
Oke.. Karena pagi tadi aku telat bangun jadinya Mas Rey tidak membawa bekal makan siang nya...
Aku putuskan untuk siang ini, biarkan Istri Cantik mu ini datang dan memanjakan mu di kantor dengan segala masakan ku ...
Dari sekian banyak opsi masakan apa yang akan aku buat, akhirnya aku putuskan untuk membuat Beef teriyaki, Egg Chicken Roll, Dan Ebi Furai lengkap dengan nasi putih dan salad. Seperti Bento Ala-ala Restoran HokBen ...
" Bik, Kalo Mama Nanya. Tolong bilangin aku ke market depan" Ucap Manda yang langsung keluar berjalan ke luar rumah setelah bik Asih mengiyakan ucapannya..
Perjalanan ke Market hanya memerlukan waktu kurang dari dua puluh menit, apalagi dengan keadaan lalu lintas yang terlihat ramai lancar..
" Da da atau pa ha?" Gumam Manda yang sedang memilih bagian dari daging ayam fillet yang berada di hadapannya..
" Mau da da atau pa ha aku suka keduanya " jawab seseorang tiba-tiba, Dengan wajah datar nya ia langsung mengambil dua fillet ayam bagian tersebut ke dalam keranjang belanjaan yang berada disebelah Manda ..
Manda langsung menatap kesal lelaki disampingnya
" Ya Tuhan kamu lagi" Imbuh Manda setelah tahu sosok yang sekarang tengah menghadap ke arah nya
" Sebelum aku menyerah untuk memiliki mu, takdir pasti akan mempertemukan kita lagi dan lagi, Oh aku belum bilang itu ya sama kamu?" tanya nya dengan senyuman manis itu, Manda langsung menggeleng tanpa bisa di cegah..
" Eh kenapa aku peduli" geleng Manda kembali, Merasa aneh dengan sikapnya.. Pria itu hanya tertawa gemas melihat wanita yang ia rindukan sejak kemarin itu...
" Mau masak apa?" Tanya pria itu yang malah mengikuti Manda berbelanja,
" Daging" jawab Manda sekenanya, karena kini ia sedang memilih berbagai jenis daging sapi.
" Lalu ayam yang tadi?"
" Egg Roll"
" Terus udang yang ini buat apa?"
" Arsen !, Kamu itu wartawan atau Apasih, Nanya Mulu deh dari tadi... Lagian ngapain juga kamu ngikutin aku, bukannya kamu kesini mau belanja jadi ya udah belanja aja gak usah peduli sama aku" Ucap Manda kesal, Pasalnya Arsen tidak berhenti mengikuti nya kesana kemari dengan berbagai pertanyaan yang tak henti ia tanyakan, membuat Manda merasa risih. Apalagi beberapa orang melirik ke arah mereka dan dengan tak tahu malu nya Arsen malah menanggapi nya dengan senyuman, mungkin orang berfikir kalo mereka adalah pasangan suami-istri.
" Aku gak bisa" Jawab Arsen lemah. Melihat Manda yang kesal seperti itu ada perasaan tak enak di hatinya.
" Ah ya ampun" Manda menghela nafas pendek
" Maafin aku karena bentak kamu tadi" sesal Manda kemudian, Merasa bersalah karena Ucapan nya tadi apalagi melihat wajah Arsen yang menurutnya begitu menyedihkan
" Jadi kita mau masak apa?" Tanya Arsen kembali dengan wajah menyebalkan itu
" Ih kamu, Kenapa sih nyebelin banget" Manda tersenyum kecil, Laki-laki ini benar-benar pejuang tangguh rupanya
" Nyebelin atau ngangenin" goda Arsen
" Nyebelin" Sanggah Manda ketus
" Ngangenin" Ucap Arsen cepat
" Nyebelin" Sanggah Manda lagi
__ADS_1
" Nyebelin"
" Ngangenin" Jawab Manda akhirnya terperangkap ucapan Arsen sebelum nya..
" hahhaa.... Bener kan kamu kangen" Ledek Arsen Senang.. Baru kali ini Ia merasa lebih dekat dengan perempuan di hadapannya itu..
" Dasar Nyebelin" Ucap Manda gemas dengan mencubit tangan Arsen ...
" Bisa gak sih nyubitnya di perut aja" Rajuk Arsen yang terus mengaduh kesakitan,
" Kenapa?" tanya Manda heran
" Ya Karena --" jawab Arsen yang dengan sengaja menggantung kan kalimat nya.. Manda terus menatap nya menunggu jawaban absurd apa yang akan keluar dari mulut nya..
" Awas..." Teriak Arsen menarik Manda yang hampir tertabrak sebuah troli yang di mainkan seorang anak kecil
" Maaf Mas, Maafin anak saya" ucap seorang perempuan yang merupakan ibu dari anak tersebut
" Hati-hati dong Mbak, Jaga anak nya dengan baik.. untung istri saya gak apa-apa " Kesal Arsen,
" Iya Mas, Maaf" Perempuan itu pun pergi setelah mendapat anggukan Arsen..
" Kamu gak apa-apa kan?" tanya Arsen khawatir, membuyarkan lamunan Manda yang masih kaget atas kejadian tadi..
" Ah iya gak apa-apa kok, Makasih" jawab Manda yang membuang tatapan matanya pada Arsen dan melepaskan pegangan tangannya pada pinggang Arsen ..
