Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku

Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku
Bab 40. Perbuatan Rachel.


__ADS_3

Alana sedang bermain bersama putranya saat Rendi pulang.


"Dari mana Bang?" tanya Alana pada Rendi yang mengambil Arkarna untuk duduk dipangkuannya.


Abangnya hanya menginap satu malam, Alana kira Rendi akan lebih banyak menghabiskan waktu bersamanya. Tapi kenyataanya Rendi memilih untuk sibuk dengan dirinya sendiri.


"Abang baru saja dari rumah kamu." jawab Rendi jujur.


Tidak ada yang perlu Rendi rahasiakan pada Alana. Dia ingin masalah adiknya selesai. Setelahnya Rendi akan memberitahukan Alana sebuah rahasia tentang dirinya yang dia simpan selama ini.


"Ha! ucap Alana terkejut, "Abang ngapain kesana? Kan Al ada disini." ucap Alana.


Rendi tersenyum sambil memamerkan giginya, pria tampan yang memiliki wajah mirip Alana itu sedang menggoda Arkana.


"Bang!" tegur Alana karena Rendi mengabaikannya.


"Menemui calon mantan suami kamu, apa lagi?" balas Rendi.


"Untuk apa Bang?"


"Abang membantu kamu mengambil alih rumah. Bukan kamu yang seharusnya pergi dari rumaj itu Al, tapi Abi." jawab Rendi.


"Itu memang rumah mas Abi, Bang!" seru Alana.


"Tapi rumah itu mahar Abi ke kamu, Al. Meski bercerai, itu sudah menjadi milik kamu." sahut Rendi.


Alana tahu rumah itu tetap menjadi miliknya. Tapi masalahnya, apa Alana sanggup kembali ke kediaman itu?


Ada banyak kenangan di kediaman itu, salah satunya perbuatan Aditya. Hal itu juga yang membuat Alana kabur dari kediaman itu. Setiap malam dia gelisah, merasakan dirinya kotor karena ditiduri pria lain selain suaminya. Hal itu juga yang sering membuat Alana melamun mempertanyakan pada yang kuasa, mengapa harus terjadi padanya?


Sementara disini jauh lebih menyenangkan, dengan suasana baru Alana bisa menata kembali hati dan jiwanya. Bersama Arkana, Alana ingin hidup mereka lebih baik. Alana tidak butuh rumah itu, yang dia butuhkan kebahagiaannya yang hilang karena keegoisan orang lain.


"Abang juga memaksa Abi untuk menerima gugatan kamu." ujar Rendi.


Ucapan Rendi menarik lamunan Alana, "Dengan cara apa?" tanyanya, "Tidak dengan kekerasan, kan?"


Alana sangat tidak suka jika memaksakan kehendak dengan cara kekerasan. Alana ingin semua berjalan dengan baik-baik saja walau mungkin hasilnya belum tentu baik.


Rendi terseyum, "Tentu saja tidak. Abang kamu ini bukan lagi anak remaja yang suka berkelahi." jawab Rendi, "Tapi jika satu pukulan, tidak apa-apa." lanjutnya.

__ADS_1


"Abang memukul Mas Abi?" tanya Alana.


"Hanya satu pukulan."


Alana meringis. Biarpun satu pukulan, Alana tahu kekuatan yang dimiliki kakaknya ini. Rendi seorang atlet karate dan sudah sering memenangkan kejuaran.


"Abang!" seru Alana.


Rendi terkekeh, "Soalnya pukulan kedua Abimana dapatkan dari om Wijaya." ucapnya.


"Papa ikut memukul mas Abi! Kenapa?" tanya Alana.


Rendi menarik napas panjang. Ini bagian terberat untuknya memberitahu Alana. Tapi adiknya bagaimanapun harus tahu. Tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Abimana dan Rachel?


Flash back


"Sekarang waktunya untuk membuat kamu pergi dari hidup Abimana selamanya." ucap Wijaya pada Rachel.


"Salah saya apa Om? Kenapa sejak dulu Om dan Tante selalu menghalangi hubungan saya dengan Abi?" tanya Rachel tanpa rasa takut.


"Apa kamu pikir saya tidak tahu tentang apa yang sudah kamu lakukan pada putra saya!" jawab Wijaya dengan nada tinggi.


Rachel yang tadi berani bicara lantang menjadi ciut. "Seorang Wijaya kalau sudah marah sangat berbahaya." kalimat yang merupakan peringatan dan juga pesan dari saudaranya itu seketika melintas dalam ingatan Rachel.


