Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku

Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku
Bab 32. Semakin Dekat


__ADS_3

Tiba di kediaman Dirga, Alana disambut Kinara dan Arkana yang berada dalam gendongan sahabatnya itu. Mereka berdua sudah menunggu Alana di teras setelah Dirga memberi kabar Kinara jika mereka sedang dalam perjalanan pulang.


"Sayangnya Bunda nggak buat repot aunty, kan sayang?" tanya Alana sambil memgambil alih menggendong putranya.


Memeluk erat Arkana mampu menghilangkan sesak yang sejak tadi Alana rasakan. Putranya selalu saja jadi penawar segala masalah yang tengah dia hadapi.


"Kana pintar Bunda." Kinara yang menjawab mewakili Arkana.


Bayi gembul itu tertawa menahan geli akibat kecupan yang Alana berikan berkali-kali dipipinya yang sudah seperti bakpau. Alana dan orang dewasa lainya sangat suka memainkan pipi chubby itu.


"Nda." panggil Arkana agar bundanya berhenti menciumi pipinya.


Sementara itu Wisnu dan Dirga yang berdiri tidak jauh dari mereka bertiga hanya memperhatikan saja. Melihat Alana yang bisa bercanda bersama Arkana dan Kinara tentu saja menghadirkan perasaan lega pada diri Dirga dan Wisnu.


Selama perjalanan pulang, Alana tidak banyak bicara. Dirga tentu saja merasa khawatir, terlebih lagi Wisnu. Selama membawa kendaraan miliknya, pria itu terus memperhatikan Alana lewat kaca spion. Sesekali mata mereka bertemu, Wisnu melemparkan senyum namun Alana hanya diam saja.


"Apa sidangnya tidak bisa dipersingkat saja Nu?" tanya Dirga.


Dirga hanya ingin adiknya cepat terbebas dari Abimana dan bisa hidup bahagia setelahnya. Dirga akan lebih tenang jika sudah begitu. Selanjutnya dia akan menyelesaikan masalah rumah tangga Rendi. Kakak Alana itu tidak bisa dibiarkan terus mengabaikan adiknya seperti ini karena wanita gila harta yang dia nikahi.


Sejak awal, Dirga sudah tidak suka Rendi menikah dengan Amel. Sebagai mahasiswa yang belajar ilmu psikologi tentu saja Dirga sedikit banyaknya bisa menilai sikap Amel. Dan sekarang! Apa yang Dirga pernah sampaikan pada Rendi terjadi. Sayangnya pria itu menutup mata dan telinganya saat ini. Dirga tidak akan membiarkan Rendi terus dibawah pengaruh Amel, dia sudah berjanji pada kedua orang tua Alana untuk menjaga Rendi dan Alana.


"Semua tergantung pada sikap pria itu." jawab Wisnu yang tidak ingin menyebut nama Abimana.


Bukan Wisnu membenci suami Alana itu, tapi dia tidak suka Alana jadi menderita karena sikap Abimana yang menurut Wisnu tidak tegas dalam pendirian. Alana terluka dan sakit, itu yang membuat Wisnu marah. Namun Wisnu bersyukur, berkat Abimana yang tidak tegas, Alana bisa kembali padanya.


Garis lengkung terbit diwajah Wisnu, "Kita lihat saja, apakah pak tua itu bisa membujuk putranya." ucap Wisnu lagi sambil berjalan meninggalkan Dirga.


Wisnu tersenyum karena melihat Arkana yang terus tertawa bersama Alana dan Kinara. Sudah cukup dia hanya melihat saja mereka bertiga bersenda gurau. Wisnu ingin ikut dalam kebahagiaan itu, kebahagiaan wanita yang dia cintai.


"Dad... dy." ucap Arkana begitu matanya melihat Wisnu yang datang mendekat.


Tangan munggil itu mengulur pada Wisnu yang langsung menyambutnya, "Anak tampan sudah kangen Daddy ya?" goda Wisnu pada jagoan kecilnya.

__ADS_1


"Ayo kita bermain sebentar saja." ajak Wisnu.


Pria itu membuat Arkana terbang seolah pesawat, mengitari Alana yang ikut tertawa bahagia karean ulah Wisnu yang menabrakan Arkana padanya.


Suara tawa keluar dari mulut Arkana, bayi gembul itu sangat suka melayang bersama daddynya itu.


"Cukup boy, ini sudah waktunya tidur siang." ucap Wisnu. Karena terlalu sering bersama Arkana, tentu saja Wisnu hapal jadwal kebiasaan bayi gembul itu.


