Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku

Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku
Bab 71. Merasa Bodoh


__ADS_3

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Alana segera saja mendekati kendaraan yang dia hapal siapa pemiliknya itu. Hanya saja timbul pertanyaan di benak ibu dari Arkana itu, "Mengapa ayah biologis Arkana ada ditempat ini?"


Tidak ada siapa-siapa di dalam mobil tersebut saat Alana mendekat dan mencoba meihat kedalam.


"Aditya mungkin sedang mengelilingi tempat ini, atau mungkin dia juga ada acara disini." ucap Alana.


Setelah bicara seperti itu, Alana menepuk keningnya. 'Mengapa dia ingin tahu urusan Aditya.' pikirnya.


Menyadari kekonyolan yang dia lakukan, Alana segera meninggalkan tempat dimana mobil Aditya terparkir. Dia akan kembali ke tempat dimana karyawan dan keluarganya berada. Mungkin saja Luci sudah kembali ketempat itu.


Baru beberapa langkah, mata Alana mengarah pada beberapa cottage yang berjejer. Seketika saja dia tertarik dengan bangunannya yang unik. Alana mendekat, dia ingin mengambil beberapa foto ditempat itu.


Sayangnya Alana tidak menemukan ponsel disaku bajunya. Ibu Arkana itu lupa, sebelum ke toilet Alana menitipkan ponselnya pada Wisnu karena takut terjatuh.


Jadilah Alana hanya bisa berdiri dan mengagumi bangunan cottage tersebut. Mungkin dilain waktu Alana akan mengajak Arkana menginap di tempat ini. Selain udaranya yang sejuk, pemandangan ditempat ini lebih indah dari tempat pondokan yang dia sewa. Karena sejauh mata memandang yang terlihat hamparan bunga beraneka ragam.


Begitu menikmati pemandangan yanga ada, tanpa terasa kaki Alana sudah berada di cottage yang paling ujung. Karena tempatnya yang paling ujung, menjadikan posisi cottage ini lebih sepi dari cottage yang dia lewati sebelumnya. Bahkan suasananya terkesan lebih private dari pada cottage yang lain. Jaraknya dengan cottage yang lain cukup jauh. Benar-benar private dan tidak terganggu dengan suasana cottage yang lainnya.


Bukan hanya lebih private, tapi dari tempat Alana berdiri saat ini, pemandangannya jauh lebih indah dari sebelumnya. Begitu mengagumi tempat ini, Alana sampai lupa tujuannya untuk kembali ketempat karyawan dan keluarganya berkumpul.


Ditengah kekagumannya melihat hamparan bunga, Alana mendengar suara yang tidak biasa dari dalam cottage tempatnya berdiri saat ini.


Suara itu adalah erangan kenikmatan orang yang sedang bercinta. Alana tersadar, dia salah berdiri di wilayah milik orang lain. Ibu dari Arkana itu terpaksa harus menyelesaikan kekagumannya akan keindahan tempat ini. Sebelum dia dituduh menguping kegiatan yang tidak pantas dia dengarkan. Alana akhirnya kembali melangkahkan kakinya untuk kembali ke pondok tempat dia dan para karyawannya berkumpul.


Namun baru saja Alana akan melangkah, telinganya medengar suara wanita yang sejak tadi dia cari keberadaanya.


"Luci" gumam Alana dengan jantung yang berdebar-debar. Karena Luci menyebutkan nama pria yang mobilnya tadi Alana lihat.


"Adit cepat, aku tidak bisa lama-lama....Aghh." suara Luci terdengar sangat jelas oleh Alana.


"Kita sudah lama tidak melakukannya sayang. Sabar sedikit, kamu masih saja enak seperti dulu." balas Aditya yang membuat Alana mengangkat kedua telapak tangannya untuk menutup mulutnya.

__ADS_1


"Arman ada disini, Adit." sahut Luci.


"Biarkan saja, dia tidak akan mencarimu. Nikmati saja sayang, aku merindukanmu. Sejak kamu menikah Kita tidak pernah lagi melakukanya." balas Aditya.


"Hemm, nikmat mana aku dan Arman?" tanya Aditya sambil menggerakkan miliknya yang berada di dalam milik Luci secara perlahan.


"Kamu Adit." jawab Luci jujur, "Argh... Adit." pekik Luci begitu Aditya mempercepat hujaman senjata miliknya.


"Enak?" tanya Aditya.


Luci mengangguk, "Yes Honey, kamu selalu bisa membuat aku, Argh... puas." jawab Luci.


"Good baby. Kamu tahu dimana bisa menemukanku jika menginginkannya. Argh... kamu masih saja sempit sayang." balas Aditya.


Alana tidak kuat untuk terus mendengarkan percakapan pasangan tidak halal itu. Dia langsung saja berlari meninggalkan cottage, dimana Luci dan Aditya sedang bermain. Jatungnya berdebar dan merasa bodoh selama ini. Mengapa dia tidak pernah tahu hubungan Luci dan Aditya sebelumnya? Dulu dimata Alana, Aditya dan Luci itu manusia baik-baik.


