
Dua pria tampan yang sama-sama berstatus duda, duduk berhadapan disebuah cafe yang tidak terlalu ramai pengunjungnya. Sengaja, karena Naren ingin bicara banyak dengan Abimana.
"Jadi kamu sudah bercerai." ucap Abimana menaggapi cerita Naren.
Mantan kekasih Alana yang juga sahabatnya itu baru caja menceritakan tentang Siska, wanita yang mengaku hamil anak Naren di malam pertunangan Naren dan Alana, yang ternyata telah membohongi Naren dan semua tamu yang hadir disana. Tamu yang semula untuk menyaksikan pertunangan Alana dan Naren, justru menyaksikan pernikahan Naren dan Siska.
Alana terlihat tegar malam itu, tidak ada air mata sedikitpun yang keluar. Tapi Naren tahu sorot mata wanita yang menjadi kekasihnya selama satu tahun itu sangat terluka. Abimana yang berdiri disampingnya malam itu, Naren minta untuk menjaga Alana.
"Bi, tolong jaga Alana untukku. Aku tahu kamu tertarik padanya." bisik Naren malam itu.
"Kau memang bodoh Naren, mengapa kau bisa menghamili wanita bernama Siska itu?" balas Abimana.
"Ceritanya panjang." jawab Naren.
Dan baru hari inilah Abimana mendengar penjelasan Naren. Karena setelah Naren menikahi Siska, orang tuanya mengirim Naren dan Siska ke kota lain. Kota dimana Naren dan Siska tidak mengenal siapa-siapa disana. Semua harus Naren jalani sebagai hukuman dari keluarganya, karena telah menghamili wanita yang bukan pilihan keluarga mereka.
Berbeda dengan Alana. Semua keluarga mendukung hubungan Naren dan Alana, karena memang Alana adalah wanita yang dijodohkan oleh keluarganya.
Naren tidak keberatan di jodohkan dengan Alana. Siapa yang tidak akan jatuh cinta pada gadis secantik Alana. Bukan hanya cantik, Alana banyak memiliki kelebihan. Naren jatuh cinta pada pandangan pertama dimana pertama kali mereka dipertemukan.
Yang lebih lagi membuat Naren bersyukur, Alana juga menerima perjodohan mereka. Naren tidak tahu saja, Alana menerima perjodohan itu awalnya karena sangat menghormati keputusan keluarganya terutama sang kakek.
Namun seiringnya waktu ada cinta Alana untuk Naren. Karena pria itu selalu bersikap baik dan penuh perhatian. Memang semudah itu menaklukan hati Alana. Asalkan baik dan tulus mencintainya, maka Alana akan membalasnya meski disudut hati yang paling dalam ada nama Wisnu yang takkan tergantikan.
Orang tua Alana bukan tidak tahu siapa laki-laki yang sejak dulu mencuri hati putri mereka. Bukan masalah pada Wisnu, tapi keyakinan yang berbeda, serta latar belakang keluarga yang juga sangat berbeda menjadi penghalang restu mereka.
Hingga saat kakek Alana mengatakan ingin menjodohkan Alana dengan Naren, mereka merestui. Sayangnya, masalah terjadi disaat putri mereka akan bertunangan. Naren yang terlihat sangat mencintai Alana harus bertanggung jawab atas perbuatannya yang menghamili wanita lain.
Sejak awal Naren sudah tidak percaya jika anak yang ada dalam kandungan Siska adalah anaknya. Dia hanya satu kali berhubungan badan dengan wanita itu. Itupun dalam keadaan tidak sadar, karena seseorang telah mencampurkan sesuatu dalam minumannya. Siapa orang itu?
Sayangnya baru Naren ketahui setelah dia merasakan tidak ada ikatan batin pada putri yang dilahirkan Siska. Bukan hanya itu saja. Naren melihat tidak ada kemiripan balita perempuan itu dengan dirinya. Hanya ada sedikit kemiripan dengan Siska, dibagian mata dan hidung. Sisanya, entahlah? Naren tidak bisa menggambarkan mirip siapa. Hal itulah yang membuat Naren meragu tentang kebenaran dirinya sebagai ayah biologis pada putrinya. Sampai akhirnya, Naren memutuskan untuk tes DNA secara diam-diam, agar keraguannya terjawab. Dan hasilnya seperti yang Naren duga. Putri kecil yang dia rawat bahkan sejak di dalam perut ibunya itu bukan darah dagingnya.
__ADS_1
"Izinkan aku bertemu Alana sebentar saja, Abi. Aku hanya ingin meminta maaf dengan tulus, bukan untuk merebutnya darimu." ucap Naren yang belum mengetahui perceraian Abimana dan Alana.
Abimana tertegun atas permintaan Naren. Mereka hilang kontak sejak Naren tahu dia dan Alana menikah. Mungkin karena Naren tidak ingin mengetahui apapun lagi tentang Alana. Pikir Abimana saat itu.
