Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku

Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku
Bab 38. Habislah Sudah Abimana


__ADS_3

Abimana terkejut saat melihat seorang pria duduk di meja makan yang ada dikediamannya.


"Maaf, anda sia..."


"Apa kabar Bi?" sapa Rendi.


"B...bang." ucap Abimana gugup.


Mengapa kakak Alana ada disini? Apa sudah mendengar tentang perceraiannya dengan Alana? Tapi Rendi tetap ramah menyapanya. Atau Rendi belum tahu apa-apa. Abimana terus bertanya-tanya dengan dirinya sendiri yang tentu saja tidak akan menemukan jawabannya jika dia tidak bertanya pada Rendi. Masalahnya, apa Abimana berani?


"Mengapa terkejut seperti itu?" tanya Rendi sambil menepuk bahu Abimana, "Ayo sarapan." ajaknya.


Abimana segera menarik kursi yang ada dihadapan Rendi. Sungguh Abimana dalam masalah besar sekarang. Untung saja Rachel masih tidur karena kelelahan dan kurang tidur setelah semalam mereka kembali berbagi peluh. Dia sendiripun bisa dikatakan terlambat bangun hari ini.


"Bibik sudah menyiapkan sarapan dari tadi, tapi kamu sepertinya kesiangan." ucap Rendi lagi.


"Iya Bang, tidak ada Alana yang membagunkan." jawab Abimana berbohong.


Jika tidak sedang bersandiwara, ingin rasanya Rendi melayangkan tinju pada Abimana, meski hanya sekali saja. Sayangnya dia harus bersabar menunggu waktu yang tepat memberi pelajaran pada pria ini yang masih saja menutupi masalah mereka.


"Bibik sudah memberitahu tadi. Katanya Alana menginap ditempat saudara. Kamu tahu saudara yang mana?"


Pertanyaan Rendi membuat Abimana binggung harus menjawab apa. Namun keberuntungan sepertinya sedang memihak Abimana, hingga dia ingat jika dokter rumah sakit jiwa tempat dia menitipkan Alana adalah saudara istrinya.


"Di rumah Dirga." jawab Abimana asal.


"Rumah Dirga? Bukannya tidak jauh dari sini? Mengapa harus sampai menginap? Apa bibi sakit?" tanya Rendi beruntun, sengaja membuat Abimana bingung menjawabnya.


Abimana memilih diam, dan meneruskan mengunyah makanannya sambil memikirkan jawaban apa yang aka dia lairkan. Tentu saja Abimana tidak tahu harus menjawab apa? Dia hanya asal menjawab karena ingat dan melihat kedekatan Dirga dan Alana akhir-akhir ini.


Dari jauh Abimaa melihat bi Onah berjalan kearah mereka. Sedikit merasa lega, setidaknya kedatangan wanita tua itu memberi sedikit waktu lebih untuk dia menjawab pertanyaan Rendi yang beruntun itu.


"Pak Abi, ada tuan besar dan nyonya." ucap bi Onah memberitahu Abimana.


Bebas dari pertanyaan Rendi, bahaya lebih besar yang akan Abimana dapatkan. Tentu saja Rendi akan segera tahu kebohongannya, dan kedua orang tuanya akan tahu keberadaan Rachel.


Abimana harus siap dengan kemarahan Wijaya. Pria paruh baya itu sangat tidak suka Abimana berhubungan dengan Rachel. Lalu Abimana harus bagaimana? Mengapa hidupnya sekarang sekacau ini tanpa Alana.

__ADS_1


Lagi-lagi Abimana hanya bisa menyesali kesalahannya yang mengabaikan Alana saat tahu Arkana bukan darah dagingnya tanpa mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya.


Mengapa dia harus marah saat itu? Bukankah sebelum mengenal Alana dia juga bukan pria baik-baik. Nyatanya, dia dan Rachel memiliki seorang putri.


Benarkah Camelia putrinya? Abimana harus menyelidikinya terlebih dulu. Dia tidak ingin gegabah lagi. Yang pada akhirnya merugikan dirinya sendiri.


"Pak Abi!" panggil bi Onah lagi.


"Iya, saya akan temui." jawab Abimana dan baru menyadari jika Rudi sudah tidak ada dihadapanya.


Abimana segera berdiri menemui Wijaya dan Ajeng. Bisa bahaya jika Rendi mengetahui perceraiannya dari Wijaya. Karena pria tua itu menyetujui keinginan Alana dari pada keinginannya yang tetap ingin mempertahankan rumah tangganya.


