Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku

Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku
Bab 41. Pengakuan Rendi


__ADS_3

Melihat Arkana yang tertawa girang bersama Rendi, membuat Alana terenyuh. Rendi sudah lama menikah, tapi belum juga memiliki keturunan. Kakaknya terlihat bahagia sekali bersama Arkana.


Jadi, Alana harus bersyukur telah memiliki Arkana yang menjadi pelipur laranya saat ini. Pelipur lara ditengah prahara rumah tangganya yang semakin jelas kemana arahnya.


Setelah mendengar cerita Rendi tentang Abimana yang sekarang dan masa lalunya, tentu saja membuat Alana semakin yakin untuk bercerai.


Tidak ada lagi yang bisa dia jadikan alasan untuk mempertahankan rumah tangganya, kecuali sisa rasa yang semakin hari semakin terkikis dan mungkin akan segera hilang karena tahu kelakuan Abimana yang sebenarnya. Meskipun Alana tahu pria yang mengisi hari-harinya selama hampir empat tahun itu melakukannya dibawah pengaruh obat yang diberikan Rachel. Namun bagi Alana, tetap saja Abimana yang salah. Karena pria itu telah memberikan kesempatan pada Rachel berada di ruang kerjanya. Bukankah itu berarti Abimana juga menikmatinya?


Alana tidak akan menerima alasan apapun lagi dari suaminya yang sebentar lagi akan menjadi mantan itu. Cukup sudah semuanya sampai disini kisah mereka. Meski Alana tidak bisa melupakan Abimana sepenuhnya kelak, karena ada Arkarna yang hadir didalam rumah tangga mereka meski Abimana bukan ayah biologisnya.


"Al!" panggil Rendi membuat Alana tersadar dari lamunannya.


"Ada hal lain yang ingin Abang sampaikan ke kamu." ucap Rendi.


Alana menoleh pada Rendi yang tidur terlentang di lantai dengan Arkarna diatasnya yang juga menghadap langit-langit.


"Abang juga akan bercerai dengan Amel." ucap Rendi.


"Kenapa Bang? Apa masalah keturunan?" tebak Alana.


"Itu hanya salah satu dari alasan Abang." jawab Rendi.


"Jadi ada alasan yang lebih kuat dari itu." sahut Alana, "Jangan katakan karena dia membenci Al, Bang!" seru Alana.


Rendi terkekeh membuat Arkana yang berada diatas tubuhnya bergoyang.


"Itu juga salah satu alasa Abang." jawab Rendi.


"Jadi apa alasan utamanya?" tanya Alana penasaran, karena tebakannya semua salah.


Rendi memindahkan Arkana dari atas tubuhnya ke kasur lantai bayi itu. Setelahnya Rendi bangun lalu duduk menghadap Alana.


"Kamu tahu kan, Abang menikah dengan Amel karena dijodohkan opa?" tanya Rendi.


Adela mengangguk, tentu saja dia tahu. Amel itu istri pilihan opa mereka untuk Rendi, padahal abangnya sudah memiliki kekasih yang baik dan cantik. Hanya saja statusnya yang anak yatim piatu membuat opa menentangnya. Dengan sebuah ancaman akhirnya mau tidak mau Rendi menerima perjodohan itu.


Karena itu juga, Alana selalu saja mengalah saat Amel menguasai Rendi. Apalagi dia melihat Rendi sepertinya sangat mencintai wanita itu.

__ADS_1


Tapi sekarang? Rendi mengatakan dia juga akan becerai. Itu berarti selama ini Abangnya tidak bahagia dengan rumah tangganya. Apa kemesraan yang Rendi pamerkan didepan keluarga besar mereka hanya sandiwara? Drama sekali kehidupan kakaknya ini.


"Kamu ingat Sandra Al?" tanya Rendi.


"Sandra? Mantan kekasih Abang, kan?" tanya Alana untuk meyakinkan.


Rendi mengangguk membenarkan, "Iya, dia. Tapi dia bukan mantan, kami tidak pernah putus." jawabnya.


"Ha!" ucap Alana terkejut. Alana tidak akan lupa dengan wanita baik seperti Sandra, tapi sayang bukan dia yang jadi istri Rendi.


"Tunggu, jangan katakan Abang tetap menjalin hubungan dengan Sandra meski sudah menikah dengan Amel." ucap Alana menebak kemana arah pembicaraan mereka.


"Jadi Abang selingkuh selama ini? Dan sekarang Abang ingin bercerai karena ingin menikahi Sandra?" tanya Alana beruntun.