Saat Wisnu akan mengembalikan Arkana pada Alana, pria itu mencuri mengecup pucuk kepala Alana yang langsung terdiam sesaat. Wisnu selalu saja memperlakukannya dengan manis.


"Ayo kita ke kamar." Alana mengajak Arkana, dengan bicara pada putranya.


"Arka aja, Daddy enggak nih." goda Wisnu yang menerbitkan rona merah diwajah Alana.


Wisnu terkekeh, merasa senang melihat kekasih hatinya kembali ceria. Selangkah lagi dia bisa memiliki Alana. Membayangkannya saja sudah mampu membuat Wisnu kembali bersemangat.


Arkana menolak digendong Alana, dia masih ingin bersama Wisnu. Bagi Arkana, Wisnu sekarang adalah ayahnya. Karena pria dewasa itu yang saat ini selalu menemaninya bermain.


"Abang harus kembali kekantor, kan?" Alana mencoba mengingatkan.


"Tidak ada pekerjaan yang diburu, jadi Abang bisa lebih lama disini." jawab Wisnu.


Pria itu melangkah menuju kamar Arkana yang baru saja disiapkan. Siapa lagi jika bukan Wisnu pelakunya.


Tidak ingin terus merepotkan Wisnu, Alana memutuskan untuk menyusul kekamar Arkana setelah dia berganti pakaian yang lebih santai.


Alana tersenyum, rasanya dia hanya sebentar saja pergi ke kamarnya, tapi lihatlah pemandangan yang Alana lihat saat ini. Kedua pria beda usia sama-sama tertidur di kasur busa tempat Arkana bermain.


Alana mendekat untuk memindahkan Arkana ketempat tidur milik bayi gembul itu sendiri. Setelah menidurkan putranya, Alana akan kembali ke kamarnya untuk istirahat. Membiarkan saja Wisnu tidur dikasur tempat Arkana bermain.


Baru saja Alana akan berbalik, sepasang tangan melingkar di pinggangnya. Jantung Alana berdegup kencang, Wisnu tidak lagi menjaga jarak saat mereka hanya berdua seperti ini.


Alana ingin menolak, tapi tubuhnya bicara sebaliknya. Akhirnya Alana hanya diam saja, sambil merasakan aliran hangat yang Wisnu berikan.

__ADS_1


"Arka terlihat sangat menggemaskan saat tidur seperti ini sayang." bisik Wisnu.


Alana mengangguk setuju, putranya memang terlihat mengemaskan dengan mulut yang sedikit terbuka.


"Ayo makan. Dirga dan Kinara pasti sudah menunggu kita." ucap Wisnu lagi mengingatkan Alana.


Jika tidak diingatkan Alana pasti kembali masuk ke kamarnya dan tidur. Wanitanya akhir-akhir ini sering terlambat makan jika tidak ditemani. Karena itu, Wisnu selalu menyempatkan untuk pulang ke kediaman Dirga disaat jam istirahat siang.


Wisnu melepaskan pelukannya setelah mengecup pipi Alana.


Seperti yang Wisnu katakan, Dirga dan Kinara sudah berada di meja makan. Keduanya terlihat semakin dekat beberapa hari terakhir ini. Alana ikut senang, kesalah pahaman keduanya sudah selesai.


"Al, ayo makan!" ajak Dirga.


"Kana sudah tidur?" tanya Kinara.


"Sudah, tadi ditemani sama bang Wisnu." jawab Alana sambil melirik pria yang dia bicarakan.


Kinara mengerucutkan bibirnya, "Kana sekarang jadi semakin dekat sama Daddynya." ujar Kinara.


Bukan marah, Wisnu malah terkekeh. Semakin dekat Arkana dengan dirinya, Wisnu semakin senang.


"Sudah, ayo makan." ajak Dirga.


Selesai makan siang, Dirga dan Wisnu akan kembali ke kantor mereka masing-masing. Begitu juga dengan Kinara, sahabat Alana itu akan ke kantornya. Alana hanya diam. kembli akan merasa kesepian. Tapi dia bisa apa?


Baru saja mereka akan beranjak dari meja makan terdengar suara satpam, "Pak Dirga. Diluar ada tamu." jelas satpam tersebut.


"Tamu!" seru Dirga terkejut.


...🌿🌿🌿...


...Ananku Ternyata Bukan Anak Suamiku...

__ADS_1


__ADS_2