
" Kamu jadi pergi Mee ?? " Tanya Rey sambil memegangi pinggang istrinya.. Pria itu bahkan Hanya tersenyum kala Manda memukul lengannya yang sudah dipastikan tidak diam ...
" Hehhe..... Gak tahan kalo gak godain kamu" Ucapnya lagi sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal ..
" Jadi Mas, Paling agak siangan aku berangkat nya" Jawab Manda yang saat ini tengah memasang kan dasi suaminya...
Rey hanya mengangguk paham,
" Kenapa?" Tanya Manda heran, Dari semalam Ia sudah menjelaskan soal undangan dari perusahaan desian tempat dia bekerja .. Setelah resmi berhenti bekerja, Ternyata pemimpin perusahaan mengadakan acara makan siang sebagai bentuk perpisahan terhadap keryawan yang berkompeten seperti Manda ..
" Nggk, Jangan lupa aja .. Bekas Cu Pang semalam ditutupin .. Hahaha " Godanya sambil kembali memberikan sebuah ciuman pada area tersebut..
" terus aja Mas .... bikin yang banyak . Biar aku gak jadi berangkat" Kesalnya yang membiarkan Rey bermain di lehernya sesuka hati suaminya itu ...
" Udah kok ... Kamu takut banget yah Mas kasih tanda" Rajuk Rey yang melepaskan ciumannya itu ..
" Bukan takut, Cuma tempat nya aja kurang tepat" Jelas Manda yang malah merasa tak enak ..
" Iya sayang, Mas becanda doang .. Kamu boleh pergi . Asal hati-hati aja ... " setelah mengucapkan itu, Rey langsung bergegas pergi menuju kantor nya ...
Tetapi sebelum itu,
" Hy Baby, Nanti Malam kita ketemu lagi ya " Ucap Rey sambil menciumi perut Manda...
" Mas mau lembur?"
" Nggk"
" Terus??"
" Iya, Nanti malem kan Mas pengen goyangan kamu lagi " Bisiknya dengan di akhiri tawa nya .. Rey begitu senang kala godaan nya itu berhasil membuat wajah Manda memerah perpaduan malu dan kesal menjadi satu...
Setelah kepergian suaminya, Kini saat nya Manda untuk menyiapkan dirinya...
Tok....Tok.....Tok....
Suara pintu memberhentikan aktivitas Nya, Ia berjalan untuk membuka pintu tersebut...
" Selamat Pagi " ucap seseorang yang nampak mempesona dibalik pintu yang Kini sudah terbuka ..
" Manda ... Tolongin aku dong " ucap nya lagi sambil melangkah masuk padahal Manda hanya diam dan menatap penampilan nya yang tak seperti biasanya..
" Kenapa?, Terpesona yah sama penampilan aku... Aku emang jarang banget penampilan formal kaya gini, terlalu ribet.." Pria itu lalu mencuci tangan nya dan malah duduk di meja makan
" Boleh deh sarapan dulu, Kamu bikin menu apa?"
" Arsen ... " Teriak Manda kesal, Sejak tadi pria di hadapan nya itu terus berbicara tanpa membiarkan dia menjawab apapun..
" Kenapa?, Udah ah, Ayo sarapan dulu.. Aku laper " Bukannya merasa malu, Arsen justru malah tersenyum dan membawa Manda ke dapur untuk menyiapkan sarapan baginya...
" Aku gak masak Arsen ..." Tegas Manda..
Pagi-pagi, Pria ini sudah datang mengganggu ketenangan nya .
" Terus aku sarapan apa?" ucap nya lemas, Wajah nya terlihat begitu tak berdaya ...
Manda hanya menghembus nafas kasar, Kenapa dia selalu tak tega kala melihat wajah Arsen yang begitu memelas...
" Aku siapin sandwich mau ?" Tawar Manda yang merasa kalah ...
" Boleh... Wah emang paling the best istri kaya kamu, Selalu tau apa yang suaminya inginkan " Seketika wajah memelas itu hilang berganti menjadi Wajah yang menurut Manda begitu menyebalkan walaupun enak dilihat karena wajah itu tak kalah tampan dari suaminya... Hanya saja, Kalo Rey nampak begitu cool sementara dia, Begitu pecicilan dan tak tahu malu..
" Makanya cepetan cari istri biar ada yang masakin sarapan tiap pagi" Omel Manda sambil berlalu ke dapur ..
" Ada kamu ngapain lagi harus cari istri .. Lagian kalo cuma buat bikin sarapan nggk harus nyari Istri dulu, Abang-abang tukang bubur yang mangkal pinggir jalan aja bisa bikin sarapan tiap pagi " Jawab Arsen tak mau kalah ..
