
Melihat bagaimana keadaan ku dari pantulan cermin di hadapan ku saat ini, cukup jelas menggambarkan bagaimana kacau nya aku berada jauh dari dia .. Iya dia, siapa lagi kalo bukan istri tercinta ku yang saat ini sedang mengandung benih cinta kita ...
Apa sih sebenarnya yang terjadi pada perasaan ku, Tiba-tiba dengan sendirinya perasaan kecewa dan kesal ku pada Manda, langsung menguap, hilang entah kemana ...
Dan saat ini yang sangat ingin aku lakukan adalah menemui nya lalu mengucapkan Maaf ... Maafkan atas segala kesalahanku yang sudah membuat mu menderita dengan segala tingkah egois ku ..
Mee, Aku ingin memeluk mu, ingin menyentuh perut mu dimana anak kita berada .. Apa aku harus tengokin juga sekalian yah, takut nya dia ngambek sama papa nya ... Oke, itu modus sih. Jadi gak usah di anggap ...
Namun, Apa sebelum itu aku harus menemui Tari dan memintanya untuk menjauhi ku...
Rasanya gak penting juga, toh kami memang tidak memiliki hubungan apapun ...
" Iya, Hallo Pak Miller, Ada apa?" tanyaku pada bos pemilik perusahaan dimana Manda bekerja.
" Maaf Pak Rayyen kalo saya mengganggu .. Saya baru dapat kabar dari pihak HRD kalo Bu Amanda, Istri pak Rayyen sudah resmi mengundurkan diri pak"
JJJEEEDDDDAAAARRR ........ Double Surprise
Kamu memang spesial Mee, baru semalam Kamu kasih aku kejutan dan sekarang, kejutan apa lagi ini ...
Memang seluar biasa itu kamu ..
Kaget, tentu saja . Beberapa saat aku terdiam. mencerna ucapan 'Mengundurkan diri'
HAH .. Ini serius.. Manda Zivanya ngundurin diri dari kantor nya, Dan ini semua demi aku kan.
" Saya meminta maaf secara pribadi pak, Kalo surat pengunduran diri Bu Amanda bisa disetujui setelah satu bulan pengajuan " Ucap Pak Miller tak enak dari seberang telepon . Pak Miller memang pemilik perusahaan dimana Manda bekerja, tetapi perusahaan keluarga Mahesa memiliki peranan besar di perusahaan itu berkat saham besar yang mereka miliki
" Tidak apa-apa pak, Kan sudah peraturan nya seperti itu "
" Karena Bu Amanda yang sedang cuti , saya jadi kasih tau nya lewat bapak, sekali lagi Maaf pak , dan terimakasih atas waktunya "
Jujur, Aku masih belum sepenuhnya percaya atas apa yang baru aku dengar dari pak Miller ...
__ADS_1
Manda, Aku tau ini adalah impian mu yang sangat besar, menjadi seorang desain interior ternama. Lalu apa karena ku kamu rela melepas kan semua mimpi mu itu, Kok aku jadi serba salah begini sih..
Aku senang dia resign yang berarti dia punya banyak waktu untuk ku dan untuk janin dalam kandungannya
Tetapi aku juga merasa tak tega, merasa bersalah dan egois . Dia harus melepaskan segala impian nya karena aku ...
Dan sekarang Manda cuti, berarti dia sedang berada di apartemen nya ...
Tanpa perlu berfikir panjang, aku langsung bersiap untuk pergi ..
" Ma, Do'akan anak mu yang sedang galau ini . Untuk bawa mantu kesayangan Mama pulang " ucap Rey menyalami sang Mama , tetapi sebelum Mama nya mengucapkan satu kata pun , Rey langsung pergi menuju mobilnya ..
.
.
.
.
.
Tangan Manda meraba perut nya yang terasa nyaman, tanpa sedikitpun membuka matanya karena rasa kantuknya.
" Kak Rey " Dengan ekspresi kaget Manda berbalik ke arah Rey yang saat Ini tengah ikut berbaring sambil memeluk nya erat, Tentu saja Manda sangat hafal dengan tangan itu, tangan yang dulu selalu mengelus perut ketika anak mereka masih berada dalam rahim nya, Apalagi dengan wangi parfum maskulin Rey yang sangat Manda sukai.
" Biarin kakak kaya gini, bentar aja. Kakak Kangen kamu ... " ucap Rey dengan membisikkan kalimat terakhir nya . Hal itu membuat wajah Manda memerah, sudah lama rasanya Rey tidak bersikap romantis atau sekedar godaan receh yang terkadang membuat Manda kesal ...
Manda kembali berbalik dan membiarkan tangan Rey mengelus perutnya, Nyaman hanya itu yang Manda rasakan ... membuat ibu hamil itu terus tersenyum bahagia ..
Keduanya sama-sama terdiam, hanyut dalam perasaan masing-masing
" Mee, Maafin Kakak yah"
__ADS_1
Seketika Manda langsung bangkit. Ia duduk dan menatap Rey dengan mata yang mulai meneteskan air mata, Manda menggeleng dengan karena ucapan maaf Rey
" Nope" ucap Rey menyimpan jari nya di bibir Manda
" Maafin Kakak, Karena terlambat menyadari kesalahan kakak dan terlambat menyadari kehadiran anak kita " Ucap Rey yang sudah ikut duduk, Ia menghapus air mata yang mulai berjatuhan itu dengan jari nya
" Nggak, Ini semua terjadi karena aku.. Karena keegoisan aku yang tidak mau mengerti kemauan kakak. Maafin aku kak, Aku udah gagal jaga anak kita, aku udah buat dia pergi begitu cepat .. Maafkan aku karena menjadi istri yang buruk buat kakak" Tetesan air mata itu kini berubah menjadi isak tangis, Ungkapan maaf yang begitu tulus sangat terlihat jelas di manik matanya ..
" Janji?" ucap Rey tersenyum, ia mengangkat jari telunjuk nya, Yang membuat Manda menyeritkan matanya heran
" Janji, Apapun yang terjadi kamu hanya milik kakak. Sepahit apapun keadaannya jangan pernah tinggalin kakak sendiri" Ucap Rey serius, Membuat Manda mengangguk cepat dengan air mata kebahagiaan .. tak Lupa ia pun menautkan kelingking nya ...
Mereka tersenyum dan saling memeluk, meluapkan rasa rindu yang beberapa bulan ini mereka pendam.
" Love You Mas" Bisik Manda tepat di telinga Rey,
" Love You More Mee " ucap Rey dengan seringai menggoda ...
.
.
.
.
Hubungan suami-istri itu emang se- ajaib itu sih..
.
.
.
__ADS_1