
Hampir satu jam obrolan mereka berlanjut, Beberapa panggilan Indira nampak memenuhi layar handphone Manda,, Sudah sejak tiga puluh menit lalu sahabatnya itu menghubungi nya... Tetapi nampaknya Manda tidak menyadari hal itu karena terlalu asik dengan keluarga yang baru ia kenal...
Ia tertawa dan tersenyum dengan segala candaan yang di lontarkan keluarga Arsen, Ia begitu menikmati waktu nya bersama mereka.. Keluarga Arsen yang menerima dengan tangan terbuka Apalagi sikap Manda yang Humble membuat dia mudah diterima dimana pun ia berada ...
" Ma, Manda ke kamar mandi dulu" Ucap Manda bangkit dari duduknya, Sudah sejak tadi ia menendang kaki Arsen di bawah meja agar mengajaknya keluar dari situasi ini, tetapi entahlah Arsen yang tidak peka atau sengaja dia tetap diam dan tak peduli dengan kode dari Manda..
Manda yang sudah kesal akhirnya memberi alasan ke kamar mandi untuk keluar dari restoran. Ia mencubit tangan Arsen yang dengan modusnya terus menggenggam tangannya di atas meja padahal Manda sudah berusaha melepaskan genggaman itu...
Arsen sungguh menyebalkan...
" Ma, Arsen anter Manda dulu, kayanya dia gak bisa pergi sendiri.. Gak usah di tunggu soalnya setelah ini kami mau jalan berdua" Dengan cepat Arsen menyusul langkah Manda, Ia pun berpamitan kepada keluarganya yang bisa memaklumi sikap pasangan ini...
" Ya sudah, Kami juga mau pulang. Kamu jangan lupa antar dia juga pulang dengan selamat ke rumah nya" Papa Arsen memberi perintah, Ia tersenyum melihat tingkah anaknya yang begitu perhatian kepada Manda.
Mungkin itulah sedikit pelajaran dari keluarga Arseno, dia selalu di didik untuk menghormati dan menyayangi perempuan yaitu Ibu dan adiknya... ternyata didikan itu tetap Arsen lakukan kepada setiap perempuan yang dia anggap penting ...
" Manda..." Panggil Arsen yang belum bisa menyamakan langkahnya, Manda terus berjalan tanpa peduli dengan panggilan itu
" Amanda Zivanya" Panggil Arsen kembali, Ia langsung menarik tangan Manda agar berhenti berjalan
" Ada apa?, Sudah selesai kan?, Saya mau pulang" jawab Manda sedikit membentak frustasi, Meskipun ini hanya sebuah akting tetapi Manda tetap merasa bersalah kepada suaminya...
" Maafkan aku, Maafkan kelancanganku. Aku sungguh tidak bermaksud memanfaatkan mu apalagi melecehkan mu dengan tindakan ku tadi.. semuanya terjadi begitu saja tanpa bisa aku kendalikan, semua sungguh nyata bagiku, Manda .... " Manda hanya menghela nafas panjang, tidak seharusnya ia membentak pria dihadapannya, Karena kejadian tadi pun terjadi karena persetujuan nya, seharusnya dia sudah mengerti bagaimana sebuah hubungan pasangan pada umumnya yang pegangan tangan atau saling merangkul adalah hal yang lumrah..
__ADS_1
Tanpa membuang kesempatan Arsen langsung membawa Manda duduk disalah satu cafe yang berada tak jauh dari mereka...
Ternyata wajah memelas Arsen lebih ampuh ketimbang Brain and Beauty yang Manda gunakan untuk mengendalikan situasi...
Lagi-lagi Manda mengikuti permintaan Arsen, Ia duduk di kursi yang Arsen tarik ..
" Terima kasih untuk bantuan mu, Jujur aku gak mau--"
" Ada harga mahal yang harus kamu bayar untuk aktingku tadi Arsen" ucap Manda serius,
" Berapa yang kamu minta?" tanya Arsen masih dengan ekspresi santai, Senyuman manis yang begitu menggoda bahkan tidak pernah lepas dari wajahnya.
" Aku gak butuh uang, Aku hanya minta jangan kecewakan keluarga kamu karena perbuatan kita tadi"
jelas Manda tersenyum kecil kala mengingat perlakuan keluarga Arsen
" Tentu saja, Dan kamu harus menemukan wanita spesial seperti ku juga untuk calon menantu Mama mu" Ucap Manda percaya diri, Ia tertawa mendengar pujian Arsen..
" Aku sudah menemukan nya" Arsen terus menatap dalam wanita di hadapannya itu..
" Baguslah, Jadi--"
" Dan orang itu adalah kamu" Imbuh Arsen tiba-tiba,
__ADS_1
" Kenapa?" Heran Manda menyeritkan matanya, Apakah secepat itu dia merasa yakin akan keputusan nya, padahal baru pagi tadi mereka bertemu.. Pria ini benar-benar gila,
" Aku pria normal Manda, Dan semua pria seperti ku pasti akan menginginkan mu, terlebih aku sudah melihat bagaimana ketulusan mu kepada keluarga ku tadi" Lagi-lagi Manda hanya tertawa, Bagaimana mungkin pria di depannya mengucapkan hal itu padanya, pada seorang istri yang sedang hamil anak suami nya ... Apa dia tidak bisa melihat perut Manda yang membuncit... Ah, Ini pasti karena pakaian yang Manda gunakan benar-benar menutupi perut buncitnya itu...
" Lalu aku bisa apa Manda, Ketika hatiku sudah memilih mu" Arsen merasa frustasi karena Manda tidak memberikan tanggapan apapun, Manda hanya menatap nya datar..
" Apa kamu tidak ingin mengetahui sesuatu?" tanya Manda sambil memperlihatkan handphone nya
" Aku akan menekan tombol power, dan sesuatu yang kamu harus ketahui ada disana" Ucap Manda kembali
" Tolong jangan, Jangan biarkan aku jatuh cinta dan patah hati dihari yang sama" cegah Arsen menggenggam tangan Manda, meminta Manda agar menyimpan handphone nya kembali...
" Baiklah, Itu pilihan mu" Ucap Manda menutup pembicaraan mereka, Ia bangkit dan berjalan pergi meninggalkan Arsen yang justru diam seribu bahasa, Pria itu hanya terus menatap kepergian Manda tanpa berniat untuk mengejarnya...
.
.
.
.
.
__ADS_1
Mana nih dukungannya...
Like dan komentar nya dong,,, biar Author makin semangat...