
Rencananya Rey akan membawa Manda ke rumahnya, bertemu dengan orang tua Rey, mereka bahkan sudah menghubungi Indira agar menyusul kesana. Tapi entah kenapa setelah kejadian tadi di restoran,Rey hanya banyak diam, entah apa yang menggangu fikirannya padahal sebelumnya ia sangat bersemangat. Ia bahkan langsung pergi setelah mengantar manda bertemu Mama Indri.
" Kakak gak bisa nemenin"
Manda bahkan menatap Rey, Ia langsung pergi setelah mengucapkan itu. Ia bahkan tidak menjawab sapaan Indira yang menyapanya ketika saudara nya itu baru datang.
Manda dan Indira hanya melongo melihat tingkah Rey.
" Kakak kenapa" tanya Indira
Manda hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu.
" Kalian berantem?,"
" Kalo kami berantem mana mungkin aku ada disini, pasti udah diturunin di tengah jalan In" mereka langsung masuk dan menyalami Mama Indri yang nampak sedang berkutat di dapur,
" Kalian tumben kesini barengan, janjian atau gimana?," tanya Mama Indri sambil menghidangkan dua gelas sirup dan sepiring kue yang baru ia buat.
" Janjian ketemu disini ma, Manda tadi di antara kak Rey"
" Loh terus Rey nya mana, kok gak ikut masuk" Tanya Mama Indri heran, padahal biasanya kalo langsung pergi pun ia pasti menemui mama nya dulu.
" Ada meeting katanya ma, udah telat soalnya tadi pas anter Manda kejebak macet" Ucap manda bohong padahal ia juga tidak tahu kenapa Rey bersikap seperti tadi
Obrolan itu pun berlangsung cukup lama, tapi nampaknya tidak ada ciri-ciri kepulangan Rey. yang akhirnya Manda pulang diantar Indira
" Manda, lho beneran gak ada masalah sama kakak" Ucap Indira yang sedang mengemudikan mobilnya
__ADS_1
" Gak ada, aku juga gak tau kenapa tiba-tiba kak Rey begitu padahal tadi kita abis seneng-seneng pas makan siang"
" Lho ada salah ngomong kali"
" Ah apa gara-gara pak Kevin nyamperin aku yah, dia sih pake bilang udah ngelamar aku"
" Apa?, pak Kevin. temen lho yang mana. kok gwe sampe gak tau. lho gak cerita sama gwe" Indira nampak kaget, bisa-bisa nya manda ada yang ngelamar
" Itu klien aku di Singapura dulu, perusahaan dia sering kontrak aku buat iklan nya"Manda seperti keceplosan padahal ia memang tidak pernah memikirkan soal lamaran itu.
" Lho kok gak cerita sama gwe, hal sebesar ini lho sampe gak cerita" Indira seperti kecewa karena biasanya Manda selalu cerita apapun padanya begitu pun sebaliknya.
" Aku lupa, lagian gak penting juga. aku juga udah nolak, jadi tenang aja. Kamu juga sih kalo aku ajak ketemuan suka nolak, jadinya aku gak cerita kan, kalo di chat males ngebahasnya juga" Manda tersenyum kikuk
" Lho kali yang sering nolak" Sanggah Indira.
Pagi ini Manda berencana akan pulang ke Bandung, semenjak ia pindah ke Jakarta ia belum sempat mengunjungi keluarga nya lagi.
Ia yang sudah siap, seketika mendengar suara ketukan pintu.
" Mee, kamu mau kemana?, kok udah rapih?"
tanya Rey begitu manda membuka pintu
" Mau pulang, kakak ngapain disini?"
" Oh bagus deh, ayo aku anter kamu" Rey langsung memaksa manda agar mau diantar olehnya. Ia memberikan alasan kalo hari minggu pasti macet jadi harus ada teman yang bisa gantiin nyetir, dan Manda pun menerima penuturan itu, percuma juga Rey dan keluarga nya itu memang ahli dalam memaksa.
__ADS_1
Manda Pov
Kedatangan ku ke Bandung, seolah memberi kejutan pada kedua orangtuaku karena baru kali ini aku datang kerumah dengan seorang pria. Apalagi Kak Rey yang bisa langsung akrab dengan ayah dan kak Rangga mungkin karena sama-sama pengusaha jadi obrolan mereka nyambung.
sementara aku hanya mendapat ceramah dari mama
" Jangan terlalu memporsir diri kamu sendiri, kamu boleh berhenti kalo kamu merasa lelah dengan pekerjaan mu. Jangan selalu mengikuti obsesi mu, karena sampai kapanpun kamu gak akan puas. Bunda tidak mau kamu sampai melupakan mencari pasangan karena kamu yang selalu sibuk dengan pekerjaan"
Entahlah kenapa bunda selalu membahas itu,selalu mengatakan kalo aku wanita dengan obsesi tinggi. tapi aku suka dengan apa yang aku jalani, ada kepuasan yang aku miliki saat aku jadi yang terbaik, ya meskipun ada harga yang harus aku tebus untuk mencapai semua itu.
Makan siang ini lebih menyenangkan ternyata setelah kedatangan calon istri Kak Rangga, perempuan cantik berasal dari Palembang yang tinggal di bandung, mereka yang baru menjalin hubungan dua bulan langsung memutuskan untuk menikah dalam waktu dekat ini.
Manda terus memperhatikan interaksi Kakak nya itu, sungguh hubungan yang dewasa menurut manda, ia bahkan merasa kalo perempuan yang akan menjadi kakak iparnya itu sangat beruntung karena baru dua bulan menjalin hubungan langsung diajak menikah. sangat jelas arah hubungan mereka.
Bunda, anakmu ini sangat menyedihkan sekali kalo soal percintaan. kisah cinta ku tak semulus pekerjaan ku. Apa benar yah yang orang bilang kalo orang dengan pekerjaan yang bagus biasanya buruk dalam hal percintaan. Masa manda harus milih sih, Rasanya sulit melepaskan apa yang sudah aku capai setelah banyak hal yang aku korbankan demi berada di titik ini. Aku punya banyak kebutuhan bun, mulai bayar cicilan mobil yang baru beberapa bulan, bayar gaji bi Asih, Aku masih doyan belanja bun, kalo gak kerja siapa yang mau bayarin, Ayah kan semenjak aku lulus kuliah gak pernah ngasih uang bulanan lagi. Ayah bilangnya kalo aku harus bisa mandiri, untung Apartemen gak harus dibayar, gak seperti mobil yang aku pakai pas kuliah, setelah lulus langsung di tarik dealer soalnya belum bisa bayar , mana dealernya ayah sendiri lagi ...
Itulah kehidupan meskipun Ayah Manda memiliki banyak uang tapi ada saatnya anak-anak nya harus bisa mandiri, bisa berdiri sendiri dan memenuhi kebutuhan hidup nya sendiri ...
.
.
.
.
.
__ADS_1