
Bugh.. Bugh...Bugh... suara pukulan terdengar jelas di telinga amanda, Ia yang sedari tadi menutup matanya, tak berani melihat apa yang terjadi... tubuh yang sudah sangat lemah membuat kesadaran manda hilang. Ia syok dengan semua kejadian yang menimpanya
Adi, Pria yang berhasil menyelamatkan manda. Dia yang baru pulang dari acara workshop bersama kedua temannya diluar kota. Adi yang merasa sangat lelah tidak menyadari beberapa panggilan telpon dari manda. Entah kebetulan atau apa, mobil yang mereka kendarai melewati tempat dimana seorang wanita terduduk di hadapan dua preman yang terlihat sedang mengganggu wanita itu.
" Woy Gan, Morgan ada cwe noh kayanya di gangguin preman. tolongin yuk kasian" Ucap Refal, ia duduk sebelah pengemudi. dia dengan jelas melihat kejadian itu.
" Hmm, udah biarin aja gwe ngantuk" ucap Adi malas. Rasa lelah nya membuat ia sangat mengantuk..
Cckkkiittt...
" Gi La lho apaan sih, pake rem ngedadak gitu" gerutu Adi, Istirahat nya merasa terganggu
" Kita tolongin Gan, gwe gak tega. Jadi mikir kalo adik gwe yang digangguin begitu. Fal ayo turun" Ucap Ridwan sang pengemudi mobil.
Adi yang awalnya menggerutu, matanya seketika membulat melihat wanita itu adalah Amanda. Rasa lelah yang menderanya langsung sirna setelah melihat orang yang akan selalu ia jaga hampir saja mengalami pelecehan.
melihat keadaan manda yang sangat berantakan membuat nya sangat geram, beberapa pukulan ia berikan pada preman itu, lalu menyuruh dua temannya mengurus sisanya
" Sia lan emang si Morgan, tadi aja ogah giliran liat cwe nya cakep paling semangat" Ridwan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Adi, sementara adi langsung menghampiri manda yang terdiam dan mulai pingsan, ia segera menutup tubuh manda dengan jaket yang ia kenakan. Ia langsung menggendong tubuh manda ke dalam mobil dan menyuruh temannya untuk masuk mobil.
" Anya, bangun ... bangun.." Ia menepuk bahu manda yang berada di pangkuan nya. terlihat Adi sangat khawatir. Dua temannya bahkan tidak berani berkata apapun.
__ADS_1
Pantesan semangat taunya si Manda, dasar lho bucin akut gerutu Refal. Mobil itu langsung melaju dengan kecepatan tinggi menuju apartemen manda.
" Baru sehari aku tidak bersamamu kamu sudah begini, kenapa kamu tidak bisa menjaga dirimu dengan baik, kamu selalu membuat ku merasa tidak tenang saat jauh darimu, kenapa kamu tidak berubah sejak dulu, kenapa selalu membuat ku takut kehilanganmu" Adi bahkan meneteskan air matanya, ia merasa takut akan keadaan manda.
" Lho balik aja gwe mau urus anya dulu"
" Awas lho, Jangan macem-macem sama tuh anak" Ucap Ridwan mengingat kan
" Gi La emang lho, keadaan begini mana berani gwe macem-macem"
" Hahah, berarti kalo keadaan aman lho berani, ngaku lho morgan" Refal ikut bicara
" Kagak lah, otak lho pada ges rek emang" Adi langsung pergi setelah mobil itu berhenti di depan lobi apartemen.
Bi Asih langsung terdiam, setelah ia membuka pintu. sungguh terkejut nya dia melihat kondisi manda yang memprihatinkan.
" Bik, tolong bi. siapin air hangat sama baju ganti"Ucapan adi langsung menyadarkan diam nya bi asih, Adi menggendong tubuh mandi yang masih pingsan, langsung membawa manda ke kamarnya atas arahan bi asih, Ia merebahkan tubuh perempuan itu secara perlahan, menyuruh bi Asih agar segera membersihkan tubuh manda dan mengganti bajunya, terlihat baju yang di gunakan itu banyak sobekan di beberapa tempat jika saja tidak di tutupi jaket milik Adi.
" Bik, Jangan bertanya dulu yah. tolong cepat kompres aja pipinya" Adi seakan tahu apa yang ingin diketahui bik Asih, karena bi asih sekali-kali menatap ke arahnya dengan mata yang meneteskan air mata seolah tidak bisa ditahan.
Pipi yang putih mulus itu sekarang malah terlihat berwarna merah agar kebiruan dengan darah di ujung bibirnya. Adi terus membayangkan bagaimana sakit nya tamparan itu, Adi terus memperhatikan saat bi Asih dengan sangat hati-hati membersihkan darah yang sudah mengering itu. tiba-tiba Manda terbangun. Ia menangis histeris, ia terus berteriak.
__ADS_1
" Tolong manda bunda, manda takut, tolong manda ...." air mata terus keluar tiada henti. Manda terus menutupi bagian-bagian tubuh dengan tangannya sendiri " Bunda Tolong, Manda takut.. hikh..hikh.."
Suara tangisan semakin terdengar. bi Asih pun malah ikut menangis, ia bahkan keluar dari kamar manda. Adi yang berada di depan kamar tentu saja langsung masuk dan mencoba menenangkan manda. Adi terus mengusap kepala amanda yang bahkan ketakutan dengan sentuhan Adi.
" Jangan sentuh aku, pergi kamu. PERGI" Ia terus menepis sentuhan itu
"Anya ini aku Adi, kamu tenang yah. sudah jangan menangis lagi. sudah tidak ada yang harus kamu takutkan, kamu sudah aman disini" Adi terus memberi kekuatan dengan ucapannya.
" Adi, Adi, kamu disini. Adi aku takut. barusan aku... aku.." Manda mengucapkan itu dengan ketakutan yang dalam.
"sudah tidak apa-apa, ada aku sekarang, aku pasti akan menjagamu, semuanya sudah aman. kembalilah tidur aku akan tetap disini.
" Adi.." Manda menatap bola mata adi, Adi hanya mengangguk dia meyakinkan manda kalo ia akan selalu menjaganya.
Manda yang memang sudah lelah langsung tertidur kembali dengan usapan adi di pucuk kepalanya...
.
.
.
__ADS_1
.
.