Ambisi Cinta Model Cantik

Ambisi Cinta Model Cantik
BISAKAH SELALU MENGERTI


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, Baik Rey maupun Manda sudah kembali di sibukkan dengan pekerjaan masing-masing. Manda bahkan sudah kembali ke dunia Modeling nya. setelah seharian bekerja di kantor, malamnya ia akan pergi untuk pemotretan berbagai produk. Dia memang wanita yang gila kerja, Ia bahkan tidak memikirkan soal jawaban untuk Rey soal hubungan mereka.


Seperti biasa hari-hari yang manda lalui selalu bersama Adi, seperti malam ini Manda telah selesai makan bersama adi, sore tadi mereka harus sedikit lembur karena ada masalah dengan desain yang manda buat, klien yang manda tangani ternyata meminta beberapa perubahan pada desain gambar yang telah dibuat sementara desain gambar itu sudah mulai dikerjakan. sehingga perubahan itu harus segera diselesaikan dengan cepat.


Manda sengaja makan malam di salah satu mall terbesar di Jakarta itu, karena Ia akan melakukan pemotretan disana juga. Manda yang akan keluar restoran tampak melihat ke salah satu meja, melihat sosok yang tidak asing baginya. Ia menghampiri laki-laki yang sangat ia kenali.


" Kak Rey," Sapa manda, ia bahkan melirik ke arah perempuan itu.


" Hy Mee, sedang apa kamu disini?" Rey melirik ke berbagai arah untuk melihat dengan siapa Manda disini


" Abis makan. aku kesini sama adi, tadi dia pulang duluan"Manda menjawab lirikan Rey yang mencari seseorang, sekali-kali ia memandang perempuan yang bersama Rey, ia mengingat-ingat siapa wanita itu, Ia seperti pernah melihat nya.


Ya tuhan lagi-lagi Adi, Mee semoga keputusan ku memang benar soal kamu.


" Oh ya sudah kak, silahkan dilanjut makan nya. aku harus pergi, permisi"


Manda yang memang sudah ditunggu untuk pemotretan langsung pergi. Ia menjalani pekerjaan dengan profesional meski tak di pungkiri, ia jadi terus berfikir soal Rey dan perempuan itu, siapa dia? hingga ia ingat satu nama Maya Milian Prayoga, nama yang selalu disebut kan Indira karena telah menyukai Rey sejak lama.


Kenapa Kak Rey bersama perempuan itu?, Apa mereka sering bertemu?. Penampilan Rey yang terlihat dengan pakaian santai saat makan malam tadi, bersama Manda saja Rey biasa menemuinya disela-sela waktu istirahat nya saat bekerja dan tentu dengan pakaian kantoran.


Hubungan mereka memang dekat, Kak Maya kan sahabat kak Rey sejak lama, Iissh apaan sih kenapa aku berfikir mereka lagi kencan, Aku ajh sering pergi bersama Adi, dan kita hanya berteman tidak lebih. Tapi, Kak Rey. kita kan tidak punya hubungan apapun, bisa aja kan mereka memang kencan.


Akkhh seperti nya aku cemburu...


Hari ini Manda kembali melakukan pemotretan, ternyata jadwalnya harus lebih cepat dari jadwal yang sudah dibuat. karena pimpinan perusahaan ingin melihat langsung proses pembuatan iklan produk terbarunya, produk yang dibuat atas kerja sama baru dengan perusahaan lain. Jadwal yang tiba-tiba dimajukan bahkan membuat Manda kesal, ia harus sampai izin pulang duluan padahal ia sudah mengatur waktu agar pekerjaan model nya tidak mengganggu keprofesionalan nya kerja di kantor, mau bagaimana pun menjadi Desainer interior adalah tujuan utama Manda, sementara model hanya lah hobi yang tentu saja tidak bisa ia tinggalkan begitu saja karena dunia model lah ia banyak mendapat banyak pengalaman berharga, Ia izin dari kantor untuk pulang ke Apartemen nya mengambil beberapa barang pribadi miliknya, jarak kantor dan apartemen memang lumayan jauh. begitu pun jarak dari Apartemen menuju hotel tempat pemotretan itu.


Manda yang datang dengan tergesa-gesa karena ia hampir saja terlambat, Ia tidak mau di sebut Model yang tidak profesional karena datang terlambat.


Bruukkk....


" Maaf pak, saya tidak sengaja" Manda menabrak seorang pria saat ia akan berbelok masuk ke ruangan dimana ia akan melakukan pemotretan. Ia bahkan tidak menghiraukan laki-laki yang di tabrak nya tadi.