" Lagian, Mending kalo dapetnya kaya kamu .. Kalo nggk, Gimana ?,,, "
__ADS_1
" Kalo pengen kaya aku ya adanya cuma aku doang"
" Dan stoknya udah sold out " Keduanya kembali terdiam, Hingga ... Arsen kembali bertanya...
" Manda , Kamu kenal suami kamu sejak kapan?" Tanya nya santai sambil membuka lemari es, menuangkan susu dingin kedalam gelas yang ia ambil sendiri dari dalam lemari. Manda meliriknya sekilas lalu kembali dengan bahan sandwich di depannya ..
" Cukup lama, Sudah sejak tahun pertama aku kuliah.. Mas Rey itu laki-laki paling penyabar yang pernah aku temuin, Kamu tahu berapa lama aku menolak perasaan nya?, " Arsen malah mengguncang bahunya dan kembali meneguk susu dalam gelas nya ..
" Tiga tahun .. Dia bertahan untuk memperjuangkan aku selama tiga tahun.. Sampai akhirnya aku nerima dia .. Aku itu seperti perempuan yang kejam, Membiarkan dia berjuang sendiri untuk hubungan kami .. " Manda menatap lurus mengingat kala itu ...
Arsen hanya diam melihat perubahan ekspresi Manda .. Ia menyimpan gelas itu di meja .. kemudian berjalan mendekati Manda yang hampir siap dengan roti Isinya..
" Kamu mencintai suami kamu sangat dalam ternyata" Ucap Arsen yang membantu Manda membawa piring berisi sarapannya ke meja ..
Aku belum mau berhenti untuk memperjuangkan kamu ..
Tetapi kenapa, Semakin aku berusaha mendapatkan kamu aku malah semakin merasa kehilangan kamu ..
Jarak kita memang begitu jauh, Kamu dan dia bukan kuasa ku lagi untuk memisahkan kalian .. Ternyata, Ada Tuhan yang senantiasa menjaga hubungan itu.. Meskipun sekuat apa aku bertahan bahkan sekuat apa aku berjuang melampaui batasan ku ....
Manda,.. Maafkan aku karena telah berani menyimpan perasaan untuk mu...
" Ayo dimakan, Katanya laper " Manda menepuk bahu Arsen, karena pria itu hanya melamun ..
" Iya,... Ini juga aku makan ... Kamu tuh cerewet banget yah jadi perempuan.. Heran deh sama Suami kamu kok tahan yah punya istri kaya kamu " Entah apa yang dimaksud pria itu dengan ucapannya, yang jelas Manda malah kesal dan memukul punggung pria itu ..
" Aku malah lebih heran lagi, hampir tiap pagi kamu numpang sarapan disini.. Kamu pengangguran yah,,, Sampe gak bisa beli sarapan sendiri... Dasar gak tahu malu " Cibir Manda .. Perasaan dari tadi dia tidak banyak bicara, Kenapa pria itu malah mengatai nya ..
" Enak aja ... Begini juga aku sanggup nafkahin kamu" Bangga nya dengan begitu percaya diri ...
" Ya udah sebelum nafkahin aku, Nafkahin sendiri diri kamu dulu dengan baik "
" Sarapan sana di tempat lain, Terserah mau di mana aja .. Asal gak disini " ucap Manda sembari mengambil piring yang masih tersisa beberapa potong sandwich itu ..
" Lah kok gitu " Heran Arsen tak terima ..
" Ya udah cepetan abisin .. Terus keluar dari sini, SECEPATNYA..." Ucap Manda menekan kata terakhirnya..
" Padahal sehari gak ketemu kamu pasti kangen " Goda Arsen sambil memakan sarapannya dengan cepat..
" Mau kamu ngilang dari hidup aku pun aku gak bakalan tuh ngerasa kangen sama kamu " Ucap Manda enteng, Ia menghempas tangannya ke udara..
" Yakin?" Tanya Arsen serius, Ia bahkan tak percaya dengan apa yang baru saja Manda ucapkan ..
" Sangat yakin " Jawab nya Mantap .. Pernyataan Manda itu sekali lagi membuat Arsen terdiam .. Entah kenapa perasaan nya merasa sakit kala mendengar jawaban Manda itu ..
" Boleh aku minta tolong lagi sama kamu?"
" Apa lagi?"
" Pasangin dasi ini di baju aku" Ucap Arsen sembari menyodorkan sebuah dasi berwarna gelap ..
Tanpa mengucapkan apapun, Manda mengambil dasi tersebut dan memasangkannya..
