
Selepas meminta maaf pada Abimana, Aditya meminta izin pada Wijaya dan Ajeng untuk menikah dengan Luci. Tentunya setelah wanita itu resmi bercerai dari Arman.
Dari cerita yang disampaikan Aditya tentang rumah tangga Arman dan Luci, Abimana bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan sepasang suami istri itu. Banyak hal yang bisa Abimana jadikan pelajaran mendengar kisah rumah tangga Arman dan Luci. Begitu juga dengan rumah tangganya dan Alana.
Jika antara Luci dan Arman, keslahan dilakukan relasi bisnisnya itu yang gagal menahan nafsu kelelakiannya. Sedangkan antara dia dan Alana, Abimana menyalahkan dirinya. Dimana dia yang lalai dalam menjaga istri dengan membiarkan orang ketiga masuk karena dia yang memberikan kesempatan itu.
Dan sekarang orang yang menghancurkan rumah tangganya telah bersimpuh memohon maaf. Abimana mencoba berdamai, dengan menerima permintaan maaf Aditya. Semua sudah berlalu, Alana pun sudah menjadi milik pria lain. Tinggal Abimana menata ulang hidupnya.
Abimana berdiri, meningalkan Aditya yang masih bicara dengan kedua orang tuanya. Mantan suami Alana itu memilih untuk pergi ke kantor. Pekerjaan mampu memgalihkan pikiran Abimana untuk tidak memikirkan masalah pribadi. Dia masih ingin menikmati kesendirianya. Biarlah nanti semesta yang akan mempertemukan dia dengan sesorang yang layak menjadi pendampingnya.
***
Satu minggu berlalu. Alana dan Wisnu baru saja pulang dari Yogyakarta. Karena tamu bulanan Alana, istri Wisnu itu meminta sang suami membatalkan rencana bulan madu mereka di Raja Ampat. Dan digantikan dengan liburan keluarga, karena Arkana ikut liburan bersama kedua orang tuanya. Jogja menjadi pilihan Alana, karena tempat itu ramah untuk anak seusia Arkana berlibur.
Tidak banyak yang mereka lakukan di kota gudeg itu. Pertama mereka mengunjungi kebun binatang gembira loka. Disana Arkana bisa melihat banyak hewan, dan dwngan sabar Wisnu dan Alana memperkenalkan satu persatu hwwan tersbut pada sang putra.
Hari berikutnya mereka mengunjungi candi prambanan. Kesesokan harinya Alana mengajak Winsu untuk wisata kuliner. Terakhir menghabiskan waktu dengan jalan-jalan menyusuri jalan Malioboro yang terkenal itu.
"Arka sudah tidur Bang?" tanya Alana begitu Wisnu masuk kekamar Alana.
Saat ini mereka masih menempati rumah orang tua Alana. Sementara rumah yang disiapkan Wisnu untuk mereka tempati masih melakukan sedikit renovasi interior dan baru akan selesai sekitar dua minggu yang akan datang. Jika semuanya sudah rampung barulah Wisnu akan memboyong keluarga kecilnya menempati kediaman itu, memulai kehidupan baru bersama orang-orang yang dia cintai.
"Sudah sayang." jawab Wisnu yang sejak resmi menjadi suami Alana, resmi juga tugas dia yang menemani Arkana sebelum anak itu terlelap.
"Rewel?" tanya Alana.
"Mana berani dia rewel sama Daddy." ucap Wisnu bangga.
__ADS_1
Ya, Alana mengakui itu. Arkana tidak pernah bertingkah jika sudah bersama Wisnu. Karena itulah, dia senang jika Wisnu yang menemani Arkana di kamar anak itu sebelum tidur.
"Sayang." panggil Wisnu dengan suara berat.
Alana melihat suaminya dari pantulan kaca. Dia tahu Wisnu ingin meminta haknya malam ini. Suaminya tadi melihatnya sudah mengerjakan kewajiban sebagai muslim. Karena itu juga malam ini Alana mengenakan pakaian dinas malamnya, meski masih dia tutup dengan jubah tidur.
Alana jadi gugup melihat tatapan Wisnu padanya. Mengapa dia jadi seperti perawan yang baru pertama kali melakukannya. Apa karena dengan orang yang berbeda. Padahal malam pertama di hotel, Alana biasa saja menghadapi Wisnu.
Alana berbalik dan berjalan mendekati Wisnu. Dia sudah berjanji, dia yang akan mendatangi pria itu jika sudah siap. Alana mengalungkan tanganya di leher Wisnu. Satu minggu ini sudah jadi kebiasaan mereka bertukar saliva sebelum tidur. Alana akan memulai dari sana untuk menghilangkan rasa gugupnya. Mengatur detak jantungnya.
Wisnu membalas dengan melingkarkan tangannya dipinggang Alana. Keduanya saling melempar senyuman.
"Abang lihat kamu tadi...."
"Al sudah bersih." ucap Alana memotong ucapan Wisnu.
"Boleh." sahut Alana, yang lagi-lagi memotong ucapan Wisnu.
Dengan lembut Wisnu mengusap pipi Alana sebelum mendaratkan kecupan dibibir sang istri. Kecupan yang berganti dengan luma tan. Ini mungkin pengalaman pertama bagi Wisnu, tapi bukan berarti dia buta dalam urusan seperti ini. Tentu Wisnu belajar banyak untuk memberikan yang terbaik bagi Alana dimalam pertama mereka. Wisnu ingin membuat Alana terkesan dan melupakan masa lalunya bersama Alana.
