
Semakin hari keadaan manda semakin membaik. Hari-hari nya ia lalui bersama Adi, apalagi setelah Ibu Rindi pulang ke Bandung, Adi sering datang untuk sekedar menghibur manda.
" Hayo, lagi ngapain?"
" ya ampun Adi, aku kaget tau. ngapain sih pake ngagetin segala" gerutu manda
" Lah kamu ngapain ngelamun kaya gitu, aku tinggal ke dapur malah bengong, kenapa sih? liat mata kamu sembab begitu, ada yang kamu fikirin?" Adi yang yang sedang mengambil air kedapur memperhatikan manda yang ia tinggal malah melamun.
" Ah aku gak apa2, Ini gara-gara insomnia aku suka kambuh, mungkin karena bosen jarang keluar rumah" Elak Manda, semenjak kepulangan manda dari rumah sakit ia memang jarang pergi, ia bahkan membawa pekerjaan nya ke rumah.
" Apa kamu memikirkan jawaban yang kamu kasih ke aku kemarin?, Aku gak maksa kamu Anya" Adi diam sejenak, melihat bagaimana reaksi manda.
" Ayo kita makan ke luar, kita jalan-jalan. Aku gak mau kamu murung terus" Adi terus membujuk manda karena wanita itu malah menunduk.
" Ya Udah, bentar yah aku siap-siap dulu"
Dengan senyuman yang dipaksakan manda menyetujui permintaan Adi,
" Kamu mau makan apa?, Jangan jawab gak tau, soalnya itu bukan kamu banget. Lagian aku tuh suka bingung sama cewek yang bilang gak tau tapi dipilihin ini itu gak mau"
" Aku gak begitu ya"
" Iya kan aku gak bilang kamu, aku bilang cewek lain" Goda Adi
" Cewek lain siapa, kamu pernah deket atau pacaran sama cewek lain yah? Hayo ngaku kamu"
" Kenapa, kamu cemburu?, haha. Emang Anya bisa cemburu juga yah"
__ADS_1
" Adi.. Ayo bilang dulu cewek lain siapa?, kamu kok gak pernah cerita sama aku?" Manda mulai tersenyum dengan apa yang dibicarakan adi
" Emmm siapa yah" Adi terus menggoda dengan menggantung ucapannya
" Siapa ih ayo bilang" Manda malah menggelitik Adi yang sedang nyetir mobil disebelahnya
" Iya iya, aku cerita. tapi stop dulu gelitikin nya, aku geli banget Anya" Adi terus menahan tangan anya.
" Oke.. oke jadi aku tuh deket sama satu cewek ... Aku sayang banget sama dia, sekaligus jengkel juga sih kadang-kadang,.." Adi berhenti bicara, melihat manda yang mulai gak sabar dari raut wajah nya
" Iya aku lanjut, Kita sering jalan bareng tapi dia suka bikin aku bingung, ya karena itu ditanya apa-apa jawabannya gak tau atau terserah giliran di tawarin ini itu gak mau, gak suka yang lain aja"
" Iya jadi cewek Itu siapa?"
" Anisa ... hahha"
" Aduh.. kamu tuh kalo udah cemburu galak banget sih"
" Siapa yang cemburu. aku gak cemburu yah"
" Iya aku percaya kamu gak akan cemburu sama aku, soalnya cuma kamu perempuan yang bisa bikin aku gak berpaling sama siapapun"
" Ayo kita pergi ke restoran makanan barat" ucap manda semangat tiba-tiba
" Holycow , kami datang"
Apa aku bisa bahagia saat memiliki mu tetapi melihat mu begini,
__ADS_1
Mereka nampak bersenang-senang menikmati makanan yang tersaji atas pesanan manda, mereka bahkan membuat challenge, saling memberikan pertanyaan.
" Tiga - Satu, Aku menang lagi yah Dhi, ayo kamu habisin lagi hahah" Ucap manda menyodorkan piring berisi daging wagyu sirloin.
" Anya aku nyerah ah, aku kenyang banget. ini udah beneran gak muat" tolak Adi yang harus menghabiskan menu ke tiga nya karena kalah dalam permainan
" Udah makan aja, makan daging itu bagus buat badan kamu biar makin sixpack, uuh makin sexy"
" Hahha, Omongan kamu kaya yang tau aja"
" Aku bisa menganalisa, meskipun gak liat langsung, tapi liat postur badan kamu udah ketauan gimana isinya"
" Anya kamu meseum, mata kamu bisa tembus pandang begitu, berarti kamu liatnya aku gak pake baju yah"
" Bukan gitu adi" tawa manda langsung berhenti ketika ia melirik ke arah pintu masuk
" Kak Rey Kak Maya" ucap manda spontan dengan suara yang berbisik
" Ada apa?, Kamu malah bengong begitu, ada yang salah sama ucapan aku" Adi langsung melihat ke arah tatapan mata manda, tapi tidak menemukan apapun
" Adi ayo kita pulang sekarang" Ucap manda yang tiba-tiba murung
" Kenapa, makanan hukuman aku aja belum dimakan" tanya adi bingung
" Dhi aku mohon, pulang sekarang" Manda langsung berjalan tanpa menunggu Adi. Adi yang berjalan dibelakang manda akhirnya mengerti kenapa tiba-tiba manda sedih, ia melihat Rey dan Maya berada di sebuah restoran yang tidak jauh dari tempat mereka makan tadi.
Apa arti jawaban mu, kalau aku tidak berada di posisi itu, aku mungkin bisa menghilangkan kesedihan kamu karena orang lain. tetapi aku belum cukup mampu menjadi laki-laki yang kamu tangisi karena mengharapkan kehadirannya...
__ADS_1