Ambisi Cinta Model Cantik

Ambisi Cinta Model Cantik
ANTARA HUKUMAN DAN HADIAH


__ADS_3

Disatu tempat berbeda, Indira yang sudah menyelesaikan konsultasi nya dengan pihak wedding organizer, memutuskan untuk keluar dari pameran tersebut. Beberapakali dia mengirim pesan pada Manda ... Bertanya sahabatnya itu berada di sebelah mall bagian mana, berkali-kali Indira mengirim pesan tetapi belum ada satu pun yang Manda balas...


"Emang suka kebangetan nih anak, bales pesan aja susahnya minta ampun" Gerutu Indira yang mulai kesal, ia terus berjalan menyusuri mall tersebut untuk menemukan sosok yang ia cari tersebut..


Berkali-kali ia menelpon Manda namun masih tidak ada jawaban juga... Membuat Indira yang tadinya kesal malah dibuat khawatir..


Takut kalo terjadi sesuatu kepada ibu hamil tersebut...


" Manda dimana sih lu, Masa yang bisa bikin bocah malah ilang kaya bocah juga.. " Indira terdiam melotot menyadari ucapannya, Bagaimana kalo Manda beneran ilang bisa habis dia di tangan sang kakak sepupu ...


Baru membayangkan wajah marah Rayyen saja sudah membuat Indira takut setengah mampus, Apalagi kalo beneran terjadi.. Indira langsung menggeleng kan kepalanya cepat... Tidak, hal itu tidak boleh terjadi..


Dia terus mencari keberbagai sudut mall, Terus melakukan panggilan telepon yang sampai saat ini belum ada jawaban juga..


Sebenernya kemungkinan yang lebih masuk akal bukan soal Manda yang hilang, tetapi lebih dari itu bagaimana kalo terjadi apa-apa dengan Manda ....


Indira semakin dibuat frustasi dengan situasi ini, Ia mulai meminta bantuan pada beberapa petugas keamanan, bertanya jikalau pernah melihat perempuan ini atau tidak..


Hingga satu langkah terakhir ini Indira ambil, Ia sudah tak perduli dengan segala amukan Rayyen atau apapun, Kakak sepupunya itu harus tau kalo saat ini ia kehilangan Manda..


" Kak Rey...." Jerit Indira ketika Rayyen dengan muka sama-sama paniknya keluar dari mobil dan berlari menghampiri nya. Sudah sejak tadi perempuan itu malah menangis di pos security..


" Kak.. Manda ..." Tangis Indira semakin pecah dipelukan Rayyen ...


" Jelasin dulu sama kakak, kronologi kejadiannya kaya gimana?" tanya Rey tidak sabaran, Ia sebenarnya begitu emosi saat ini karena Indira sudah lalai menjaga Manda.. Tetapi melihat kondisi Indira yang menangis histeris membuat dia sadar kalo Indira pasti sudah melakukan yang terbaik untuk menjaga istri nya.. Apalagi Manda bukan anak kecil yang dengan mudahnya hilang ditengah keramaian, ia bisa dengan mudah pulang dengan taksi online atau menelpon nya .. Dan sepertinya bukan itu yang terjadi, fikiran Mereka berdua sudah dibuat kalut dengan berbagai dugaan negatif...


" Tenang dulu Indira... Baru kamu cerita," Rey masih mencoba menenangkan Indira..


Dengan Suara yang masih tercekat karena menahan tangis, perlahan Indira menceritakan kronologis kejadian nya..


Rayyen terdiam, mencoba mencari berbagai kemungkinan yang masuk akal, mencari jalan keluar dari situasi ini ..


Dia berkali-kali menghela nafas panjang mencoba menenangkan dirinya sendiri yang merasa panik juga, disaat seperti ini rasa panik malah membuat fikirannya buntu ...

__ADS_1


Beberapa saat setelah Rey terdiam, Dengan cepat dia mengeluarkan handphone dari saku celananya,,


" Kakak Sepupu kamu masih di Mall ini In" Ucap Rayyen yang mulai menemukan titik cerah


" Ya udah kak, Ayo cari lagi" Ajak Indira yang mulai melangkahkan kakinya, tak lupa ia pun berterima kasih kepada pihak keamanan karena telah membantunya..


