Ambisi Cinta Model Cantik

Ambisi Cinta Model Cantik
KEHILANGAN


__ADS_3

Saat ini aku hanya bisa pasrah, duduk dengan meremas rambutku frustasi, ingin menangis namun rasa malu masih bisa menahan air mata ku untuk tidak keluar, saat ini aku tengah menunggu Manda yang sedang menjalani pemeriksaan sebelum siang ini menjalani kuretase. Ya, Anak kami ternyata tidak bisa di selamatkan, Manda mengalami keguguran di usai kandungan 6 Minggu . Dan yang tidak bisa aku terima tentu saja karena faktor pemicu nya, yaitu kelelahan.


" Ma, Rey di rumah sakit . Mama bisa kesini ?" tanya Rey saat panggilan sudah terhubung. Suara nya bergetar hebat perpaduan antara sedih, takut dan khawatir


" Iya Ma, Manda keguguran Ma, dan siang ini dia akan jalanin kuretase " tidak ada suara Setelah itu, Rey yang melihat handphone nya pun hanya menghela nafas panjang. sambungan nya langsung terputus. Entah apa yang terjadi pada Mama Indri, karena setelah itu panggilannya tidak di angkat lagi ... Rey langsung membayangkan wajah syok Mama tercinta nya itu, Apalagi sang Mama sangat mengharapkan bayi dalam kandungan Istri nya itu, Membayangkan bagaimana terpukulnya Mama Indri mendengar kabar yang sangat menyayat hati, Ah Rey bahkan merasa amat bersalah, tidak bisa menjaga calon anak mereka dengan baik..


Siapa wanita yang paling dekat dengan seorang anak laki-laki, jawabannya pasti kebanyakan adalah sosok seorang Ibu. terlebih lagi bagi ku yang seorang anak tunggal . semua curahan perhatian dan Kasih sayang Mama hanya untuk ku . terbiasa dengan pelukan Mama, yang aku anggap hal biasa . Tapi entah mengapa saat ini aku sangat merindukan pelukan itu, merindukan ketika Mama memelukku dengan usapan penuh kasih sayang pada punggung ku dengan berbagai ucapan yang kini sangat aku butuhkan .. terserahlah orang berfikir aku laki-laki yang seperti apa yang jelas saat ini aku sangat membutuhkan kehadiran Mama...


" Mama... Rey ---" Ucap Rey yang tak kuasa melanjutkan ucapannya ....


" Kamu udah sangat hebat sebagai seorang ayah " Mama Indri langsung memeluk putranya itu yang menangis dalam dekapannya... Memberi kekuatan dengan usapan pada punggung Rey


Beberapa lama keduanya saling diam dalam dekapan yang memberi ketenangan bagi Rey ...


" Sudah, sekarang istri kamu butuh kamu Rey. Kamu harus kuat demi dia. Ikhlaskan Anak kalian yang telah pergi, berarti Tuhan lebih sayang pada dia" Ucap Mama Indri melepas pelukannya, Ia mengusap air mata yang masih saja jatuh di pipi Rey. Ia memang ikut terpukul atas apa yang menimpa calon cucu nya itu, tapi Mama Indri sadar betul, dia bukanlah satu-satunya orang yang mengalami kesedihan ini, Ada sosok yang pasti lebih terpukul yaitu Rey dan Manda...Jadi sebisa mungkin ia harus bisa menenangkan mereka ...