Tautan bibir itu terlepas setelah mereka merasa butuh oksigen lebih. Wisnu membuka jubah tidur yang Alana kenakan. Ada sesuatu yang mendesak dibawah sana begitu melihat sang istri hanya mengenakan lingerie.
"Kamu sudah mempersiapkan diri untuk malam ini sayang" ucap Wisnu berbisik.
"Tentu saja, sayang." balas Alana yang juga berbisik.
Bisikan Alana semakin menggoda Wisnu. Apa lagi dia mendengar kata sayang keluar dari bibir Alana memanggilnya. Membuat Wisnu ingin segera melahap sang istri. Daddy Arkana itu kembali menautkan bibirnya dengan sang istri. Tangannya tidak tinggal diam mulai masuk menyentuh kulit mulus Alana. Lengguhan yang keluar dari mulut Alana saat Wisnu mencium leher jenjang sang istri, membuat Wisnu semakin bergairah.
__ADS_1
Alana membiarkan Wisnu melakukan apapun yang suaminya inginkan. Membiarkan Wisnu yang mendominasi permainan dan Alana hanya akan mengimbangi permainan itu. Seperti saat ini, Wisnu melepaskan tali spaghetti lingerie yang dia kenakan. Membuat pakaian itu luruh kebawah.
Wisnu mengangkat tubuh Alana yang saat ini hanya mengenakan renda segitiga yang menutupi pusat intinya lalu membaringkan sang istri diatas tempat tidur.
Dari tempatnya berdiri Wisnu bisa melihat begitu menggodanya tubuh istrinya itu. Wisnu ikut naik ketempat tidur setelah melepaskan kaos oblong yang dia kenakan. Posisinya tepat berada dia atas Alana. Wisnu kembali menautkan bibirnya dengan Alana. Lidahnya langsung menginvansi kedalam mulut Alana dan mengeksplorasi dengan cepat.
Tangan Alana perlahan naik diatas pundak Wisnu dan melingkar di lehernya. Alana tidak bisa menahan gejolak yang diciptakan oleh gerakan di mulutnya ulah dari Wisnu. Suaminya memang pintar bermain dengan bibir, sudah satu minggu ini Alana menikmatinya.
Wisnu meninggalkan bibir dan turun kebawah. Pria itu bermain di leher lalu turun lagi ke bukit kembar sang istri. Puas bermain di gunung kembar, Wisnu perlahan turun ke perut. Kedua tangannya menahan pinggul Alana dan ia menanggalkan kain renda segitiga yang tersisa di tubuh sang istri.
Alana membantu Wisnu melepaskan celananya. Senjata milik Wisnu terpampang. Benda itu mengeras dan sudah sangat siap untuk bertempur. Wisnu membuka lebar kaki Alana, kepalanya menunduk dan lidah milik Wisnu bermain dipusat inti tubuh Alana.
Ibu Arkana itu mengangkat pinggulnya, sambil memanggil nama Wisnu Alana mendapat pelepasan dari permainan lidah Wisnu. Tentu saja itu membuat Wisnu tersenyum bangga.
Wisnu kembali keatas, dia kembali menautkan bibirnya dengan Alana sambil memposisikan untuk memasukkan senjatanya ke rumah yang akan sering dia kunjungi. Ada sebuah kenikmatan yang luar biasa yang Wisnu rasakan begitu senjatanya bisa masuk dengan sempurna. Ini untuk pertama kalinya Wisnu merasakan kehangatan yang menyelimuti miliknya. Milik Alana terasa sangat sempit, menjepit miliknya yang sekarang sudah masuk dengan penuh. Kedutan milik Alana dibawah sana membuat Wisnu mengerang menahan nikmat yang baru dia rasakan.
Bagi Alana, Wisnu bukan seperti orang yang pertama kali melakukannya. Prianya ini sangat pintar mengantur tempo permainannya. Dia bergerak sangat luwes dibawah sana, dan diatas bibirnya mencium Alana. Membuat Alana terus mende sah dan mengerang.
"Sayang." bisik Wisnu saat dirinya merasa akan mengeluarkan benih dibawah sana.
Wisnu menyetak beberapa kali kemudian dia mengerang sambil memanggil Alana. Suaranya terdengar nyaring, tanda ia mendapat kepuasan. Bersamaan dengan jeritan Alana. Wisnu terus menggoyangkan senjatanya yang berlahan kehilangan kekerasannya.
Wisnu menindih Alana dan mengecup seluruh wajah sang istri sambil bergumam kata 'terima kasih' kemudian dia menjatuhkan tubuhnya berbaring disamping Alana. Lalu menarik tubuh sang istri dan memeluknya dengan erat.
Tubuh Wisnu yang masih bugar, membuat malam itu tidak hanya satu kali mereka melakukannya. Wisnu hanya membutuhkan waktu istirahat sebentar saja. Dia pun kembali mencium bibir Alana, mencumbu dan kembali melakukan penyatuan dan meraung bersama untuk kedua kalinya.
...🌿🌿🌿...
__ADS_1
...Ananku Ternyata Bukan Anak Suamiku ...