
Melihat nama yang tertera dilayar, Alana segera meihat pada Rendi, "Amel." ucap Alana memberitahu Rendi.
"Angkat saja, dia mungkin mencari Abang."
"Amel tidak tahu Abang menemui Al?" Rendi menggeleng. Hanya Sandra yang selalu dia beritahu apapun kegiatannya.
"Alana!" panggil Amel dari seberang sana begitu Alana menerima panggilan telepon itu.
"Iya Kak, ada apa?" tanya Alana berusaha santai dan mengatur suaranya untuk bersikap biasa saja meskipun Amel memanggilnya dengan berteriak.
"Selamat ya, hahaha sebentar lagi kamu jadi janda." ucap Amel yang membuat Alana mengepalkan tangannya.
Sementara Rendi yang mendengarkan hanya bisa menggelengkan kepala. Sepertinya Amel tidak mencarinya seperti yang dia duga tapi ucapan Amel pada Alana sangat keterlaluan.
"Sebentar lagi kamu juga akan menjadi janda, Amel." gumam Rendi, karena dua minggu yang lalu Rendi sudah memasukkan gugatannya ke kantor pengadilan agama.
"Apa menjadi janda itu aib?" tanya Alana.
Tidak perlu bertanya dari mana Amel tahu, lingkaran pertemanannya dengan mantan kekasih Abimana yag belum bisa move on dari pria itu, jadi sudah jelas mereka berbagi cerita.
"Jandanya tidak aib, tapi punya anak dengan pria lain? Astaga Al, kamu nakal juga ternyata. Bisa-bisanya kamu berselingkuh dengan adik ipar kamu sendiri."
Rasanya ingin sekali Alana menghantamkan kepalan tanganya ini ke mulut kakak iparnya itu. Tapi Alana ingat perkataan Rendi yang akan bercerai dengan Amel, itu berarti wanita itu juga akan menjadi janda. Alana akan melihatnya nanti, apa masih bisa dia menghina orang lain dan bicara seenaknya tanpa tahu permasalahan sebenarnya yang terjadi pada Alana.
"Makanya, jangan terlalu sombong dan sok suci jadi orang. See, apa yang terjadi sama kamu? Pantas saja Abimana menceraikan kamu, kan?"
"Aku yang mengugat cerai dia Kak, bukan diceraikan!" sahut Alana. Kali ini dia tidak akan diam lagi dihina oleh Amel. Alana akan membela diri.
"Dan Abimana pasti sangat senang. Buktinya dia kembali lagi dengan mantan kekasihnya?" ujar Amel mengejek Alana.
Alana menanggapi ucapan Amel dengan santai. Jika memang mantan kekasih Abimana yang merupakan sahabat Amel itu menginginkan mantan suaminya, silakan saja. Alana tidak akan menghalangi atau mempermasalahkannya. Karena Alana sudah menutup hati untuk pria itu.
Ingin sekali Alana menyampaikan pada Amel, tapi kewarasannya masih terjaga hingga dia cukup membicarakannya dalam hati saja.
Alana tersenyum, Amel gagal memancing kemarahannya yang hampur saja tersulut tadi. Wanita itu pasti kesal, bagaiaman kalau sekarang Alana sedikit bermain. Dia yang akan memancing kemarahan Amel.
"Bisa aku bicara dengan Abang?" tanya Alana.
"Tidak bisa! Abangmu pergi keluar kota, bertemu rekan bisnisnya." jawab Amel.
"Oh gitu, bertemu rekan bisnis ya?" sahut Alana.
"Tentu saja rekan bisnis, mana berani abang kamu itu cari perkara dengan aku." jawab Amel sombong.
__ADS_1
"Abang!" pangil Alana pada Rendi yang langsung membulatkan matanya.
"Mana Abang kamu, Al? Beraninya dia kabur menemui kamu tanpa memberitahu aku." ucap Amel dengan nada marah dan sedikit berteriak.
"Hahaha." Alana tertawa keras, "Bukankah dia keluar kota Kak? Kakak juga selalu melarang abang berhubungan dengan aku, jadi jagan tanya abang dimana sama Al?" jawab Alana.
"Kamu!" ucap Amel kesal.
"Salam untuk abang kalau dia sudah pulang." ucap Alana lalu mematikan panggilan dari Amel tanpa pamit.
Alana tertawa puas sudah mempermainkan istri abangnya itu. Salah sendiri mencoba mengusik dirinya.
Ini baru awal, Alana tidak akan lagi bersikap baik seperti selama ini yang dia lakukan pada Amel. Alana mengalah selama ini semata-mata menghormati Rendi dan opanya. Sekarang sudah jelas Rendi akan bercerai, Alana sangat-sangat mendukung tentu saja.
"Puas?" tanya Rendi.
Alana menggeleng, baru segitu mana bisa puas. Alana akan menunggu saat wanita itu tahu semuanya tentang Rendi.
"Amel berarti belum tahu Abang disini." ucap Alana.
