Ambisi Cinta Model Cantik

Ambisi Cinta Model Cantik
AKU HANYA BELUM SIAP


__ADS_3

" Sayang, Ini punya kamu kan?, " Tanya Rey dengan mata yang berbinar bahagia, Ia menemukan sebuah alat tes kehamilan yang tergeletak di wastafel kamar mandi mereka.


" Apa? " Manda yang sedang duduk di depan meja riasnya menoleh ke arah Rey yang berada disampingnya


" Oh itu, Iya punya aku. Gimana hasilnya semoga aj--"


" Makasih sayang, makasih karena anak kita sudah ada di rahim kamu. kamu sengaja yah kasih kakak kejutan. sampe tes**k nya kamu simpen di wastafel"


" Hah? Maksud kakak . Aku hamil ?" Manda langsung terlihat kaget


" Iya, kok ekspresi kamu begitu? " tanya Rey heran


" Aku aja belum tahu hasilnya kak. Tadi begitu udah dipake Langsung aku simpen gitu aja"

__ADS_1


" Ya udah lah yang penting sekarang kita akan jadi orangtua. Kakak seneng banget Mee. Makasih yah kamu emang selalu penuh kejutan " Rey terus memberi kecupan di atas kepala Manda yang malah bengong,


" Kok bisa sih?" cicit Manda yang masih bingung


" Hah, Kok bisa? Ya bisalah sayang. kita suami istri . Kakak tanem saham spe** kakak di rahim kamu, terus kamu gak min-- " Ucap Rey menjeda kalimat nya


" Apa kamu masih minim pil nya ?. Iya, kamu masih minum?" Melihat Manda yang mengangguk. Membuat Rey melepaskan pelukannya .


" Liat kakak, dan jujur sama kakak apa yang kamu rasain sekarang. kamu nyesel hamil ? kamu gak rela tubuh kamu jadi gemuk karena mengandung anak kakak?" Rey mulai kesal, ia frustasi dengan tingkah Manda


" Bukan gitu kak"


" Terus apa, Kamu gak percaya kalo kakak akan bertanggung jawab sama kalian. Kenapa, Kamu takut penampilan kamu gak menarik lagi gitu. Sekarang Apa? Kamu mau gugurin kandungan kamu ? " Rey mengendalikan dirinya agar ia tidak membentak Manda, Ia masih bisa menahan amarahnya dan memilih memaklumi keadaan Manda

__ADS_1


" Ya udahlah, semua orang tuh gak peduli juga kan sama perasaan aku. kalian itu gak mau ngerti apa yang jadi prioritas aku sekarang ini. Aku cuma belum siap hamil bukan gak mau. Lagian kenapa emangnya kalo aku seorang istri, emang nikah cuma mau bikin anak doang gitu. sekarang kakak puas kan, orang tua kita juga pasti puas . itu kan harapan mereka jadi aku bisa apa. Aku mau pergi sekarang, pamit dulu . sarapannya udah aku siapin di bawah, keperluan yang lain juga udah aku siapin. Aku berangkat yah ada rapat diluar pagi ini. Kakak gak usah nunggu aku pulang, kayanya aku lembur lagi"


" Kakak emang gak pernah nunggu kamu pulang. Soal nya bukan cuma hari ini kamu lembur tapi emang tiap hari " Rey kembali masuk ke kamar mandi, Ia menggeleng kepalanya dengan gerutuan


" Heran punya istri kok gini amat, uang gak kurang masih aja ngotot kerja. kamu tuh ngejar hidup kok gini amat sih Mee, untung sayang ... "


Sementara Manda, Ia sudah tidak peduli dengan gerutuan Rey. Ia lebih memilih berjalan meninggalkan kamar tidur mereka ....


Jujur aku sangat bahagia atas kejadian tadi pagi, fakta bahwa Amanda hamil tentu jadi kabar bahagia dalam pernikahan kami yang sudah berjalan sekitar lima bulan. Meskipun kata-kata Manda membuat ku merasa menjadi suami yang egois karena terus-menerus mendesak Manda agar bisa hamil. Padahal kalo di fikir urusan hamil dan belum, itu sudah bukan kendali kita lagi. tetapi tetep saja, Jika tuhan malah ragu dengan kita saat memberi anugrah ini karena tingkah kita sendiri yang belum siap menjadi orang tua. atau belum siap hamil dan malah menolak nya seperti apa yang Manda lakukan..


Setelah menikah kami memang memutuskan untuk tinggal di rumah orang tua ku, lebih tepatnya keputusan ku yang beneran memaksa agar mau tinggal disini, dan bukan di apartemen nya. meskipun apartemen itu sangat nyaman di tinggali pasangan baru seperti kita.


Tetapi jiwa kelelakian ku jelas langsung menolak, Masa iya, aku harus numpang ber rumah tangga di apartemen milik Amanda. itu sama aja merendahkan harga diri ku. sementara Rumah kita, Entahlah kapan itu akan terwujud. keliatan wujud nya pun tidak. Kenapa? tentu saja karena Nyonya Rayyen, yang seorang desain ternama itu. Ia mendesain segalanya sendiri, mendesain rumah yang akan kami tempati nanti.

__ADS_1


__ADS_2