" Belanjaan ku udah selesai, Aku pulang duluan" pamit Manda yang pergi menuju kasir, melihat begitu khawatirnya Arsen padanya tadi cukup membuat Manda yakin kalo pria itu tidak main-main dengan segala ucapan nya.. dan cara terbaik yang bisa Manda lakukan adalah pergi menjauh..
" Belanjaan nya satuin sama yang punya saya mbak" ucap Arsen yang sudah berada di belakang Manda kembali, ia menyimpan beberapa jenis vitamin milik nya di meja kasir.
" Ini jadinya dipisah atau disatuin?" Tanya sang kasir yang bingung
" Satuin aja" ucap Arsen tegas, Ia mengeluarkan kartu ATM nya dan membayar belanjaan nya beserta Manda sekalian... Ia terus menahan tangan Manda yang akan membayar belanjaan mereka,,
" Aku hanya ingin jadi laki-laki yang baik, yang dengan Senang hati membayar belanjaan kekasihnya"
" Tapi aku bukan kekasih mu Arsen !, Aku ini perempuan yang sudah -"
" Aku gak peduli apapun yang ada padamu, Karena aku hanya ingin kamu. Biarin aku begini Manda .. Aku akan terus berharap, dan berjuang untuk memperjuangkan mu sampai aku sendiri yang ingin berhenti dan merasa lelah.. " Arsen menekan tiap kalimat yang ia ucapkan, harus berapa kali ia menjelaskan perasaan nya itu pada Manda ..
" Aku gak bisa ngasih kamu apapun, mau itu harapkan atau kepastian, Aku tuh gak bisa Arsen" Wajah Manda mulai memerah, Ia merasa kesal dan sedih diwaktu bersamaan, belum lagi perasaan bersalahnya pada Rey karena merasa telah mengkhianati suaminya itu ...
" Aku mau pulang" Ucap Manda yang malah menangis, Ia menghempaskan genggaman tangan Arsen yang dari tadi terus menahannya.
" Jangan begini dong Manda, Jangan bikin aku makin frustasi karena liat kamu nangis" Arsen kembali menahan tangan Manda
" Aku beneran gak bisa Arsen" Tangis Manda malah semakin pecah....
Dengan cepat Arsen menarik wanita itu dalam dekapannya, Hatinya merasa terluka melihat Manda yang terus menangis dalam pelukannya..
" Aku antar kamu pulang yah" Ajak Arsen lembut yang membawa Manda ke dalam mobilnya, dan tanpa perlawanan sedikitpun Manda hanya pasrah bahkan ia belum melepas pelukannya pada tubuh Arsen ...
__ADS_1
Cukup lama Arsen hanya diam sambil terus memandangi wajah cantik itu yang terus menangis, Ia tersenyum ketika menyadari kalo perempuan dihadapan nya ternyata cengeng juga...
" Sudah dong nangis nya" Goda Arsen yang tanpa melepas pandangan nya dari Manda, Ia tersenyum dengan dagu yang ia topang tangan kirinya ...
" Siapa yang nangis, Aku cuma sedih aja" Sanggah Manda tak terima, Ia menahan senyum nya karena merasa malu bisa-bisa nya ia malah menangis di hadapan laki-laki lain ..
" Oh yah, Kalo gak nangis kok baju aku sampe basah begini" Ledek Arsen memperlihatkan baju bagain atasnya yang basah karena tangisan Manda ...
" Kamu gak bisa seperti ini terus Arsen, Aku gak akan biarin kamu begini, semuanya harus selesai"
" Aku gak bisa rencanain hatiku untuk jatuh cinta pada siapapun, Jadi biarkan aku bekerja dalam hubungan yang sedang aku perjuangkan meskipun aku tau semuanya sia-sia"
" Bisakan kamu diam dan menikmati apa yang sedang aku usahakan ini?" goda Arsen yang semakin giat, Entah kenapa dia sangat menyukai perubahan ekspresi wanita itu..
Terlalu menggemaskan jika hanya di liat saja,
" Terserah kamu"
" Aku anggap itu sebagai persetujuan mu" Simpul Arsen yang terlihat bahagia, Ia terus tersenyum dengan satu tangan yang menggenggam tangan Manda meskipun lagi-lagi wanita itu berusaha melepaskan nya...
" Pulang sekarang?" Tanya Arsen yang mulai menghidupkan mesin mobilnya
" Eh, Nggk. Aku pulang sendiri aja" cegah Manda panik dengan membuka pintu mobil Arsen ...
" Bukain Arsen !" Kesal Manda karena pintu yang terkunci... "Arsen Buka dong" pinta Manda kembali...
Ia tentu saja tidak ingin ada kesalahpahaman diantara keluarga nya kalo mengetahui ia di antar seorang laki-laki..
" Nggk, Sebelum kita sampai rumah kamu, Aku gak bakalan buka kuncinya.. "
" Kok gitu sih?" Rajuk Manda
" Ya Terserah, Kalo kamu pengen disini sampai besok pagi pun aku sih gak masalah" Jawab Arsen acuh, Ia tersenyum menyeringai saat melihat wajah pasrah Manda..
" Aku kan udah bilang, kamu hanya perlu diam dan melihat perjuangan ku, gak usah protes ataupun nolak"
" Diem.... Sssttt " Ucap Manda menyimpan jari di bibir nya... Hal itu tentu langsung menjadi perhatian Arsen,
" Ada apa?" Tanya Arsen bingung..
.
.
.
.
.
Ada Author yang nunggu komentar sama dukungan Readers sekalian... 😍😍😍😍
__ADS_1
.
.