Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku

Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku
Bab 37. Pengakuan Rachel


__ADS_3

Abimana bisa melihat wajah keterkejutan bi Onah saat membukakan pintu untuknya. Wajar bi Onah seperti itu karena dia dan Alana belum resmi bercerai. Wanita tua itu pasti penuh dengan pertanyaan di kepalanya, siapa wanita yang ada disampingnya saat ini.


Tidak ingin terjadi salah paham, Abimana memperkenalkan Rachel dan meminta bi Onah menyiapkan kamar tamu untuk Rachel tempati.


"Bi, ini Rachel. Dia teman saya dari luar kota. Dia akan meginap malam ini, tolong siapkan kamar tamu." ucap Abimana.


"Baik Tuan." ucap bi Onah. Pertanyaan di kepalanya terjawab sudah meski hanya sebagian. Tapi ada sedikit kelegaan karena tuannya tidak berbuat yang aneh-aneh sebelum bercerai.


"Tidak usah Bik." sela Rachel, "Aku akan tidur dikamar utama saja, tidak apa-apa kan, Abi?" ucapnya.


Bi Onah yang akan pergi ke kamar tamu segera menghentikan langkahnya. Sementara Abimana melihat kesal pada Rachel. Wanita ini semakin menjadi-jadi. Tadi mereka sedikit berdebat saat Rachel tidak mau diantarkan ke hotel dan meminta izin untuk menginap di kediaman Abimana saja. Sekarang ingin tidur di kamarnya dan Alana, dan seenaknya bicara dengan bi Onah, menyebalkan sekali bukan?


"Jangan membuat masalah Rachel!" bentak Abimana.


"Bik, siapkan saja kamar tamunya." ucap Abimana kembali memberi perintah pada bi Onah lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar pribadinya bersama Alana.


Rachel melihat kepergian Abimana, sedikit kesal karena pria itu membentaknya. Seolah lupa dengan apa yang tadi mereka lewati bersama di kantor Abimana.


Melihat bi Onah yang pergi ke kamar tamu, Rachel mengikuti wanita tua itu. Bukan karena ingin menempati kamar yang akan di siapkan bi Onah, tapi Rachel ingin memberi tahu sesuatu yang harus bi Onah ketahui walau nanti mungkin Abimana akan marah padanya. Rachel tidak peduli tujuannya hanya satu, bi Onah akan menyampaikan kehadirannya pada Alana. Rachel yakin itu.


"Sudah lama bekerja disini?" tanya Rachel pada bi Onah yang tengah menganti seprei tempat tidur.


"Sejak tuan Abimana menikah dengan nyonya Alana." jawab bi Onah. Entah mengapa dia tidak begitu suka degan teman majikannya ini.


"Masih betah kerja disini, kan?" tanya Rachel lagi.


"Masih Non." jawab bi Onah.


"Kalau begitu ikut perintahku, karena sebentar lagi aku yang akan menjadi nyonya di rumah ini." ujar Rachel.


Bi Onah hanya diam saja meski dia terkejut dengan keterangan yang wanita itu sampaikan. Baginya majikannya tetap Alana. Dia masih bertahan di kediaman ini karena Dirga. Sepupu Alana itu yang menugaskan dia untuk tetap disini untuk mengawasi Abimana.


Bi Onah akan bertahan dikediaman ini hanya sampai perceraian Alana dan Abimana ketuk palu. Setelahnya Dirga akan mempekerjakan bi Onah kembali pada Alana di kediamannya. Tentu saja bi Onah setuju, sulit mencari majikan seperti Alana yang menganggapnya sudah seperti keluarga sendiri.


"Aku dulu kekasih Abimana sebelum dia menikah dengan Alana." ucap Rachel sambil melihat reaksi bi Onah.


"Kami sudah memiliki putri, bahkan sebelum Abi menikahi Alana." ucap Rachel lagi.

__ADS_1


Bi Onah menghentikan pekerjaannya sesaat. Sedikit terkejut dengan informasi yang Rachel katakan padanya. Hanya sesaat lalu bi Onah melanjutkan pekerjaannya.


"Jadi jangan permasalahkan jika Bibik melihat kami tidur satu kamar. Abimana itu laki-laki, dia butuh penyaluran selagi istrinya tidak ada. Apa lagi mereka akan bercerai dan aku calon istrinya. Bibik paham kan, apa yang aku bicarakan?"


