Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku

Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku
Bab 34. Kedatangan Rendi


__ADS_3

Awalnya Dirga sempat binggung siapa tamu yang datang mengunjunginya. Belum ada yang tahu kediaman barunya ini selain keluarga dekat. Setelahnya Dirga tersenyum dan langsung berdiri.


"Ayo Al, ikut Abang. Kita sambut tamunya. Kamu pasti senang." ucap Dirga yang membuat Alana menatap binggung pada punggung yang mulai menjauh itu.


"Alana!" panggil Dirga lagi karena adiknya itu masih berdiri ditempat. Mendengar namanya dipangil, Alana langsung melangkah mengikuti Dirga.


"Siapa kira-kira tamunya, Bang?" tanya Kinara yang ikut penasaran.


"Tamu istimewah." jawab Wisnu. Seperti biasa Dirga akan berbagi cerita dengannya, karena itu Wisnu bisa menebak siapa tamu yang datang mengunjungi mereka.


"Mas Rendi!"


Alana berlari menghampiri kakak yang sangat dia rindukan itu. Sudah lebih dari satu tahun mereka tidak bertemu, bahkan saat Alana melahirkan Arkana, Rendi juga tidak datang untuk menjengguknya. Kakaknya itu hanya mengirimkan hadiah saja.


"Al."


Rendi menyambut adik semata wayangnya. Mereka langsung berpelukan untuk melepaskan rindu. Bukan hanya Alana saja yang merindukan Rendi, pria itu pun sama merindukan adiknya.


Dirga, Wisnu dan Kinara hanya bisa memperhatikan kedua saudara itu sambil tersenyum senang. Baru saja Dirga berencana untuk membawa paksa Rendi kembali pada keluarga mereka, pria itu sudah kembali sendiri.


"Mas Rendi tahu dari mana Al ada disini?" tanya Alana.


Rendi tidak menjawab, tapi dia beralih menatap Dirga. Hanya gerakan kecil dari Rendi, Alana sudah bisa menebak jawabannya adalah Dirga yang memberitahu Rendi tentang keberadaannya saat ini.


"Ada masalah apa dengan Abi, sampai harus kabur ke rumah Dirga seperti ini?" tanya Rendi.


Awalnya Rendi terkejut membaca pesan yang dikirimkan Dirga. Entah pesan yang keberapa yang saudara sepupunya itu kirimkan padanya. Melihat isi pesannya yang penuh dengan kata-kata ancaman, itu berati Dirga sudah habis kesabarannya.


Sudah dapat Rendi pastikan ancaman itu ditujukan Dirga pada Amel. Istrinya pasti sudah membaca pesan yang Dirga kirimkan untuknya, tanpa menyampaikan padanya isi pesan yang dia baca itu. Sudah dapat dipastikan juga, Amel telah menghapus pesan yang Dirga kirimkan itu. Rendi sering protes dan marah pada Amel yang berujung dengan keributan yang akhirnya membuat Rendi mendiamkan istrinya itu.


Hal yang wajar jika Dirga sangat marah dan memberikan ancamannya. Untung saja Rendi sendiri yang membaca pesan dari Dirga kali ini. Jika tidak, hingga detik ini Rendi tidak akan tahu apa yang terjadi pada Alana.


Tidak ingin menebak masalah apa yang terjadi pada Alana, hingga Dirga memintanya menemui sang adik, Rendi segera menghubungi saudaranya itu.


Tidak banyak yang Dirga bicarakan. Pria itu hanya memintanya menemui Alana di kediaman milik sepupunya itu. Saat Rendi bertanya, "Ada apa?"

__ADS_1


Dirga hanya menjawab, "Datang saja temui Alana, kamu akan tahu ada apa setelah bertemu."


Karena itulah Rendi segera meluncur ke kediaman Dirga yang baru, tanpa pamit pada Amel. Jika memberitahu istrinya, sudah dapat di pastikan dia tidak akan diizinkan. Dan Rendi malas untuk bertengkar dengan Amel setiap kali dia izin untuk mengunjungi Alana.


Entah megapa istrinya seperti itu pada Alana, hingga detik ini Rendi belum bisa mengetahui alasan apa hingga Amel berlaku buruk pada sang adik.


"Ayo masuk dulu Ren." ucap Wisnu.


"Wisnu!" panggil Rendi yang baru menyadari ada sosok pria itu diantara mereka.


"Kamu juga disini?" tanya Rendi curiga


"Tentu saja dia ada disini." Dirga yang menjawab pertanyaan Rendi sambil terkekeh, sementara itu pria yang ditanya Rendi hanya tersenyum saja pada sahabat lamanya itu.