Rey, Laki-laki yang dengan sabar tanpa batasnya menyayangi Manda dan selalu mengerti apapun kondisi istrinya itu, Mendukung atas segala keputusan istri yang lebih banyak bertolak belakang dengan keinginan nya .. Manda memang wanita yang sempurna, dia bisa hidup mandiri dengan sangat baik, karir yang cemerlang, keuangan yang bagus, wajah dan tubuh yang cantik, kepintaran pun mumpuni . Lahir dari keluarga kaya raya dan terhormat, dengan sejuta pesona yang ia miliki, siapa yang akan menolak perempuan seperti itu, perempuan yang banyak di dambakan kaum pria tetapi dibalik kesempurnaan yang orang liat ada banyak hal yang malah menjadi bumerang bagi Manda sendiri, Segala hal yang ia miliki sangat mendukung atas apapun impiannya yang tak pernah habis, memunculkan berbagai masalah dan konflik dalam hubungan nya karena ambisi besar yang ia miliki. Manda sangat beruntung menikah dengan Rey bukan cuma sebaliknya. karena Rey, Laki-laki dengan tingkat egois yang tinggi, mampu ia hilangkan demi Manda yang sejak dulu menjadi pujaan hatinya. Menekan serendah mungkin ego nya demi kebahagiaan Manda yang bahkan membuat dia frustasi sendiri...


Siang itu, Aku sudah merasa lega. Ternyata sekali-kali pria memang butuh menangis, bukan karena cengeng karena mereka juga butuh melepaskan segala beban yang tak bisa untuk di ucapkan...

__ADS_1


Dalam dekapan Mama aku melepaskan segala rasa gundahku, mengeluarkan air mata yang tak bisa lagi aku tahan ...


Aku harus kuat, Manda meskipun kini aku merasa sangat kecewa padanya tapi ia tetaplah Istri ku yang harus selalu aku jaga . Apalagi dalam kondisi saat ini prioritas ku tentu saja mengenai kesehatan Manda yang harus segera pulih .....


Nak, Papa ikhlaskan kepergian mu ...


Papa yakin kehadiran dan kepergian mu yang begitu cepat akan ada hikmah bagi kami orangtua mu ....


Semoga ....


" Kak " Ucap Manda memperhatikan wajah Rey yang lesu, Ia hanya diam sambil menyuapi makan malam ke dalam mulut Amanda . Tak ada kata yang keluar dari mulut Rey, Kuat tidak semudah itu ternyata.


" Kak, Aku udah kenyang. Stop aku gak mau makan lagi" Cegah Manda menahan sendok dengan tangannya. Lagi-lagi Rey hanya menatap heran, Manda tak tinggal diam, dia memegang tangan Rey ..


" Kamu fikirin aja kesehatan kamu " Ucap Rey melepaskan genggaman tangan Amanda ...


Rey mungkin mencoba untuk kuat, Kuat demi menguatkan Amanda yang pasti lebih hancur darinya, tetapi saat masuk kedalam ruangan perawatan Ia hanya melihat wajah Manda yang menurutnya biasa saja menanggapi keguguran yang menimpa nya.


Aku merasa takut pada malam itu, tentu saja. merasa syok karena darah yang terus mengalir di kaki ku...

__ADS_1


Kejadiannya sungguh berlalu sangat cepat, samar-samar aku mendengar suara percakapan Kak Rey dan dokter Nesya, Apa ? Aku keguguran...


Bagaimana ini, Anak ku keguguran dan hal itu karena sikap ku yang lalai dalam menjaga nya... Akhir-akhir ini aku memang sangat memporsir tubuhku untuk selalu bekerja lebih dan ternyata itu berpengaruh pada kandungan ku...


Melihat kak Rey yang baru masuk ke dalam ruangan ku dengan wajah yang berantakan, mata hitam sembab, rambut yang acak-acakan, bahkan baju nya masih sama dengan yang ia pakai semalam.. Ya Tuhan, Dia sampai seperti ini karena kehilangan anak nya... Apa Sebegitu berharapnya kak Rey pada anak yang aku kandung...


Maafkan aku kak, karena sudah gagal menjadi seorang ibu, Tapi Jujur aku memang belum siap untuk itu....


.


.


.


.


Gaje ... ya .... Gaje sichh.. Tapi nikmatin aja ya cerita absurd nya ...


Tetap kasih Like dan Komentar nya ...

__ADS_1


Dan Maaf untuk telat update nya, Disisa tenaga ku memang banyak keinginan untuk melanjutkan cerita ini dengan Up Crazy, tetapi apalah dayaku...


Aku gak sanggup .....


__ADS_2