"Saya disini hanya bekerja untuk mendapatkan penghasilan, saya tidak pernah ikut campur apa yang dilakukan majikan." jawab bi Onah.


Rachel tersenyum, "Bagus kalau Bibik berpikir seperti itu. Aku akan menyusul Abi ke kamarnya." sahut Rachel.


Wanita itu berlalu dari hadapan bi Onah, keluar dari kamar tamu dan melangkah menuju kamar dimana Abimans berada.


Bi onah terdiam, dia hanya bisa mengurut dada. Apa kata wanita itu tadi? Mereka sudah punya seorang putri! Itu berarti Abimana bisa memiliki keturunan. Bukankah tuanya itu mandul? Atau wanita itu membohonginya agar membiarkannya masuk kekamar Abimana dan Alana.


"Sudahlah." ucap bi Onah sambil mengibaskan tangan kanannya.


Bi Onah tetap akan menyekesaikan membersihkan kamar tidur tamu ini dari pada dia mendapat teguran dari Abimana. Masalah akan ditempati atau tidak, bi Onah tidak peduli.


Pergi ke dapur, bi Onah melanjutkan pekerjaannya untuk menyiapkan makan malam dan pulang kerumah setelahnya. Karena sejak Alana memutuskan keluar dari kediaman itu, bi Onah tidak pernah lagi menginap di kediaman itu. Dia akan datang di pagi hari dan pulang setelah Abimana berada di rumah.


Suara ponsel yang berdering membuat bi Onah menghentikan kegiatannya. Nama Kinars yang tertulis dilayar ponselnya yang baru dibelikan Alana agar bisa video call dengan Arkana waktu itu, waktu Alana dititipkan Abimana ke rumah sakit jiwa.


"Assalamualikum, Bi." sapa Kinara yang ada diseberang sana.


"Bibi apa kabar?" tanya Kinara.


"Bibi baik-baik saja, Non Kinara. Tapi disini ada yang tidak baik." jawab bi Onah.


Wanita tua itu tidak sabar untuk memberitahu Kinara apa yang terjadi di rumah majikannya saat ini.


"Tidak baik bagaimana Bi?" tanya Kinara lagi.


"Tuan!" seru bi Ona.


"Mas Abi kenapa? Sakit?"


Bi Onah menggeleng, dia lupa Kinara tidak bisa melihatnya, "Tuan baik-baik saja, karena terlalu baik sampai bawa wanita lain pulang ke rumah ini." jawab bi Onah.


"Wanita lain? Saudara mungkin Bi." sahut Kinara.

__ADS_1


"Wanita itu mengaku calon istri tuan Abi saat memperkenalkan diri dengan Bibi dan...."


"Dan apa Bik?" tanya Kinara penasaran.


"Dia ikut masuk ke kamar tuan dan nyonya Alana."


"Apa!" ucap Kinara sedikit keras karena terkejut.


"Non, katanya dia dulu kekasih pak Abi dan mereka sudah punya seorang putri." ucap bi Onah mengadu pada sahabat majikannya itu.


"Bibik masih di rumah Al?" tanya Kinara.


"Masih Non. Bibik sedang menyiapkan makan malam." jawab bi Onah.


"Bibik tolong awasi mereka, bisa?" tanya Kinara.


"Bisa Non. Bibi akan menginap saja malam ini." jawab bi Onah.


"Bibik memang yang terbaik. Tambah sayang deh sama Bibik." balas Kinara yang membuat bi Onah terkekeh.


"Bik! Apa lagi yang wanita itu katakan?" tanya Kinara.


"Katanya, setelah nyonya dan tuan bercerai, wanita itu akan menikah dengan tuan."


"Dia bicara seperti itu?" tanya Kinara tidak yakin.


"Iya Non. Tapi Non, apa wanita seperti itu akan diterima oleh tuan Wijaya dan bu Ajeng?" tanya bi Onah.


"Memangnya wanita itu seperti apa?"


Kinara semakin penasaran saja. Foto yang dia lihat di ponsel Dirga hanya wajah wanita itu saja. Jadi, Kinara tidak tahu penampilan wanita yang diceritakan bi Onah itu seperti apa.


"Sepertinya tidak mungkin, nyatanya dia dulu tidak menikah dengan pak Abi." Bi Onah menjawab sendiri pertanyaanya.


"Benar itu Bik." sahut Kinara.


...🌿🌿🌿...

__ADS_1


...Ananku Ternyata Bukan Anak Suamiku  ...


__ADS_2