__ADS_1


" Manda, sedang apa disini" Rey langsung memegang tangan Manda, ketika wanita itu hendak pergi


" Kak Rey, Aku..." Manda tidak melanjutkan ucapannya begitu ia melihat perempuan yang datang dari arah lain dan memanggil Rey.


" Rayyen ayo kita pergi, semuanya sudah berjalan dengan lancar, mereka sudah mulai pemotretannya, kita tidak mungkin menunggu sampai selesai kan?," Pemotretan yang di maksud, yang dibawakan dengan satu model yang lain.


" Ah iya May, bentar" Rey masih menatap manda tanpa melepas pegangan tangannya


" Maaf kak, Saya buru-buru. Permisi" Ucap Manda, ia langsung pergi.


" Nah itu model nya juga, Amanda Zivanya. Ah bisa-bisa nya datang di waktu mepet begini, perusahaan kan sudah bayar dia mahal. seharusnya sudah stand by dari awal. untung model yang satunya lagi sudah datang, mentang-mentang model internasional, seenaknya saja" Maya terus memprotes manda, ia terus mengoceh tanpa menyadari perubahan wajah Rey.


" Diam lah May, jangan berkata sembarangan. Kita yang salah karena tiba-tiba memajukan jadwalnya" Ucap Rey sedikit tegas, Ia kesal saat wanita di sebelahnya berkata jelek tentang manda. Rey terus menatap kepergian manda.


" Oh ya ampun, aku lupa kalo dia mantan kamu"


Ucap Maya dengan menutup mulutnya, Apa ia sengaja mengucapkan itu.


" Akkhh" Manda kaget dengan sosok yang menariknya, Rey dengan muka yang menahan marah membawa manda ke dalam mobilnya.


" Kak Rey, ada apa? bikin aku takut aja?"


Rey ternyata datang lagi ke hotel, ia sengaja menunggu manda menyelesaikan pekerjaannya. Ia sudah menahan kesal dari tadi karena sikap manda, kenapa manda tidak memberi tahukan kalo ia kembali menjadi model. saat ini Rey benar-benar sangat emosi, bisa-bisanya manda masih melakukan pekerjaan itu, sementara dulu ia bilang kalo setelah kepulangannya ia akan mencoba secara serius menerima Rey, tapi kenyataannya hanya omong kosong.


" Manda katakan, kenapa kamu kembali pada pekerjaan model mu itu?, Kenapa kamu gak ngasih tau kakak?, bukannya kamu sendiri yang bilang akan berhenti?," Ucap Rey masih menahan emosi nya. Manda terdiam ia merasa kenapa Rey Sampai kesal seperti ini.


" JAWAB" bentakan itu begitu saja keluar dari mulut Rey, ia sudah frustasi dengan ambisi manda.


" Memang kenapa kak, kita kan udah bahas ini, ingat, kita tidak akan mencampuri urusan pekerjaan masing-masing. Ayolah kak kenapa kakak begini lagi, selama ini kakak selalu dukung keputusan aku, kenapa sekarang nggk"


Manda malah nampak santai.

__ADS_1


" kalo begini terus kapan kamu mau serius sama kakak, kapan kamu ada waktu dengan hubungan kita, kalo waktu kamu habis untuk bekerja, Please manda, fikirin perasaan kakak, tolong sedikit saja prioritas kan hubungan kita. kakak sudah kasih kamu banyak waktu untuk mengejar impian kamu, sekarang saatnya kamu memikirkan hubungan kita. Apa kamu gak pernah sedikitpun peduli dengan hubungan kita?"


" Aku peduli, aku hanya Belum siap kalo harus menikah beberapa tahun ini"


" Apa kamu peduli kalo kakak memulai hubungan dengan Maya?," Rey mulai berbicara datar, ia tidak menyangka akan jawaban yang ia dapat.


" Kenapa, kakak mulai gak sabar sama aku, oh kenapa aku harus peduli, kalo kakak memang cinta sama aku, kakak tidak akan melakukan itu. kakak pasti mendukung ku dan mau menunggu ku"


" Tidak untuk kali ini, Kaka sudah cape mengikuti ambisi tinggimu itu" Rey dym untuk sesaat.


" Apa kakak harus menidurimu dan membuat mu hamil, agar kamu berhenti dengan semua ambisi mu?" Rey menatap wajah manda, ia mencondongkan tubuhnya ke arah manda, mengelus wajah yang selama ini membuat dia tersiksa, tersiksa karena telah menyukai keindahan ini tapi belum mampu memiliki nya.


Manda memalingkan wajahnya ke arah luar jendela. " Bukankah kita sudah berada di hotel, bagaimana kalo kita mulai permainan ini" tangan yang mengelus wajah itu, mulai turun ke arah leher manda.


" Apakah kamu menyukai nya" Rey seperti nya mulai terbawa gai rah.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2