"Ya, itu berarti Sandra tidak memberi tahunya." jawab Rendi.
"Amel dan kak Sandra sering bertemu?" tanya Alana karena terkejut dengan jawaban Rendi.
Satu lagi kejutan yang Rendi berikan pada Alana hari ini, "Bagaiamana bisa?" tanyanya.
"Tentu saja bisa. Abang butuh support saat bekerja dan hanya Sandra yang bisa melakukannya." jawab Rendi.
"Amel tidak curiga?" tanya Alana lagi.
"Sering. Tapi Amel tidak bisa menemukan bukti apa-apa."
Kali ini Alana sangat salut pada Rendi, juga pada Sandra. Bagaimana bisa wanita itu membiarkan suaminya dengan wanita lain yang statusnya sama dengan dirinya tapi harus menyembunyikan statusnya yang sebenarnya.
Alana tidak tahu saja, Rendi masih punya rahasia lain yang belum dia ceritakan pada adiknya itu.
Dirga datang, membuat Rendi berhenti membahas Amel dan Sandra. Cukup Alana saja dulu yang dia beritahu. Yang lainnya nanti saja, setelah dia dan Amel resmi bercerai.
"Sedang ngobrol apa nih?" tanya Dirga.
"U...kel." panggil Arkana pada Dirga.
"Sini sayang." Dirga yang dipanggil Arkana mengulurkan tangannya agar Arkarna mendekat.
__ADS_1
"Kangen Uncle ya?" tanya Dirga begitu Arkana sudah ada pangkuannya.
"No. Na... na da...di?" tanya Arkana mencari Wisnu.
"Daddy mu?" ulang Dirga untuk memastikan pertanyaan Arkana. Bayi gembul itu mengangguk membenarkan.
"Daddy Arka sedang banyak pekerjaan hari ini." jawab Dirga.
"Bu..." Arkana memanggil ibunya.
"Iya, nanti kita telepon daddy." jawab Alana yang tahu maksud Arkana yang memanggilnya.
"Arka sepertinya sudah memilih siapa yang akan menjadi ayahnya." ucap Dirga.
"Kamu sudah menjalin hubungan dengan Wisnu?" tanya Rendi.
Alana menggeleng, "Al masih istri orang Bang." jawab Alana.
"Itu maksud Abang. Mengapa Abang meminta kamu ikut Abang pulang. Abang tidak mau mereka membicarakan hal buruk tentang kamu. Terutama tentang kedekatan kamu dengan Wisnu." sahut Rendi.
"Aku tidak setuju, Alana bisa habis sama Amel di sana. Lebih baik dia disini saja. Aku bisa jaga Al dan Arka. Wisnu juga bisa membantu." ucap Dirga menolak permintaan Rendi pada Alana.
"Justru aku ingin menjauhkan Alana dari Wisnu, Dirga." sahut Rendi.
"Kamu masih belum merestui Wisnu untuk bersama Alana?" tanya Dirga.
"Aku wali Al sekarang, aku ingin yang terbaik untuk Al. Katakan pada Wisnu jika dia mencintai Al, suruh dia untuk menemuiku setelah masa idda Al selesai. Bukan main nyelonong mencari kesempatan seperti kemarin." jawab Rendi.
Alana hanya diam saja mendengar kedua abangnya membicarakan dirinya dan Wisnu. Alana tidak yakin jalannya bersama Wisnu akan baik-baik saja kedepannya. Terutama keluarga pria itu, apa bisa menerima Alana yang janda beranak satu ini? Sementara Wisnu? Pria tampan berwajah blesteran itu tentu saja bisa mendapatkan wanita yang masih single diluar sana. wanita yang jauh lebih cantik dan dari keluarga yang berada lebih darinya.
Alana tidak ingin banyak berharap. Hidup bersama Arkana saja juga tidak apa-apa jika memang itu yang terbaik. Alana bisa bekerja diperusahaan keluarganya atau dia bisa buka usaha sendiri mengunakan modal dari penjualan rumah yang diberikan Abimana padanya.
"Bagaimana Al?" tanya Rendi menarik lamunan Alana.
"Al ikut kata Abang aja." jawab Alana pasrah.
Sekarang yang terpenting adalah dia bercerai dari Abimana lalu menata hidupnya bersama Arkana. Masalah hubungannya dengan Wisnu, jika bisa dia akan jalani, jika tidak Alana akan melepaskan pria itu lagi.
Ponsel Rendi yang ada diatas meja berdering. Nama Sandra tertera di layarnya, Dirga bisa melihat dengan jelas lalu menatap Rendi yang akan mengambil ponselnya. Dirga tahu siapa Sandra, maka dari itu dia mempertanyakannya pada Rendi.
"Nanti aku jelaskan." jawab Rendi akan tatapan mata Dirga kepadanya.
...🌿🌿🌿...
__ADS_1
...Ananku Ternyata Bukan Anak Suamiku ...