"Jadi apa yang terjadi Al?" tanya Rendi lagi begitu mereka sudah duduk diruang keluarga.


"Sabar bro, apa kamu tidak mau menginap disini?" sahut Dirga.


Menginap? Rendi sangat ingin menginap. Dia ingin menjauh sejenak dari Amel yang selalu mengaturnya harus begini dan harus begitu. Tidak boleh begini dan tidak boleh begitu. Apa bisa dia membagi waktunya?


Melihat wajah memohon Alana, Rendi tidak bisa menolak. Dia mengangguk, "Iya, Mas akan menhinap malam ini." jawabnya.


Akan dia jelaskan nanti pada Amel dan juga sekertarisnya, jika dia tidak pulang sampai besok.


Alana yang senang dengan jawaban Rendi langsung saja memeluk kakaknya lagi yang dibalas Rendi dengan mengeratkan pelukannya pada sang adik. Biarlah dia melanggar semua aturan yang Amel buat tentang Alana. Wanita itu pasti hanya mengomel dan setelahnya diam tidak ingin bicara padanya karena Rendi juga mendiamkan istrinya itu.


Apa lagi melihat wajah bahagia Alana, mana mungkin Rendi membuat adiknya kecewa lagi. Rendi yakin, kemarin-kemarin Alana juga menghubunginya dan lagi-lagi Amel yang akan menjawab panggilan telepon dari adiknya.


"Sudah ya, kangen-kangenannya dilanjutkan nanti lagi setelah kita bicara." ucap Dirga.


"Aku sudah bertanya sejak tadi, tapi kalian yang menunda jawabannya." jawab Rendi.


Dirga hanya tersenyum, lalu wajahnya menunjukkan keseriusan. Pria itu mewakili Alana untuk mejelaskan apa yang sudah terjadi dengan rumah tangga adik mereka.


"Kurang ajar, Aditya!" geram Rendi begitu tahu Aditya telah memperkosa adiknya.

__ADS_1


"Tahan dulu emosi kamu Ren. Belum selesai aku bicara dan ini masih panjang ceritanya." ucap Dirga lagi.


"Aku akan menjaganya." ucap Wisnu yang langsung mengambil duduk diantara Alana dan Rendi.


Kinara dan Dirga hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan pria yang minta dipanggil daddy itu oleh Arkana.


"Modus." cicit Kinara yang mendapat kekehan dari Wisnu.


Di tempat lain, Amel menatap kesal pada ponsel miliknya. Sudah berkali-kali dia menghubungi Rendi, tapi nomor pria itu tidak juga bisa dihubungin.


"Kemana sih mereka?" ucap Amel kesal dicampur rasa khawatir. Khawatir suaminya punya affair dengan Sandra sang sekertaris. Dan sekarang nomor milik Sandra juga tidak bisa dihubungi sama seperti nomor Rendi.


"Awas saja kalau sampai aku lihat kalian bermain dibelakangku." ucap Amel geram.


Tiba diperusahaan suaminya, Amel langsung saja naik ke lantai dimana ruangan Rendi berada. Tidak sabar ingin melihat apa yang dilakukan Rendi hingga tidak mengaktifkan ponselnya.


Wajah Amel menunjukkan kelegaan saat dia bisa menemukan Sandra ada dimeja kerjanya.


"Dimana suamiku?" tanya Amel yang membuat Sandra terkejut.


"Bapak hari ini tidak ke kantor Bu. Beliau ada urusan penting diluar kota. Tapi nanti sore kembali lagi, hanya meeting katanya." jawab Sandra panjang lebar menjelaskan.


Tidak percaya dengan yang dijelaskan Sandra, Amel masuk kedalam ruangan Rendi, "Awas kalau kamu bohong." ancam Amel.


Sandra hanya diam, percuma dia melawan. Mulut Amel yang sudah terkenal pedas dan suka mengancam, jadi biarkan saja. Pantas saja Rendi tidak betah di rumah dan sering mendiamkan Amel.


Ruangan milik Rendi kosong dan masih sangat bersih karena memang belum ada yang menggunakannya. Amel kembali merasakan kelegaaan, Rendi memang sibuk bekerja diluar sana.


Duduk di kursi kerjanya, Sandra kembali membalas pesan dari Rendi yang terjeda karena kehadiran Amel. Dia memberitahu pria itu tentang kedatangan Amel di perusahaan dan juga kecurigaan wanita itu pada Rendi dan juga padanya.


Terserah kapan Rendi akan membaca pesannya, karena saat ini nomor Rendi yang khusus untuknya juga tidak aktif.


...🌿🌿🌿...


...Ananku Ternyata Bukan Anak Suamiku ...

__ADS_1


__ADS_2