" Hallo, Sayang .. Kamu dimana?" Seketika wajah Rey berubah lega, Akhirnya telpon nya di angkat juga oleh Manda ...


" Masih di Mall, Ini aku lagi jalan, Mau nyusul Indira di pameran"


" Gak usah, Indira udah sama Mas, Kamu langsung ke depan aja, kita ketemuan disana" ucap Rayyen yang berjalan keluar dari basemen menuju pintu masuk utama... Ia sedikit berlari karena tidak sabar ingin melihat keadaan istri nya itu ...


" Mas Rey" Panggil Manda tersenyum senang kepada dua orang yang berjalan menghampiri nya .. Ia melambaikan tangannya..


" Sayang .." Ucap Rey berlari menghampiri Manda, Ia langsung memeluk dan mencium kening istrinya itu ...


Ya Tuhan betapa leganya Rey melihat keadaan Manda yang baik-baik saja,,.. Manda hanya terdiam kaget dan heran, Kenapa suaminya itu sampai seperti ini, Apa ada kejadian yang ia lewatkan ..


" Mas" Manda akhirnya membalas pelukan Rey, Ia merasa telah melewatkan sesuatu yang membuat Rey dan Indira sangat panik ..


" Maaf udah bikin kalian khawatir" sesal Manda melihat kedua orang di hadapannya begitu kacau ...


" Coba deh cek hape kamu"


Manda yang memang belum mengetahui kejadian apa yang terjadi langsung membuka hape nya, dimana banyak sekali pesan dan panggilan masuk dari Indira dan Rayyen sejak satu jam terakhir ....


" Ya Tuhan, Maafin aku Mas , Maafin aku Indira" Manda langsung memeluk Indira, Ia sangat merasa bersalah karena tidak menyadari panggilan telpon sehingga membuat semuanya kacau seperti ini..


" Gila lu, berhasil banget bikin gue nangis kaya gini..."


" Se g*blok-gob*ok nya gue, gue Sayang banget sama lu, sama ponakan gue, gue gak mau kalian kenapa-napa" Indira bahkan mulai menangis lagi, merasa lega karena sahabat nya itu baik-baik saja


" Iya, Kamu emang Ter the best In,.. "

__ADS_1


" Udah Udah pelukannya, sekarang kita pulang yuk Mee" Ajak Rey yang melepas pelukan Indira dari Manda.. Ia langsung merangkul pinggang Manda dalam pelukannya lalu berjalan sambil terus menciumi kening Manda...


" Kak, Aku pulang sendiri aja. Bawa mobil kok"


" Bisa?"


" Tenang aja, Aku bisa" Ucap Indira memberhentikan langkah Rey dan Manda. Ia berjalan berlainan arah dengan pasangan suami istri itu..


" Mas... Malu tau..." Rajuk Manda, karena beberapa orang terlihat melirik mereka sambil tersenyum


" Biarin, Malam ini kamu harus Mas hukum, karena udah bikin Mas khawatir " goda Rey genit


" Atau mau hadiah?" Tanya Rey dengan seringai kecil


" Emang ada bedanya?" Manda melirik Rey yang tersenyum penuh arti


" Nggk ada, Tapi sama-sama enak" Jawab Rey dengan menggoda, Ia tertawa karena melihat wajah Manda yang merona malu, Ah Istri nya itu masih saja malu-malu yang membuat dia semakin terlihat menggemaskan dimata Rey...


Sementara Tepat di pintu lain basemen itu, seorang pria tengah menatap wanita yang berhasil mencuri hatinya dengan berbagai perasaan yang bercampur aduk..


Apakah ini sebuah fakta yang ingin Manda ucapkan tadi...


Anggaplah aku pria yang bodoh, Karena aku akan terus berfikir untuk bisa mendapatkan kamu tanpa peduli dengan apa yang baru aku lihat,.. Aku tidak akan berasumsi apapun sebelum aku sendiri yang ingin menyimpulkan nya, dan bukan dengan apapun juga cara kamu memberi tahukan akan hal itu, Jadi selama aku belum ingin berhenti , Tolong Pertemukan lagi dan lagi aku dengannya...Semoga....


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Mana nih komentarnya dan dukungannya Author tunggu yah ...


__ADS_2