"Maaf, aku tidak bisa." jawab Abimana.
Naren kecewa, tapi dia tidak akan menyerah. Dia tidak berbohong dengan perkataannya yang tidak akan merebut Alana dari Abimana.
"Kau bisa menemani Alana saat bertemu denganku." ucap Naren membujuk.
Abimana mengehela nafas panjang, " Aku tidak punya hak untuk itu. Kami sudah bercerai." jawab Abimana akhirnya memberitahu Naren apa yang terjadi antara dia dan Alana.
"APA!" teriak Naren tidak percaya.
"Maaf Naren, aku tidak bisa menjaga Alana dengan baik seperti permintaan kamu malam itu." ucap Abimana menanggapi keterkejutan Naren.
"Apa yang terjadi?" tanya Naren.
"Kau jangan membuatku iri, Abi!" seru Naren, karena rumah tangganya jauh dari kata bahagia.
Tidak ada cinta yang Naren jalani dalam rumah tangganya. Semua hanya keterpaksaan karena tanggung jawab. Tanggung jawab pada anak yang bukan anaknya. Menghancurkan hati orang yang dicintanya di hari pertunangan mereka. Sungguh Naren tidak bisa memaafkan hal itu.
Bukan tersinggung Abimana semakin menceritakan bagaimana hari-hari Alana bersamanya hingga bisa melupakan sosok pria yang ada dihadapanya ini. Apa benar Alana sudah melupakan Naren seperti yang Abimana ceritakan pada Naren? Abimana sendiri tidak yakin.
Jadi, jika Naren dan Alana bisa kembali bersama, Abimana tidak keberatan. Yang terpenting Alana bahagia. Abimana seolah lupa, ada sosok Wisnu yang beberapa kali menemani Alana persidangan, meskipun tidak menunjukkan kedekatan keduanya.
"Lalu apa yang membuat kalian berpisah?" tanya Naren, karena Abimana hanya menceritakan kebahagian mereka saat bersama saja.
Kembali Abimana menarik nafas lalu menghembuskannya dengan kasar. Menceritakan bagian ini membuat Abimana kembali menyesali dirinya yang terlalu gegabah saat tahu Arkana berbeda golongan darah dengannya dan Alana.
Abimana memulai ceritanya. Berawal dari peringatan anniversary pernikahan dia dan Alana, lalu mengetahu golongan darah yang berbeda sampai akhirnya dia menemukan bahwa Aditya adalah ayah dari Arkana.
__ADS_1
"Alana wanita yang setia, Abimana. Jangan katakan dia berselingkuh dengan adikmu itu." ucap Naren.
"Alana tidak selingkuh, tapi..." berat bagi Abimana mengingat hal yang sangat menyakitkan baginya. Karena dia tidak bisa menjaga Alana dari perbuatan bejat Aditya.
"Aditya memperkosanya." ucap Abimana melanjutkan kalimat ucapannya.
Tangan Naren mengepal, dia akan membuat perhitungan dengan Aditya. Mencintai Alana tapi menyakiti wanita itu sungguh perbuatan yang tidak bisa dimaafkan oleh Naren.
"Apa kamu tidak keberatan jika aku kembali dengan Alana?" tanya Naren.
"Aku akan sangat mendukung. Denganku, dia sudah terlanjur kecewa. Tapi denganmu, dengan apa yang sebenarnya terjadi padamu, masih ada harapan Alana bisa kembali padamu. Tapi...."
Abimana kembali menjeda kata-katanya. Dia baru saja ingat sosok Wisnu, yang mungkin pria cinta pertama yang pernah Alana ceritakan padanya.
"Tapi apa?" tanya penasaran.
"Sepertinya sudah ada pria lain yang mendekatinya." jawab Abimana.
"Baru sepertinya, jadi aku akan tetap mencoba." jawab Naren, "Aku akan menemui Alana. Dimana sekarang dia tinggal?"
"Kediaman orang tuanya." jawab Abimana, "Alana tidak ingin menetap dikediaman yang aku jadikan mahar untuknya, dia bahkan berencana akan menjual kediaman itu."
Apapun halangannya, Naren akan membuat Alana kembali dalam pelukannya. Dia akan mengalahkan pria yang menurut Abimana sepertinya sedang dekat denganAlana. Baru dugaan Abimana saja, jadi Naren tidak akan menyerah.
"Inikah jodoh yang tertunda?" pikir Naren.
Hati pria itu kembali dipenuhi kebahagian mendengar Alana sudah kembali sendiri. Banyak rencana yang akan Naren lakukan untuk kembali merengkuh Alana dalam pelukannya.
...🌿🌿🌿...
...Ananku Ternyata Bukan Anak Suamiku ...
__ADS_1