
Pria bernama Arsen itu terus-menerus memohon agar Manda bisa membantunya.. Ia merasa memiliki kesempatan untuk meminta bantuan Manda karena telah menuruti permintaan Manda di parkiran tadi..
Arsen berjalan menghampiri adiknya, dan merangkul bahu adiknya itu ..
" Kenalan dulu dong Gi sama calon kakak ipar kamu" Dengan sengaja Arsen berpindah tempat agar memudahkan nya memberi kode pada Manda ...
" Mas kamu gak bohong kan?" Ucap Gia, Adik dari Arsen. Ia menoleh ke arah Arsen yang berada di belakangnya, Ia menatap ragu untuk mengajak Manda berkenalan ...
" Pleasa" Ucap Arsen menggerakan bibir dan lengannya, Ia berkali-kali mengkode Manda agar membantu nya ...
Manda hanya diam, Ia menghela nafas pendek..
" Saya Amanda Zivanya, Pacar Abang kamu" Manda mengangguk mengiyakan permintaan Arsen tersebut, dan mengulurkan tangannya.
" Saya Agia Mbak, Adik Mas Arsen" Ucap Gia sopan menyambut uluran tangan Manda, Ia terlihat lega karena keraguan dia ternyata salah, kakak nya itu memang memiliki pacar ternyata, wajah nya terlihat nampak senang karena pacar dari Arsen begitu cantik dan elegan..
Apa aku perlu melakukan ini, Benar-benar pamrih banget sih tuh cowok..
Heran itu mata normal gak sih, gak bisa apa liat perut buncit gue...
Mas Rey..... Maafin Aku ...
Jerit Manda dalam hatinya, Ia tersenyum begitu manis untuk menutupi kekesalannya terhadap Arsen, tetapi Ia juga tidak tega melihat wajah memelas Arsen yang begitu mengkhawatirkan ...
" Eh, eh kita mau kemana?" Tanya Manda panik, Gia menggenggam tangan nya dan mengajaknya untuk pergi ....
__ADS_1
" Ketemu Mama lah Mbak, Mas Arsen ini aneh banget sih punya pacar secantik ini kok gak dikenalin sama keluarga sih" Perempuan itu memang begitu polos, Ia bahkan tidak menaruh curiga sedikitpun Kepada sang kakak yang cengengesan tanpa dosa..
Jawaban Gia tentu saja membuat Manda semakin panik,. Ia mengira akting nya sudah berakhir sampai disini, hanya di hadapan Gia, makanya dia bisa mengiyakan permintaan Arsen tersebut.. Tetapi untuk berkenalan dengan keluarga tentu saja Manda sangat keberatan..
" Pleasa tetep jadi pacar gue sampai pertemuan ini selesai" Bisik Arsen kembali, Ia merasa was-was kalo nantinya Manda akan mengatakan yang sebenarnya ..
HAH pertemuan, berarti yang berada disana bukan hanya ibu nya Arsen saja....
Manda menatap Arsen tajam, Bisa-bisanya dia memanfaatkan Manda seperti ini,.. Dengan gerakan cepat dan kuat Manda mencubit perut Arsen, Pria tersebut terlihat begitu menahan suara kesakitan nya, Ia meringis sambil terus mengusap perutnya yang terasa panas ....
" Sebelum efek cubitannya hilang, kamu harus jadi pacar gue..." bisik Arsen dengan percaya diri
"Jangan pernah mengancam ku!" ucap Manda tegas membalas ucapan Arsen yang menurutnya sudah keterlaluan...
" Kenapa Mbak?" tanya Gia heran menatap Manda yang memberhentikan langkahnya
"Gia, kayanya mbak mu ini pengen Mas deh yang gandeng" Jawab Arsen tersenyum, ia lalu merangkul Manda dan segera membawanya masuk ke dalam sebuah restoran..
" Cie....Cie... Mbak, Takut banget Mas Arsen nya ilang" Ledek Gia, gadis manis berumur lima belas tahun itu berlari kecil menyamakan langkahnya dengan pasangan gadungan yang saat ini tengah menjadi pusat perhatian keluarga Arsen ...
" Ma, kenalin ini calon mantu Mama" ucap Arsen memperkenalkan wanita disebelahnya
" Saya Amanda, Senang berkenalan dengan keluarga Mas Arsen" Manda tersenyum sopan, tapi tidak dengan fikirannya yang terus menggerutu kesal.
Pria ini memang butuh dihajar, fikirnya
__ADS_1
" Oh jadi ini calon mantu Mama, pinter kamu Arsen pilih nya, orang nya cantik banget begini. Pantes aja kamu gak mau ganti sama yang lain. ternyata gandengan nya sudah paket All In One" Mama Arsen terkekeh dengan ucapannya sendiri,
" Ini seriusan pacar kamu Arsen?" tanya sang Papa, Ia begitu memperhatikan pasangan didepannya,
" Iyalah Pa, Dan Arsen sayang banget sama dia. Arsen Berharap Restu dari semuanya, Arsen mau lamar dia buat jadi istri Arsen" Ucap Arsen serius, Ia memandang wajah Manda tanpa keraguan sedikitpun, seolah dia memang akan melamar pacarnya sendiri, Manda diam tanpa mengucapkan apapun,la cukup dibuat takjub dengan apa yang baru pria itu lakukan. Begitu gentle dan dewasa ...
Mungkin kalo dia bukan perempuan bersuami, Ia pasti akan merasa senang mendengar pengakuan Arsen barusan ..
" Oma setuju. Kalo bisa lamar aja sekarang, Kita langsung ke rumah nya aja gimana?" tanya Oma Arsen antusias, Ia langsung merasa yakin kalo pilihan cucu nya itu memang yang terbaik apalagi setelah melihat Manda yang begitu sopan dan tulus dari sorot matanya..
" Oma sabar dong, Arsen kan udah kenal deket sama keluarga nya, kasih Manda kesempatan juga buat kenal dekat keluarga Arsen" Tak ada ketakutan sedikitpun dari ucapan Arsen itu, Ia begitu santai menanggapi permintaan neneknya.. Tapi tentu hal itu tidak berlaku bagi Manda, ia sudah dibuat ketar-ketir dengan situasi ini .. Bagaimana kalo drama ini ada episode selanjutnya, apa yang harus ia lakukan. Apa ia harus mengikuti alurnya, ataukah mengakhiri nya sekarang juga..
" Mas, Gia seneng deh punya calon kakak ipar kaya Mbak Manda, Mbak Manda pasti orang nya baik dan menyenangkan, Nanti Mbak kalo nginep di rumah tidur nya sama Gia aja, Biar kita bisa cerita-cerita" Lagi-lagi Manda tidak bisa menolak wajah imut yang begitu bahagia itu, Ia merasa begitu kejam kalo harus mengakhiri semuanya sekarang.
" Memang tau dari mana kalo Mbak ini baik dan menyenangkan?" tanya Manda mencubit gemas anak ABG itu
" Kata Mas Arsen. Mas Arsen selalu cerita kalo jodoh itu cerminan diri kita sendiri. Kan Mas Arsen baik dan sayang banget sama Gia,. makanya Gia percaya kalo Mbak Manda juga sama" Manda mengelus rambut Gia penuh sayang, Membayangkan memiliki adik perempuan seperti Gia pasti begitu menyenangkan..
.
.
.
.
__ADS_1
.