Wanita itu ternganga. Bagaimana Wijaya bisa tahu? Bukankah ini rahasianya yang hanya dia dan Cintia sepupunya yang tahu, karena sepupunya itu yang memberikan ide padanya juga mengenalkan Rachel dengan obat kuat dan perangsang untuk pria.


Tidak mungkin kan, Cintia yang membocorkannya. Jika iya, itu berarti sepupunya itu bunuh diri. Karena Cintia juga melakukan hal yang sama pada Aditya.


"Dan kamu tahu apa akibat dari minuman yang kamu berikan pada Abimana?" tanya Wijaya dengan tatapan dingin.


Ditatap seperti itu oleh Wijaya membuat Rachel menggeleng dengan takut-takut.


"KAMU MEMBUAT PUTRA SAYA TIDAK BISA MEMILIKI KETURUNAN!"


Lagi-lagi Rachel menganga, tidak mengira akibatnya seperti ini dan diketahui oleh Wijaya.


"Abi tidak mandul. Dia punya anak bersama saya." ucap Rachel.


Kesempatan baik ini tidak akan Rachel lewatkan untuk memberitahu orang tua Abimana tentang keberadaan Camelia.

__ADS_1


"Kamu pikir kami akan percaya dan mengakui anak yang kamu lahirkan itu anak Abimana?"


Kali ini Ajeng yang bicara. Sejak tadi dia menahan diri untuk tidak meluapkan emosinya. Tangan Ajeng sejak tadi terkepal. Ingin rasanya melayangkan pukulan pada bibir Rachel yang sangat berani bicara pada suaminya.


"Kalian harus percaya dan mengakuinya." jawab Rachel.


Rendi yang sejak tadi berada disana hanya diam dan menyimak. Tidak lupa, dia merekam semua percakapan ini.


"Percaya dengan tes DNA palsumu itu?" sahut Wijaya.


"Sudah benar kamu menghilang keluar kota selama hampir empat tahun ini. Kenapa harus kembali lagi, ha?" ucap Ajeng menimpali ucapan suaminya.


Rachel tidak menjawab, dia melirik ke arah Rendi. Ada rasa takut pada pria itu. Takut jika Rendi mengetahui sebuah kebenaran.


"Kenapa hanya melirik? Ucapkan saja apa yang ingin kamu tanyakan." ucap Rendi.


"Atau aku katakan saja darimana kamu tahu tentang Abimana yang akan bercerai?" tanya Rendi.


"Amel. Iya kan?" ucap Rendi.


"Amel si alan" rutuk Rachel yang mengira Amel yang memberitahu Rendi tentang apa yang mereka rencanakan. Karena itu Rachel mengumpat Amel.


"Pak, biar saya yang ambil alih mengurus perempuan ini." ucap Rendi


Wijaya mengizinkan, "Ambil saja." ucapnya, "Saya serahkan kepada kamu sekarang. Masih banyak urusan lain yang harus saya selesaikan." ucap Wijaya.


Rendi tersenyum, bukan masalah Rachel dengan Abimana saja yang akan dia urus. Ada hal lain mengenai Amel yang akan dia selesaikan. Dan Rendi akan memanfaatkan Rachel untuk itu.


Rendi langsung meminta orang-orangnya untuk membawa Rachel ketempat yang sudah dia siapkan sebelumnya.


Saat melihat foto yang dikirimkan Wisnu pada Dirga, Rendi segera mengenali wajah Rachel yang merupakan sahabat Amel. Mengingat begitu bencinya Amel pada Alana, Rendi bisa langsung menebak jika Rachel selalu mengetahui berita tentang Abimana dari wanita yang dijodohkan dengannya itu. Rendi pun punya rencana untuk kepentingan Alana dan juga kepentingan dirinya sendiri.


Setelah Rachel dibawa orang-orang kepercayaannya, Rendi kembali ke kediaman Dirga untuk menemui Alana. Dia akan mengurus Rachel nanti setelah memberitahu adiknya tentang masa lalu Abimana yang sayangnya baru Rendi ketahui sekarang.


Andai saja dia tahu lebih awal, dia tidak akan merestui Alana menikah dengan Abimana. Maka adiknya tidak akan terluka seperti sekarang ini.


Penyesalan selalu datang di akhir cerita. Harusnya sejak awal saja dia merestui Alana bersama Wisnu meski berbeda keyakinan. Jika dia tahu, sahabatnya itu akhirnya memutuskan untuk mengimani iman yang sama dengan mereka.


flash back off

__ADS_1


...🌿🌿🌿...


...Ananku Ternyata Bukan Anak Suamiku  ...


__ADS_2