Arsen ia menunduk dan memperhatikan sosok perempuan di hadapannya..
" Sudah " Ucap Manda sambil mundur dua langkah dari Arsen....
" Manda ... " panggil Arsen ketika perempuan itu hendak pergi dari hadapannya
" Kenapa?" Tanya nya dengan wajah heran disertai gerakan tangan bertanya...
" Aku pengen kamu simpan ini " Arsen tiba-tiba mengeluarkan sebuah kalung dari dalam bajunya.. Terlihat sebuah cincin yang menjadi gantungan dari kalung yang Arsen gunakan ...
" Bisakan kamu simpan baik-baik " Pinta Arsen sambil melepaskan cincin dari kalung nya. ..
" Kenapa harus aku, Aku gak se spesial itu Arsen !... Buat nerima ini " Manda menarik tangan nya dari Arsen ..
__ADS_1
" Orang yang begitu spesial itu ternyata bukan menjadi bagian dari segala cerita hidupku di masa kini ataupun masa depan nanti, Aku tau tidak ada kisah apapun antara kita, Tetapi setidaknya kamu adalah perempuan yang aku inginkan untuk memilikinya meskipun aku tidak bisa memiliki mu " Ucap Arsen sambil memegang tangan Manda kembali.. Perempuan itu hanya menatapnya begitu dalam ..
" Percayalah sampai kapanpun kamu adalah bagian berharga dari hidup ku ... Kamu yang mampu membuat perasaan ku sakit dan hancur tetapi di detik berikutnya aku kembali merasakan jatuh cinta lebih dalam lagi ..." Arsen menarik nafasnya panjang, Kemudian dia berlutut dengan tangan yang masih memegangi tangan Manda ..
" Semoga di kehidupan yang akan datang, Aku tidak terlambat lagi memiliki mu .. Semoga kamu akan selalu jadi perempuan yang takdir selalu kirimkan dalam berbagai kehidupan ku ... " Arsen, Perlahan dia memasangkan cincin tersebut di jari Manda ..
Sepersekian detik dia malah diam dan menutup matanya, Sebutir bening tiba-tiba keluar dari ujung matanya..
" Arsen ... Bangun ... " Ucap Manda menyuruh pria itu agar kembali berdiri ...
" Jangan seperti ini, Kalo kamu memang percaya pada takdir, Berarti kamu percaya kenapa takdir tidak mempersatukan kita .. Karena ternyata aku tidak cukup pantas untuk menerima segala perasaan dan perlakuan baik kamu .. "
" Untuk kali ini, Aku --" Namun sebelum Ia menyelesaikan ucapannya, Tiba-tiba ... Sebuah bibir yang begitu lembut menyentuh bibirnya ...
" Arsen yang aku kenal bukan pria seperti ini, Pria yang putus asa akan masa depannya dengan seorang perempuan... " Arsen dia tersentak kaget, Akan apa yang baru Manda lakukan.. Perempuan itu mencium bibir nya dan memeluk nya begitu erat tanpa ia minta Apalagi Ia paksa..
" Cari dia dan berikan cincin ini beserta cinta mu padanya.. perempuan itu lebih berhak untuk ini dari pada aku .. " Lagi-lagi Arsen dibuat diam dengan kalimat yang baru saja Manda ucapkan .. Perempuan itu, Apakah untuk ini saja, Ia menolak..
" Pleasa, ... " Mohon Arsen sambil menunjuk wajah begitu berharap..
" Setengah jam lagi aku mau pergi. Jadi, Kalo kamu sudah selesai kamu bisa keluar sendiri kan" Tanpa menoleh lagi Manda masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya dari dalam .. Terlihat Nada bicara perempuan itu begitu dingin.. dengan tatapan seolah menyuruh Arsen untuk pergi Secepatnya...
Sementara Arsen, Ia terlihat begitu frustasi dengan sikap Manda barusan...
.
.
.
.
.
.
.
Masih nungguin kan gimana kelanjutannya kisah seorang Amanda .
Jadi Like dan Komentar nya dong ...
Author tunggu Nih.....
Mohon maaf untuk para pembaca selama beberapa hari ini tidak Update,,, ... Padahal udah diusahakan tetapi kenyataan tidak sesuai realita ..
Real Life,,,. Sedang Riweh- Riweh na dengan berbagai Konflik hidup yang tiada hentinya.....
.
.
.
Dan Bagi pembaca setia, Terima Kasih atas segala dukungannya...
Segalanya selalu berarti bagi Author...
.
Salam Cinta
LiuLin....
.
.
__ADS_1