
" Saya terima nikah dan kawinnya, Amanda Zivanya Aurelia binti Rudi Hendrawan dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai"
Rey mengucapkan dengan mantap dalam satu tarikan nafas, Ia menggenggam tangan Ayah mertuanya yang baru mengucapkan Ijab yang langsung di jawab Rey dengan cepat... Ia menatap wajah Pak Rudi tanpa keraguan sedikitpun.
Hari Bahagia yang Amanda dan Rey tunggu, akhirnya tiba. Pagi ini pukul delapan pagi Amanda sudah resmi menyandang Istri dari Rayyen Andika Mahesa...
Hotel berbintang di jantung kota Bandung adalah saksi bisu kebahagiaan sepasang pengantin yang baru sah menjadi suami istri... Hiasan mewah dan megah perpaduan adat sunda dan internasional nampak memukau setiap pasang mata yang ikut hadir dalam acara bahagia ini... Hiasan lampu kristal Swarovski berwarna putih dengan ribuan bunga berwarna peach mendominasi ballroom mewah ini...
Rey menghela nafas lega, acara ijab kabul terlaksana dengan lancar.. Saksi-saksi dengan ucapan sah langsung menggema di seluruh ruangan... para keluarga nampak haru melihat seorang pria yang sangat tampan dengan baju taxedo nya, duduk di bangku yang sudah dihiasi bunga melati ditiap sudutnya, Rey menatap pintu yang terbuka menampilkan Amanda yang berjalan perlahan dengan senyuman kebahagiaan yang terus mengembang tiada hentinya, gaun pengantin putih menjuntai dengan indah ditubuh langsing milik Amanda, gaun modern dengan aksen brokat berpadu dengan hiasan mahkota dan rambut yang dibiarkan terurai semakin terlihat elegan bagi Manda...
Rey terus menatap kagum pada sosok yang sedang berjalan menghampiri nya ..
Amanda langsung duduk, di sebelah Rey. Ia menandatangani buku pernikahan mereka. Ia menatap Rey mencium tangan suaminya yang hanya menatap nya dengan kekaguman...
Suara Mc menyadarkan Rey, Ia tersenyum lalu mencium kening Manda dengan penuh cinta...
Rey pun menggandeng tangan Manda menuju pelaminan..
" Mee,, Terima kasih sudah menjadi istri kakak... Akhirnya kakak bisa memiliki mu sepenuhnya ... Oh iya apa kamu udah siap untuk acara nanti malam?" tanya Rey menggoda, ia bahkan mengusap punggung Manda yang terekspos...
__ADS_1
Manda tersenyum " Jauh dari yang kakak bayangkan"
seketika Rey langsung menatap istri yang duduk di sebelahnya, Ia menatap Manda yang malah melihat lurus ke depan .. tentu saja ia kaget dengan pernyataan Manda yang seolah menantang nya, Manda bukan perempuan yang tidak tau apa-apa, dia perempuan dewasa yang tentu saja sangat mengetahui akan hal itu ...
Para tamu undangan mulai menyalami mereka satu persatu,,
" Selamat atas pernikahan mu Rey, gwe ikut seneng"
" Gwe fikir karena kejadian kemarin lho gak mau dateng, tapi makasih yah... "
" gwe pasti datenglah, gpp kok emang gwe yang salah"
" Kak, Terima kasih udah dateng.. Semoga Kakak cepet nyusul juga yah" Ucap Manda tulus.
Mereka berdua menatap Vino yang pergi menjauh, tamu undangan yang datang pun sudah berkurang, hanya tinggal orang-orang terdekat...
" Mee, Kamu tau kan Maya. Vino itu udah lama suka sama Maya"
" tapi kak Maya malah suka sama kakak, iya kan?" Potong Manda cepat.. Ia memang sudah mengetahui soal perasaan Maya terhadap Rey sejak awal mengenal Rey dari Indira ...
__ADS_1
" Mee, kamu udah tau?" Rey nampak kaget, persahabatan mereka mungkin berjalan biasa, tapi Maya dia tidak pernah menyerah untuk bisa memiliki Rey, bahkan disaat Rey sudah bersama Manda.
" Aku tau kak, Makanya kak Maya langsung setuju sama rencana Papah, karena dari dulu dia suka sama kakak, bahkan jauh sebelum aku kenal sama kakak" Rey hanya menatap Manda, Apakah ia seperti menyembunyikan sesuatu, ia seperti membohongi Manda. Apalagi Rey dan Maya memang sangat dekat, Apakah Manda berfikir kalo hubungan persahabatan mereka hanya alibi untuk hubungan spesial Rey dan Maya ...
" Ayolah kak, Aku gak cemburu. Aku juga punya Adi. dia suka sama aku, seperti kak Maya yang suka sama kakak. tapi hubungan aku sama Adi gak lebih dari sahabat. Ya masa bodoh lah tanggapan orang mau ngira hubungan kita apa"
" Mee, kamu gak pernah cemburu sama kakak?" Kakak aja selalu dibikin cemburu sama kamu" .
" Ada, Udah ah tuh tamu nya udah dateng lagi"
Rey tersenyum simpul, Manda cemburu padanya adalah hal yang langka. karena selama mereka berpacaran Manda sangat percaya pada Rey, dia bahkan tidak mempermasalahkan apapun saat Rey yang seolah laki-laki mapan yang pasti dikelilingi wanita yang mau dengan sukarela menyerahkan apapun untuk bisa memiliki Rey... Ayolah itu bukan style Manda, dia terlalu percaya diri kalo dirinya terlalu berharga untuk disia-siakan , rasanya wanita manapun tidak akan sebanding dengan Manda yang memiliki segalanya...
.
.
.
.
__ADS_1
.