Ambisi Cinta Model Cantik

Ambisi Cinta Model Cantik
AKU IKHLASKAN DIA...


__ADS_3

Tidak ada yang dikatakan Manda, setelah mereka kembali ke Apartemen, manda yang menangis langsung masuk kedalam kamar tanpa memperdulikan Adi. Adi hanya diam dan menunggu manda agar lebih tenang, karena saat ini manda hanya ingin sendiri. sudah beberapa jam manda berada di kamarnya, suara tangisan masih terdengar sekali-kali. hingga akhirnya Adi pergi dengan tergesa-gesa menuju suatu tempat.


Bugh.. Bugh...Bugh... beberapa pukulan langsung Adi layangkan pada Rayyen, saat orang yang ia cari berada di lobi perusahaannya,


" Kesurupan lho, sia lan emang" Ucap Rey yang kesal karena tiba-tiba ada yang memukulnya, Ia meringis dengan memicingkan matanya menatap pria yang berdiri dihadapannya dengan muka penuh amarah.


keributan itu langsung mengundang beberapa satpam mendekat untuk menahan Adi,


" Biarkan dia, ini urusan laki-laki. kalian pergilah" Rey langsung menyuruh satpam nya pergi.


" Kenapa lho nyakitin hati Anya, Kenapa lho khianatin dia, kenapa lho gak pernah datang buat Anya, KENAPA?? Kemana aja lho, yang minta hubungan serius sama Anya tapi malah selingkuh sama cewek lain"


" Siapa yang selingkuh?" sentak Rey,


" Lho, gwe liat lho tadi siang di Restoran sama cewek"


" Salah paham lho, gwe gak selingkuh, bokap gwe emang pengen kita ..."


Bugh, sebelum Rey melanjutkan ucapannya, Adi langsung melayangkan kembali pukulannya...


" Dengerin gwe An jing, lho tuh maen bogem aja, sia lan emang lho"


" Oke jelasin" ucap Adi cepat. keduanya sama-sama merasa amat kesal, apalagi Rey dengan muka yang lebam karena beberapa pukulan sangat kontras dengan wajah putih nya, ujung bibirnya bahkan mengeluarkan darah..


flasback on


" oke gwe kira semuanya lancar, perusahaan lho bisa mulai keluarin produk baru lagi" ucap Rey saat mengakhiri pertemuan nya dengan Maya, sementara beberapa karyawan langsung mengundurkan diri dan pergi dari situ


" Oke gwe ngerti, thanks yah... Rey apa gwe boleh nanya yang lain" ucap maya

__ADS_1


" Apa, tanya aja" Ucap Rey santai


" Apa lho masih ngarepin manda, apa kita gak bisa mencoba, gwe yakin hubungan kita bisa berhasil" ucap maya


" Maya dengerin gwe, hubungan pernikahan itu bukan hanya sekedar kesepakatan kerja seperti perusahaan yang bisa di rundingkan lalu mengakhiri saat kontrak nya sudah habis. gwe yakin, gwe percaya sama manda. dan itu gak berubah semenjak beberapa tahun lalu. Akhir-akhir ini gwe emang gak nemuin dia, tapi bukan berarti perasaan gwe berubah, gwe cuma ngasih dia waktu, gwe pengen dia yakin sama seperti gwe, gwe juga gak mau dia kefikiran dulu sama sikap gwe yang sebelumnya bikin dia gak nyaman. gwe kira udah jelas kan semuanya"


" Terus kenapa lho ngindar tadi? berarti kan lho emang udah gak pengen ketemu dia"


" Gwe kan udah bilang, gwe cuma ngindar karena suatu alasan dan lho gak perlu tau alasan itu, perusahaan kita emang bisa kerja sama tapi kita nggak, lho harusnya udah ngerti dari dulu. gwe pamit duluan ya" Rey yang langsung pergi, ia berharap kali ini Maya mengerti dengan ucapannya.


