Ambisi Cinta Model Cantik

Ambisi Cinta Model Cantik
SAHABAT DURJANA KESAYANGAN


__ADS_3

Nuansa putih yang mendominasi langsung memenuhi penglihatan ku. Oke, Aku menghela nafas panjang, setelah beberapa lama kini aku menempati apartemen ku lagi, Apartemen yang aku tinggalkan setelah menikah dengan kak Rey ..


Beberapa lama aku hanya terdiam, Menenangkan fikiran dengan menutup mataku dan bersandar pada sofa di depan tv ... Sepi hanya itu yang bisa aku rasakan sekarang .. Memang sudah satu Minggu ini bik Asih yang biasanya jagain apartemen harus pulang ke kampung nya karena saudara nya yang menikah ..


Apa kak Rey mengkhawatirkan aku?, Apa kak Rey merindukan aku?, apa kak Rey merasa kehilangan?, Lalu sedang apa dia sekarang ? Apa dia bisa tertidur tanpa adanya aku ?, Aku kok jadi bucin begini sih. Aku hanya tersenyum tipis saat pertanyaan-pertanyaan itu muncul di benakku .. Manda, Fix kamu udah bucin akut sama suami kamu itu ... Namun tiba-tiba aku malah meneteskan air mata, Sekarang kita ini akan jadi apa? Apa masih mungkin untuk mu memaafkan segala kesalahanku , Apa masih mungkin kita bersama lagi kak .. Lalu bagaimana dengan anak yang ada dalam kandungan aku ...


Manda, tenang kan dirimu, Percayalah kak Rey sangat mencintai mu dan menginginkan anak ini ... gak mungkin dia ninggalin kamu dan anak nya ...


Beberapa kali aku menghela nafas, Mencoba menghilangkan fikiran negatif yang terus berputar dalam otak ku ...


Akhh .... Aku pusing ... Bolehkan aku berteriak, meluapkan segala perasaan yang menghimpit dalam hatiku ... Tapi, Setelah itu aku janji akan kuat kembali, akan berjuang lebih keras untuk mendapatkan hati kak Rey kembali ...


Perlahan setelah aku mulai rileks mataku pun terasa berat ...


Tring ... Tring ... Tring ...


" Kebiasaan Lho kalo ngangkat telpon suka lama. Kemana aja sih ?" gerutu Indira ketika sambungan video call nya dia angkat Manda ...


" Apaan sih, Baru mau tidur nih " jawab Manda malas


" Wah bener, Istri Sultan mah bebas. Lagi hamil, jam segini malah molor. Udah pagi woy .. kerja .. Makan gajih buta lo di kantor " Ejek Indira, Apalagi alasannya Indira nelpon Manda kalo obrolan nya bukan soal ejekan ....


Jam 7 pagi, Manda yang baru bisa menutup matanya harus kembali terbangun karena suara dering telepon yang tidak berhenti. Apalagi setelah panggilan itu di reject Manda . Maka Indira semakin gencar menelpon nya kembali.


" Mpok, itu keponakan gwe jadinya cewek apa cowok?" tanya Indira antusias


" Gak tau gwe " Jawab Manda malas


" Gimana ceritanya bisa gak tau, udah tujuh bulan lebih loh ini .. Masa iya gak lho periksa sih " Heran Indira ..


" tujuh bulan dari mana sih Indira ... " Kesal Manda karena ocehan temannya itu ..

__ADS_1


" Bentar, Bentar, itu muka lho kenapa ?, Abis kejar setoran lho sama kakak gwe" tanya Indira heran, Karena kini Manda menatap layar handphone nya itu .. Dengan jelas terlihat muka yang pucat dengan mata bengkak menghitam, terlihat sorot mata lelah disana ..


