Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku

Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku
Bab 75. Hari Pernikahan


__ADS_3

Hari bahagia untuk Alana dan Wisnu tiba. Pagi ini adalah pengucapan janji suci Wisnu pada Alana. Dengan satu tarikan nafas, Wisnu berhasil mengucap kalimat kabul. Tentu saja setelah Rendi mengucapkan kalimat ijab, lalu menghentak tangannya agar Wisnu menyambut ucapannya.


Sebutan kata sah terdengar hingga ruangan dimana Alana saat ini berada. Kinara dan Luci bergantian memeluk Alana sambil mengucapkan selamat pada ibu Arkana itu. Mulai detik ini, Alana akan memulai kehidupan yang baru bersama Wisnu. Dan Kinara berharap kebahagiaan akan selalu menemani Alana kali ini. Cukup sudah air mata dan penderitaan untuk sahabatnya itu.


Hari ini Alana terlihat sangat cantik dan angun dengan gaun hasil rancangannya sendiri. Wisnu bahkan tidak mampu berkedip karena begitu terpana pada wanita yang sekarang sah menjadi istrinya itu. Tatapan haya tertujua pada Alana yang berjalan kearahnya, tidak peduli disamping Alana Kinara dan Ratna yang mendampinginya berjalan serta Luci yang membantu memegangi gaun Alana bagian belakang.


"Assalamualaikum istri." sapa Wisnu begitu tanganya terulur menyambut Alana untuk duduk disampingnya.


Mereka harus menandatangani buku nikah dan juga mengambil foto sambil memegang buku nikah tersebut. Prosedur umum yang dilakukan pasangan pengatin baru.


Alana tersenyum mendengar sapaan Wisnu, pria yang sudah sah menjadi suaminya ini terlihat tampan dan gagah. Mungkin faktor terlalu bahagia, membuat Alana jadi terpesona melihatnya. Dengan mengenakan balutan jas pengantin yang memiliki warna senada dengan gaun yang Alana kenakan. Penampilan Wisnu dimata Alana sangatlah luar biasa, tidak seperti pengantin pria pada umumnya.


"Waalaikumsalam suami." balas Alana.


Lalu senyum lebar tercetak diwajah keduanya. Senyum bahagia karena hari ini akhirnya datang juga. Hari dimana dua jiwa disatukan dalam janji suci pernikahan. Ini bukanlah akhir, tapi awal kehidupan baru untuk mereka.


Bagi Alana ini memang pernikahan kedua untuknya, tapi dia berharap ini akan menjadi pernikahan terakhirnya. Tak beda dengan Wisnu, dia juga ingin ini pernikahan pertama dan terakhir baginya. Cintanya sejak dulu tidak pernah berubah hanya untuk Alana. Hanya saja takdir baru bisa menyatukan mereka saat ini.


Tidak mudah bagi Wisnu meluluhkan hati Alana yang pernah gagal dalam membina rumah tangga. Tidak mudah juga bagi Wisnu untuk mendapatkan restu keluarganya sebagai syarat yang diajukan Alana. Tapi dia bisa melewati itu semua hingga akhirnya Alana kini sah dimata hukum dan agama sebagai istrinya. Apa lagi yang bisa Wisnu lakukan selain bersyukur dan bahagia tentunya.


Acara akad yang digelar pagi ini hanya dihadiri oleh keluarga dekat, para sahabat dan beberapa orang penting yang diminta menjadi saksi. Setelah akad, mereka akan langsung mengadakan resepsi. Untuk pagi ini yang diundang khusus karyawan dari dua perusahaan. Yaitu, perusahaan keluarga Mahendra dan perusahaan keluarga Praja yang sekarang dipimpin Rendi. Tak lupa juga, karyawan butik Alana dan juga karyawan di rumah sakit milik Dirga.


Sementara rekan bisnis kedua perusahaan akan hadir di malam hari. Sandra sengaja membedakan waktu kedatangan para tamu undangan. Bukan ingin membedakan status. Semua Sandra lakukan agar Alana dan Wisnu tidak terlalu lama berdiri untuk menerima tamu yang jumlahnya lebih dari satu ribu orang itu.


"Selamat ya, Al. Pak Wisnu." ucap Luci.


Karena dia karyawan butik Alana, jadi dia hadir di resepsi pagi ini dan saat acara akad nikah karena dia termasuk orang terdekat Alana. Tapi bukan itu yang jadi masalah bagi Alana, melainkan pasangan yang Luci bawa untuk menemaninya di resepsi pagi inilah yang sedikit membuat ibu Arkana itu tidak menyangka. Secepat ini Luci berani mempublikasikan hubungannya dengan Aditya, sementara asistenya itu belum resmi bercerai dengan Arman.


"Aditya." gumam Alana dengan senyum canggung yang terlukis diwajahnya.

__ADS_1


Rasa benci dan marah itu masih bersemayam dilubuk hati Alana. Bahkan dia merasa jijik pada laki-laki yang dipilih Luci untuk mengantikan Arman menjadi pasangannya itu. Namun, Alana berusaha untuk tidak menunjukkannya. Bagaimanapun perbuatan Aditya yang buruk terhadapnya, nyatanya dia adalah ayah biologis Arkana yang suatu saat nanti harus Alana jelaskan pada putranya tersebut.


"Selamat Al. Semoga bahagia." ucap Aditya.


Alana hanya mengangguk sambil menangkupkan kedua tangannya, hanya untuk menghormati Aditya sebagai tamu dan pendamping Luci.