Waktu dimana Alana belum mengetahui kelakuan Aditya yang tega memperkosanya. Dan bodohnya, Alana sempat memberitahu keburukan Aditya pada Luci yang Alana kira wanita baik-baik. Apalagi status Luci sebagai istri Arman. Tapi nyatanya, Alana tertipu dengan keduanya.


Jadi, sia-sia saja Alana mencurigai Luci memiliki hubungan dengan Amar. Nyatanya, asistennya itu berani bermain gila di tempat yang bisa saja ditemukan Arman. Seperti Alana yang tidak sengaja menemukan mereka.


Calon istrinya itu sudah pergi lebih dari tiga puluh menit. Waktu yang terlalu lama jika hanya ke toilet menurut Wisnu. Dihubungi via telpon percuma saja, karena Alana menitipkan telpon genggamnya pada Wisnu.


Jadilah daddy Arkana itu akhirnya memutuskan untuk menyusul Alana. Sayangnya, dia tidak menemukan wanita yang dia cintai itu di sekitaran toilet.


Setelah menunggu lima belas menit, Wisnu meninggalkan wilayah toilet dan menyusuri jalan lain, bukan jalan kembali ke pondok tempat karyawan butik Alana berkumpul.


Wisnu bersyukur, meski dari kejauhan dia bisa melihat sosok Alana. Calon istrinya itu sedang berdiri di depan sebuah cottage. Wisnu pun mencoba mendekati bangunan itu. Terlihat dekat, tapi cukup jauh juga untuk sampai ke cottage tersebut, karena jalannya yang memutar.


Wisnu kehilangan sosok Alana saat dia ingin menyusul Alana ke cottage tersebut. Untungnya hanya sesaat saja. karena setelah itu, Wisnu melihat Alana berlari tanpa arsh, seperti orang yang ketakutan.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Wisnu lagi, begitu dia melihat wajah Alana yang pucat, belum lagi napas calon istrinya ini terengah karena berlari.

__ADS_1


Alana menggeleng, "Bang...." panggilnya lalu kembali diam dan mengatur nafasnya.


"Aku baik-baik saja." jawab Alana.


"Hanya saja, tadi sempat salah jalan. Mau telepon Abang, tapi nggak bawa hp." jawab Alana terpaksa berbohong.


"Terus kenapa lari?" tanya Wisnu heran.


Alana menyengir kuda, "Biar cempat sampai." jawab ibu Arkana itu asal.


Tidak mungkin, kan. Alana membertahu Wisnu kalau dia takut dituduh menguping percakapan pasangan tidak halal tersebut. Setidaknya tidak untuk saat ini. Entah nanti, besok, atau lusa, Alana akan memberitahu Wisnu yang sebenarnya.


"Al, syukurlah kamu sudah ditemukan. Sekarang tinggal Luci." ucap Arman yang tanpa Wisnu ketahui mengekori daddy Arkana itu mencari Alana.


Sekalian dia mencari Luci yang tak kunjung kembali dari toilet. Tadinya Arman mengira, Alana dan Luci bertemu di toilet, lalu mereka berjalan berdua mengelilingi tempat ini.


"Arman!" seru Alana terkejut.


Ingatan Alana kembali pada penghianatan Luci terhadap laki-laki ini, bahkan sebelum mereka menikah. Disini, menurut Alana, Aditya dan Luci sama-sama bersalah. Apa lagi, Aditya adalah teman Arman. Inilah yang namanya pagar makan tanaman. Calon istri teman sendiri di tiduri. Dasar Aditya pria breng engsek. Bahkan dirinya sendiri menjadi korban ke breng engsekan adik Abimana tersebut.


"Aku mencari Luci. Entah kemana anak itu? Aku kira dia bertemu kamu dan kalian jalan berdua." ucap Arman mejelaskan.


"Aku tidak bertemu Luci." jawab Alana dengan bibir sedikit bergetar.


Jika Arman tidak menyadari kegugupan Alana. Tapi tidak dengan Wisnu. Calon suami Alana itu sangat mengenal kebiasaan Alana. Mengenal Alana sejak remaja, tentu saja dia tahu kebiasan Alana.


"Saya akan bawa Alana kembali ke pondok. Kasihan Arka, pasti dia mencari ibunya." ucap Wisnu mencari Alasan untuk membawa Alana menjauh dari Arman.


"Maaf, tidak bisa membantu mencari Luci." ucap Wisnu lagi.


Dan disinilah sekarang Wisnu mengajak Alana duduk. Duduk di sebuah bangku panjang penjual makanan dan minuman. sengaja Wisnu mengajak Alana ketempat ini. Tentu saja, karena sebagai calon suami Alana yang tinggal tiga minggu lagi sah itu, Wisnu tentu ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada calon istrinya ini.

__ADS_1


...🌿🌿🌿...


...Ananku Ternyata Bukan Anak Suamiku  ...


__ADS_2