" Gak bisa tidur, Abis nangis juga " jawab nya sambil menguap


" Eh, bentar deh . gwe kaya kenal nih kamar . Apartemen lho " ucap Indira menerka-nerka lalu dengan tiba-tiba suara nya mengencang


" Lho kenapa sih Manda ?" Ucap Indira serius


" Gwe berantem sama kakak sepupu lho, Dan sekarang gwe lagi di apartemen. tenangin diri dulu .. " jawab Manda santai


" Alasannya?,. Lho kalo ngomong jangan setengah-setengah dong " Indira mulai tidak sabar karena cerita Manda yang setengah-setengah.


" Awalnya karena gwe yang keguguran bikin kakak sepupu lho -"


" HAH, Gwe gak jadi dong punya keponakan " Ekspresi Indira langsung terlihat sedih


" Tenang dulu dong, Gwe lagi hamil lagi kok sekarang"


" Weiitss gila, Beneran Kerja lembur lho tiap malem sama kak Rey" Wajah sedih Indira langsung berubah, Ia malah menggoda Manda


" Enak aja lho, Kakak sepupu lho tuh yang meseum nya kebangetan. gak liat keadaan kalo lagi on Fire maen tancap aja " Ucap Manda tak terima


" Ngeles banget .... sama-sama mau juga " Ejek Indira


" Lho mau bahas urusan ranjang gwe, atau mau ngapain pagi-pagi nelpon . kalo gak penting gwe tinggal tidur aja"


" Kangen lho tiba-tiba, Tau nya lho lagi begini " ucap Indira tulus, Ia terlihat sedih dengan keadaan Manda


" I am oke. Namanya hubungan, berantem kaya gini biasalah . Bentar lagi juga kakak sepupu lho bakal jemput gwe lagi "


" An Jir, Tingkat kepedean lho gak bisa di kondisikan."

__ADS_1


" Hey, Lho lupa yah kalo kakak sepupu lho itu cinta nya udah mentok sama gwe " Ucap Manda dengan tawanya , Membayangkan kalo saat ini Rey mendengar ucapannya. Bisa habis dia di ran*ng


" Percaya dah percaya, Tiap malem lho goyang Mulu sih kakak sepupu gwe Makanya dia gak tahan jauh dari lho.. Jadi penasaran gwe gimana goyangan h*t nya seorang Amanda Zivanya "


" Mantep dong pasti, Kakak Lho sampe gak pernah puas nidu- .. Ah Gi La, Indira... gwe malah kepancing omongan lho " Teriak Manda dengan menggeleng gelengkan kepalanya, tak percaya dengan apa yang baru ia ceritakan kepada Indira ...


" Haha ... Syukurlah lho bisa ketawa kaya gini, gwe bisa tenang .. Tadi pagi Tante Indri telpon gwe , nyuruh gwe nelpon lho tapi dia gak bilang kalo kalian lagi ada masalah. gwe fikir lho kangen sama gwe "


" Mama tau masalah ini? " Tanya Manda, Ia menjadi merasa bersalah karena keluarga nya pasti merasa khawatir


" Kayanya gitu deh, Makanya dia nyuruh gwe nelpon lho juga " Indira diam sesaat, Ia seperti sedang memikirkan sesuatu


" Gwe bilangin kak Rey yah kalo lho kangen sama dia" Goda Indira dengan menaik turunkan alisnya


" Lho mau bunuh gwe yah, Mana adalah gwe kangen sama kakak sepupu lho itu. Liat, dia udah bikin gwe kaya gini " Tunjuk nya pada perut yang mulai tidak rata itu


" Kesel-kesel juga demen kan lho, Malah gwe liat lho udah cinta mati nih sama kak Rey "


"Ya kali gwe kagak cinta sama kakak sepupu lho, udah di buntingin dua kali juga "


" Gwe takut in, kakak lho gak balik kaya dulu lagi"


" Keperja**kaan gak bisa balik Manda... Aneh lho yah"


Indira langsung tertawa puas melihat perubahan ekspresi wajah Manda yang memerah karena godaan nya ...


" Indira,.... Gwe gak -" seketika Indira langsung menutup panggilan nya, karena ia sudah merasa lega melihat kondisi Manda yang baik-baik saja ..


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2