"Selamat, anda pemenangnya karena bisa memiliki Alana." ucap Aditya pada Wisnu.


Tidak ada yang tahu, Aditya pernah mendatangi Wisnu setelah pertemuan mereka dibutik tempo hari. Bicara berdua sebagai pria yang sama-sama mencintai Alana.


Wisnu hanya tersenyum menanggapi ucapan Aditya. Tidak ada yang harus dia tanggapi dari ucapan papa Arkana itu. Sudah jelas, dia pemenang dan pemilik hati Alana sejak dulu, sekarang dan seterusnya.


"Saya titip Arkana. Tapi jangan halangi saya untuk menemuinya." pinta Aditya.


Mendengar permintaan Aditya, barulah Wisnu bicara, "Silakan bertemu, tapi jangan buka identitas anda sampai usianya bisa menerima sebuah kebenaran." balas Wisnu permintaan Aditya.


Resepsi pagi ini cukup banyak yang hadir. Tentu saja, para karyawan kedua perusahaan sangat antusias menghadiri resepsi pernikahan Alana dan Wisnu. Apa lagi souvenir yang mereja terima bukan souvenir receh, melainkan emas batangan seberat satu gram. Belum lagi makanan yang disajikan bukan hanya makanan Indonesia saja. Mereka juga bisa menikmati menu dari beberapa negara asing.


Untuk mereka yang hanya karyawan biasa tentu saja sangat senang. Sama seperti pasangan pengantin yang berada di pelaminan saat ini. Wisnu yang biasanya sangat sulit melengkungkan garis senyum diwajahnya, kini tampak sumringah. Hal ini menarik perhatian para undangan khususnya kaum hawa. Terlebih khusus lagi, karyawan Mahendra group yang melihat pemandangan asing menurut mereka. Kapan lagi bisa melihat senyum diwajah pimpinan mereka itu?


Senyum Wisnu memudar kala melihat Inaya menghampiri mereka. Bukan Inaya yang membuat Wisnu tidak suka, tapi pria yang adik kesayangannya itu gandeng saat ini.


Tidak hanya Wisnu yang terkejut, Alana pun sama terkejutnya. Dia tidak menyangka kejutan yang Inaya katakan padanya beberapa waktu lalu adalah orang yang sangat Alana kenal. Mengapa dunia ini sempit sekali. Mengapa Inaya memilih orang dari masa lalu Alana untuk menjadi pendamping hidupnya


"Bang selamat. Akhirnya Abang bisa bersama mbak Alana." ucap Inaya memeluk kakaknya itu tanpa memperhatikan wajah sang kakak yang berubah.


Wisnu tidak menjawab membuat Inaya segera mengurai pelukannya, "Bang kenapa diam saja?" tanya Inaya.


"Tidak apa-apa." jawab Wisnu.

__ADS_1


Mendengar jawaban Wisnu, Inaya lamgaung saja pada tujuannya. Yaitu memeperkenalkan pria yang dekat denganya, seperti janji yang Inaya sampaikan pada Wisnu dan Alana beberapa waktu yang lalu.


"Bang, kenalkan ini mas Naren. Orang yang aku janjikan pada Abang dan mbak Alana tempo hari." ucap Inaya memperkenalkan Naren pada Wisnu dan Alana yang tentunya sudah lebih dulu kenal.


"Kamu tahu masa lalunya?" tanya Wisnu.


"Hem, mas Naren pernah gagal bertunangan karena ada wanita yang mengaku hamil anaknya yang membuatnya menikahi wanita itu dimalam pertunangannya. Dan Mas Naren bercerai setelah tahu dia bukan ayah anak itu." jawab Inaya.


Naren yang dibicarakan tampak santai saja. Dia memang telah menceritakan kehidupannya pada Inaya sebelum menjalin hubungan dengan gadis itu, tepatnya di pertemuan pertama mereka yang secara tidak sengaja. Kala Inaya menangis setelah tahu orang yang dicintainya selingkuh dengan sahabatnya sendiri.


"Kamu tahu siapa wanita yang pernah akan bertunangan dengannya?" tanya Wisnu lagi pada Inaya.


Gadis itu menggeleng, "Aku tidak ingin tahu." jawab Inaya jujur.


"Sebaiknya kamu tahu siapa wanita itu. Turunlah dan tanyakan padanya siapa wanita yang pernah akan menjadi tunangannya." ucap Wisnu mengusir adiknya itu pergi dari pelaminan.


Selepas kepergian Inaya, Wisnu menoleh pada Alana. "Bagaimana menurut kamu, sayang?" tanya Wisnu.


"Kita tidak bisa menolak takdir. Jika mereka berjodoh, maka kita hanya bisa merestui." jawab Alana.


Naren pada dasarnya pria baik. Semua kejadian masa lalu itu karena dendam Amel pada Wisnu dan Alana. Jadi, Alana akan setuju saja Inaya dan Naren bersama jika itu memang sudah pilihan mereka dan yang diatas merestui.


Tepat jam dua belas, resepsi yang diadakan pagi ini berakhir. Waktunya bagi Alana dan Wisnu untuk istirahat sebelum dilanjutkan ke acara resepsi yang kedua nanti malam. Acara yang akan dihadiri banyak tamu dari kalangan atas tentunya, termasuk mantan mertua Alana. Wijaya dan Ajeng.


Kira-kira, Abimana hadir tidak ya nanti malam?


...🌿🌿🌿...


...Ananku Ternyata Bukan Anak Suamiku ...

__ADS_1


__ADS_2