" Rey tunggu, gwe akan coba ngerti. tapi jangan akhiri juga persahabatan kita, setidaknya gwe masih punya lho sebagai sahabat. maafin gwe"


" Oke gwe coba percaya sama lho, gwe ngasih lho satu kesempatan, lho tuh emang salah banget kalo gara-gara kejadian malam itu lho malah ngilang gitu aja, Pengecut emang lho, malah ngindar gitu aja, disaat Anya butuh lho tapi lho malah gak ada, heran gwe sama lho"


" Lho gak ngerti, gimana nyesel nya gwe ninggalin manda malem itu, gwe cuma gak mau memperkeruh keadaan aja. gwe gak mau bikin manda makin trauma karena kehadiran gwe, sekarang gwe minta tolong sama lho buat temuin Manda sama gwe"


" Si alan emang lho, malah ngatain gwe"


" Anya udah nerima lamaran gwe,.. tapi gwe bakal anggap Anya gak pernah setuju. Asal kali ini lho jaga dia baik-baik atau ya gwe bakal rebut dia selamanya. dan satu lagi gwe ngelakuin ini karena Anya bukan karena lho"


Wajah Rey langsung berubah setelah mengetahui hal itu,


" Eh lho gak usah marah gitu, gwe bakal bantuin lho" ucap Adi menepuk bahu Rey.. Adi benar-benar berdamai dengan keadaan hatinya.


...********...


" Anya perasaan kamu sama si Rey itu gimana, kamu masih sayangkan sama dia?" Semenjak pertemuannya dengan Rey, Adi mulai mencoba bertanya pada Manda soal perasaanya... tapi beberapa kali mencoba Manda selalu menghindar dari pertanyaan mengenai Rayyen..


" Anya aku tau semuanya memang gak berubah antara kita, posisi aku masih sama seperti dulu, tapi aku sadar sekarang ternyata ada orang lain yang menepati posisi lebih dari aku, dia berada di hati kamu yang lebih dalam dari aku" Ucap Adi, memberi pengertian perlahan

__ADS_1


" Maksud kamu ?" Manda akhirnya memberi tanggapan


" Rayyen, dia kan orangnya"


" Nggak, kamu salah Dhi" Manda mulai meneteskan air matanya


" Kamu selalu mencoba tersenyum saat berada di hadapan ku, padahal sebenarnya tidak. kamu selalu mencoba menutupi segala luka dan kesedihan kamu seolah-olah kamu bahagia bersamaku. Anya, jangan jadikan lamaran orang tua ku sebagai beban jika kamu harus menerima nya. tidak, aku buka laki-laki kejam yang menghalangi kebahagiaan mu meskipun bukan aku. Jika kamu tidak akan bisa menunjukkan segala hal yang kamu rasakan dalam hati kamu sama aku, tidak bisa berbagi semuanya denganku, Aku tidak akan jadi penghalang untuk kamu menemukan orang itu, orang yang menjadi sandaran atas segala perasaanmu. Ayo dapatkan cinta mu, kejarlah dia"


" Tapi dia udah.."


" Percaya sama hati kamu, kamu gak akan sebodoh itu untuk terus mengharapkan orang yang salah"


sementara manda ia terus menangis, ia membenarkan ucapan Adi. semenjak kejadian itu ada sesuatu yang berubah dari manda, menyadari kalau kehadiran Rey memang berarti untuk nya, menyadari kalo ia memang menginginkan Rey. Air mata penyesalan yang selalu keluar dari matanya seolah menyatakan bahwa ia sangat merasa kehilangan banyak waktu bersama Rey yang selalu mendukungnya dalam segala hal.


" Sudah menangisnya, mulai sekarang kamu harus selalu tersenyum bersama orang pilihan kamu. Jadi kejar dia dan bahagialah bersama dia" Adi terus mengusap punggung manda, ia menghapus air mata yang terus berjatuhan itu.


Ya Tuhan, Terima kasih atas segala kekuatan yang kou berikan, bertahun-tahun sudah aku mencintai orang yang sama, mengharapkan bisa bersamanya sepanjang hidupku. Sungguh sakit memang harus melepaskan mu bersama orang lain, tapi ternyata lebih sakit ketika melihat mu tidak bahagia. Ahh aku bahkan gak percaya bisa melakukan ini, ternyata benar mengikhlaskan adalah cara mencintai tingkat tinggi, sakit nya aja beeuuhhh mantep begini. butuh berapa lama coba ini move on nya...


.


.


.


.


.


Yakinlah tuhan akan menggantikan segala hal yang telah hilang dengan hal yang baru, yang lebih baik dari sebelumnya jika kamu menyadari kekuasaan tuhan kalo itulah yang kamu butuhkan...

__ADS_1


__ADS_2