Rendi bingung, harus dari mana dia menjelaskan pada Alana. Jika dia sudah menikahi Sandra terlebih dulu sebelum menikah dengan Amel. Ada alasan kuat mengapa Rendi melakukan itu.


"Bang." tegur Alana karena Rendi hanya diam saja.


"Abang tidak selingkuh, selama ini Abang poligami." jawab Rendi.


"Abang nikah diam-diam dengan Sandra?" tanya Alana.


"Kenapa tidak ada yang memberitahu Al?" tanya Alana kecewa.


"Maaf, saat itu mama bilang cukup mereka berdua saja yang tahu. Yang penting pernikahan Abang dan Sandra sah dimata hukum dan agama." ucap Rendi menjelaskan.


"Bagaimana bisa sah secara hukum? Amel tahu dan mengizinkan?" tanya Alana heran.


"Abang dan Sandra menikah satu minggu sebelum pertunangan Abang dan Amel."


"Ha."


Lagi-lagi Alana dibuat ternganga dengan jawaban Rendi. Bagaimana abang dan kedua orang tuanya bisa merahasiakan semua ini darinya.


"Jangan marah Al, bukan kami tidak menganggap kamu tidak penting. Kami terpaksa melakukan ini. Kamu sangat dekat dengan opa dan oma, mama takut kamu tidak sengaja...."


"Al mengerti Bang." sahut Alana memotong ucapan Rendi.

__ADS_1


"Al mendukung Abang bercerai dengan Amel. Abang sudah menjalankan keinginan opa. Kalau Abang tidak bisa bahagia dengannya mengapa harus diteruskan. Abang pantas berbahagia dengan Sandra." ucap Alana.


Rendi tersenyum lalu menarik Alana masuk kedalam pelukannya, "Terima kasih kesayangan Abang." ucapnya lalu mengurai pelukannya dan menatap Alana dengan lekat.


"Abang juga merestui kamu dan Wisnu." ucap Rendi.


"Bang!" Alana menggeleng, "Abang tahu kan kita berbeda?" ucap Alana. Ini adalah salah satu alasanya yang masih ragu menerima Wisnu meski mereka jelas-jelas saling mencintai sejak dulu.


"Tidak lagi Al. Wisnu sudah meyakini apa yang menjadi keyakinan kita." ucap Rendi menjelaskan.


"Maaf, harusnya dari dulu Abang tidak menghalangi dia mendekati kamu. Maaf karena Abang kamu harus melewati semua ini." ucap Rendi penuh penyesalan.


"Abang tidak salah, semua ini sudah takdir yang harus Al jalani. Al tidak menyesalinya, justru banyak pelajaran yang Al dapatkan." jawab Alana agar Rendi tidak menyalahkan dirinya dengan apa yang terjadi padanya.


Meskipun Rendi merestui hubungannya dengan Wisnu sejak dulu, mungkin ada hal lain yang menghalangi mereka sehingga tidak bisa bersama. Jadi, tidak ada yang perlu Alana sesali, kan?


"Setelah bercerai, kamu ikut Abang pulang. Ke rumah Abang dan Sandra. Bagaimana?"


"Apa Sandra tidak keberatan?"


"Dia yang meminta Abang membawa kamu pulang. Abang memberitahu Sandra masalah yang sedang kamu hadapi dan dia meminta Abang membawa kamu pulang. Tidak baik juga selama masa iddah kamu terlihat bersama Wisnu. Biar dia menunggu sampai kamu selesai masa iddah kamu nanti." ucap Rendi menjelaskan.


"Arkana juga pasti akan senang disana. Dia bisa bermain dengan Raka." ucap Rendi lagi.


"Raka?"


"Dia putra Abang dan Sandra. Usianya sudah tiga tahun." jawab Rendi yang mengerti kebingungan Alana.


Sekali lagi Alana dibuat tercengang. Bagaimana bisa dia tidak diberitahu sudah memiliki keponakan yang sudah sebesar itu. Pantas saja, Sandra mengiriminya banyak hadiah saat Arkana lahir.


"Bang, bagaimana Abang bisa menjaga rahasia ini dari Amel? Merahasiakan statusnya sebagai istri kedua Abang, bukan istri pertama atau istri satu-satunya."


Rendi terkekeh, "Itulah hebatnya Abang." jawab Rendi.


Baru saja Alana akan membalas jawaban sombong kakaknya itu, ponsel Alana berdering. Nama Amel tertulis dilayar ponsel Alana.


...🌿🌿🌿...

__ADS_1


...Ananku Ternyata Bukan Anak Suamiku ...


__ADS_2