Sayangnya Abimana terlambat, Wijaya sepertinya sudah memberitahu kakak Alana itu. Terlihat dari tatapan menusuk pria yang sangat dihormati istrinya itu kepadanya.


BUGH


Sebuah pukulan keras mengenai perut Abimana. Hanya satu kali seperti yang Rendi katakan tadi, hanya untuk melampiaskan kekesalannya pada Abimana yang tidak bisa menjaga Alana.


Selebihnya Rendi akan memberikan pukulan pada Aditya jauh lebih banyak tentunya.


"Maaf kan kami Nak Rendi." ucap Ajeng yang sangat merasa bersalah.


Lalu pandangan Rendi beralih pada Abimana, "Alana akan saya bawa pulang. Jangan halangi proses perceraiannya." ucap Rendi pada Abimana yang hanya bisa diam.


Rendi sudah menjalankan misinya untuk membuat Abimana tidak menghalangi perceraian yang Alana ajukan. Sekarang dia akan pulang ke kediaman Dirga dan bermain dengan Arkana. Setelahnya dia akan menghubungi


"Mau kemana Nak Rendi?" tanya Wijaya begitu melihat Rendi akan pergi.


"Menemui Alana." jawab Rendi.


Langkah Rendi terhenti saat mendengar suara perempuan memanggil sayang. Mengapa Rendi melupakan keberadaan wanita itu dikediaman adiknya. Kediaman ini salah satu mahar pernikahan, itu berarti Alana yang berhak atas kediaman ini bukan Abimana.


"Sayang." panggil Rachel lagi karena Abimana tidak menjawab panggilannya yang pertama.


Habislah sudah Abimana. Dia akan dihakimi langsung tiga orang yang ada bersamanya saat ini.


"Abi." panggil Ajeng lirih.

__ADS_1


Bagaimana Abimana sebodoh ini? Sungguh Ajeng juga sangat membenci Rachel yang hanya menginginkan harta. Bukan cinta tulus kepada Abimana.


Mengapa Abimana harus kembali bersama wanita itu lagi? Ajeng tidak akan membiarkannya.


"Maaf saya tidak tahu kalau ada tamu. Tante, Om." sapa Rachel.


"Jelaskan Bi!" ucap Wijaya mengabaikan sapaan Rachel kepadanya.


Sejak dulu Wijaya tidak suka Rachel. Wanita itu membawa dampak buruk pada putranya. Jadi jangan harap akan ada restu darinya. Sikap Wijaya tidak akan berubah, masih sama seperti lima tahun yang lalu.


Abimana menggaruk lehernya, kebiasan pria itu jika sedang gelisah. Semua mata kini tertuju padanya untuk meminta penjelasan. Abimana harus bicara apa?


"Kami tidak ada hubungan apa-apa. Dia datang hanya untuk membicarakan sesuatu. Hanya itu." jawab Abimana sambil menatap tajam Rachel untuk tidak bicara apa-apa.


"Alana tidak ada dirumah, dan kamu membawa wanita lain ke rumah MILIK ALANA?"


Rendi yang bicara, menekankan pada kata milik Alana agar pria itu ingat, kediaman ini milik adiknya.


Abimana menjambak rambutnya, "Dia memaksa tidak berani menginap dihotel sendiri." jawab Abimana. Dia tidak berbohong, Rachel yang mengatakan seperti itu hingga mereka berdebat.


"Dan kau selalu saja lemah ABIMANA!"


BUGH


Abimana kembali menerima pukulan keras, kali ini dari Wijaya yang memang sudah menahan amarah sejak keberangkatannya ke kediaman Alana.


"Kemasi barang-barang kamu dan keluar dari rumah ini. Ini milik Alana seperti yang Rendi katakan, jika bercerai maka kamu yang harus pergi." ucap Wijaya.


"Aku tidak akan bercerai." jawab Abimana.


"Kamu lupa apa yang tadi Rendi katakan. Apa harus Papa ulangi lagi?" tanya Wijaya.


Abimana tidak menjawab, dia pergi meninggalkan semuanya tanpa kata-kata. Pria itu naik ke lantai dua menuju kamar tidurnya. Kamar ini rapi, karena Abi tidak mengizinkan Rachel menempatinya.


"Kamu lancang sekali menggunakan pakaian milik menantuku!" seru Ajeng pada Rachel.


Tentu saja Ajeng ingat itu pakaian milik Alana karena Ajeng juga memiliki pakaian yang sama persis dengan yang di pakai Rachel saat ini. Ajeng yang membelinya secara khusus saat dia terbang ke Sedney.

__ADS_1


...🌿🌿🌿...


...Ananku Ternyata Bukan Anak Suamiku  ...


__ADS_2