bisa sih sekarang Manda jauh dari gwe, dia gak bakalan sanggup nerima gelar janda nya gwe, Apalagi setelah tau enak nya goya-- Akhh ... Akhh... sakit Mee... " Rey meringis mengusap lengan nya yang terasa panas karena cubitan Manda
" Kakak, Please deh gak usah bahas urusan domestik kita. Bikin malu aja tau"
" Alah... Malu gimana sih Mee,, Tiap malem kamu agresif begitu pake bilang Ma-- Ahhh...Ahh...Iya iya nggak bahas lagi"
" Heran aku sama kakak tuh, kenapa udah nikah baru keliatan mesum nya.. " Gerutu Manda
" Kalian itu emang pasangan aneh, yang satu mesumnya kebangetan eh yang satu di godain amuk-amukan terus...Kalian itu niat gak sih nikah. Ribet banget dah perasaan liat nya" Adi menggeleng kepalanya memperhatikan tingkah Manda dan Rey,
" Gwe pamit sekarang yah. Kayanya udah mau take-off"
" Adi"
" Jaga diri kamu juga yah, Jangan bikin aku selalu inget sama kamu .."
__ADS_1
" Bisa bae mukanya, Imut begitu jadi bikin aku gak mau ninggalin kamu jadinya"
" Dasar lho Dhi, bini orang masih aja lho gombalin.."
" Diam lho Rey. Dengerin aku Manda, Aku tuh selalu baik asal kamu juga begitu, Aku emang bukan suami kamu, tapi sampai kapanpun aku akan jadi sahabat kamu,. Lepasin kepergian aku dengan senyum kamu... Aku udah gak mau liat kamu netesin air mata lagi buat aku,.karena aku udah gak pantes buat itu, Ngerti kan"
" Iya, Aku tau, Kabarin aku setelah sampai. Aku tunggu"
Manda pun melepaskan genggaman tangan Adi yang ia tahan untuk pergi...
Manda terus memandangi punggung Adi yang perlahan mulai menghilang ...
" kakak, liatin nya biasa aja. Aku gak apa-apa"
ucap Manda datar, ia memutar bola matanya melihat Rey yang malah menatapnya intens
" Kamu serius gak apa-apa, terus kenapa muka nya merah begitu, kamu nahan nangis?, kalo kamu emang pengen nangis gpp,"
" Kakak, aku gak apa-apa. Aku bukan Amanda yang dulu yang meratapi kepergian Adi dengan banyak drama air mata. sekarang aku malah sangat lega bukan karena kepergian Adi yah, Tapi aku lega karena perasaan aku sendiri yang bisa melepaskan Adi pergi. Aku cukup percaya diri kalo aku bisa jauh dari dia, kalo aku bisa lalui semua nya tanpa Adi, kenapa?"
" Kenapa?"
" Ya karena ada Kakak, gitu aja pake di jelasin segala sih"
" Kalo gemesin cium dong"
" Kamu nantangin nih ceritanya?, Oke kakak Ci--"
" Ah kelamaan" Ucap Manda setelah mengecup bibir Rey cepat, Ia pun berjalan meninggalkan Rey yang malah diam mematung
" Wow, Kamu ... Kamu beneran gemesin yang" ucap Rey sembari memegang bekas ciuman Manda.
" Ayo kita pulang Mas..." Kedip Manda yang menoleh ke arah Rey yang masih berada di belakang nya
" Apa Mee, Coba kakak pengen denger lagi" Rey langsung berjalan menyamakan langkahnya
" Mas Rayyen " Manda bahkan mengucapkan nya dengan wajah yang dibuat seimut mungkin
" Tunggu yah, kamu berani main-main sama kakak, kakak bales kamu nanti malem"
" Sekarang juga boleh, Aku sih siap aja" tantang Manda dengan wajah datar nya, mengangkat kedua bahunya bersamaan dengan sedikit melirik Rey yang sedang menyetir di sebelahnya
" Ini kamu beneran nantangin yah. Ya udah siang ini kakak gak balik ke kantor. kamu juga. kita cari hotel paling deket dari sini gimana?" Rey langsung antusias begitu Manda mengangguk an kepalanya.
__ADS_1
" Kamu Minta berapa?, siang-siang godain kakak. dan sialnya kakak malah kegoda lagi"
" Aku sih gak minta transferan yah, Aku cuma minta izin dari kakak untuk..."ucap Manda yang memandang Rey, ia mengungkapkan nya dengan sangat hati-hati
" Kakak izinin," sela Rey yang malah memotong ucapan Manda.
" Aku naik jabatan kak, Terimakasih yah. Kakak suami ter the best, paling ngerti banget kemauan aku" Manda langsung merasa lega karena izin dari Rey di dapatkan secara mudah. Ia langsung memeluk lengan Rey
" Aku gantiin posisi Adi sebagai ketua tim desain, Perjuangan memang tidak pernah mengkhianati hasil benar kan kak?"
" Iya benar," ucap Rey datar, ia jadi bingung sendiri. karena kecerobohan nya
" Kakak, kenapa ekspresi nya gitu?, "
" Kakak heran aja sama kamu, Mee. Kamu apain sih Pak Miller sampe bisa percaya sama kamu secepat ini. Air Corporition bukan perusahaan kecil, pasti banyak karyawan yang lebih berkompeten selain kamu dengan jam terbang yang lebih lama, tapi kenapa harus kamu"
" Kakak, Ayolah ... Izinin aku buat berkembang lagi" Manda melepaskan rangkulannya tangannya, dia pun menatap Rey yang malah memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. Rey nampak berfikir, dia menghela nafas panjang sebelum dia memberikan keputusan terakhir nya
" Oke, kakak izinin. Asal tiap malem kamu bisa puasin kakak. gimana, Deal kan?' Seringai kecil terlihat di wajah Rey.
" Dasar budak Se**. Tapi bukan ide yang buruk juga. Oke Deal. Jadi sekarang kita mau kemana?"
" Rencana awal tentunya, Itu depan kita jalan masuk hotel nya"
" Aish, pantesan aja berhenti tau nya udah di depan hotelnya" Manda memukul lengan Rey perlahan, Ia jadi malu sendiri dengan apa yang akan mereka lakukan...
Wajah nya menjadi merah merona..
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.