
"Jadi, apa kamu melihat Luci?" Wisnu langsung bertanya pada pokok pembahasan mereka pada Alana.
Alana menyeruput minuman dingin yang dia pesan sebelum duduk di bangku pemilik warung minuman ini. Air dingin itu menyegarkan tenggorokan Alana yang kering akibat berlari. Udara sebenarnya tidak terlalu panas, bahkan angin yang berhembus terasa sejuk. Entah mengapa Alana merasa kepanasan. Mungkin dia panas karena selama ini tertipu oleh Luci yang selalu bersikap seperti wanita baik. Nyatanya?
Setelah menghabiskan setengah dari minumannya, Alana kembali menatap Wisnu yang duduk disampingnya. Alana menyadari dirinya yang tidak bisa berbohong. Sehingga calon suaminya ini bertanya seperti itu.
"Iya... Tidak." jawab Alana yang membuat Wisnu menaikan alisnya.
Alana menampilkan barisan giginya saat Wisnu menoleh kepadanya, "Al tidak melihat Luci, tapi Al tahu dia ada dimana." ucap Alana menjelaskan.
"Al tidak bohong pada Arman, kan, Bang?"
Bukan pertanyaan, tapi lebih kepernyataan yang Alana ungkapkan. Karena dia dan Luci memang tidak bertemu secara langsung. Alana hanya tahu keberadaan asistennya itu karena mendengar suara Luci yang berbincang dengan seorang pria.
Alana tidak perlu mendeskripsikan apa yang terjadi antara Luci dan Aditya seperti yang dia dengar. Alana cukup memberitahu Wisnu kalau Luci memiliki hubungan dengan pria yang saat ini bersamanya sebelum menikah dengan Arman. Dengan begitu saja Wisnu akan paham pada persoalan Luci dan Arman.
"Jadi, Luci ada dimana dengan pria itu?" tanya Wisnu setelah dia mengangguk membenarkan pernyataan Alana.
"Di Cottage." sahut Alana cepat sambil menunjuk ke arah dimana tadi dia berdiri.
"Cottage? Tempat kamu tadi berdiri?" tanya Wisnu dan Alana mengangguk.
"Luci disana, dan dia...."
"Bersama Amar." tebak Wisnu karena sejak tadi Alana tidak menyebutkan nama pria yang bersama Luci.
Alana menggeleng, "Bukan Amar." jawabnya.
"Yakin?" tanya Wisnu.
Jika itu Amar, Wisnu akan menangkap basah laki-laki yang masih saja meneror adiknya itu. Wisnu terkadang tidak habis pikir, apa yang Amar inginkan dengan kembali bertunangan dengan adiknya yang jelas tidak bisa memuaskan nafsu Amar yang besar itu.
"Yakin, karena yang bersama Luci itu papa Arka." jawab Alana.
"Abimana?" tanya Wisnu tidak percaya.
__ADS_1
Alana kembali menggeleng, "Bukan Bang." jawab Alana, "Tapi Aditya." ucap Alana lagi setelah diam sesaat.
"Mereka sudah memiliki hubungan sebelum Luci menikah dengan Arman. Arman dan Aditya itu bersahabat, tapi Luci...."
Alana tidak melanjutkan ucapannya. Dia pusing sendiri dengan fakta yang baru dia ketahui tentang Luci. Alana mengenal Luci sebagai istri yang baik. Rasanya tidak percaya kalau Luci bercinta dengan Aditya, disini. Disaat wanita itu sedang menghabiskan waktu bersama suami dan yang lainnya. Asistenya itu menghilang dan bercinta dengan sahabat suaminya sendiri.
"Al tidak berani memberitahu Arman.." ucap Alana lagi.
Wisnu hanya diam. Dia bukan tipe orang yang suka mengurusi masalah orang lain. Apa lagi masalah perselingkuhan seperti ini. Wisnu tahu seperti apa Arman diluar sana, pria itu suka bermain wanita. Jadi, apa yang dilakukan Luci mungkin hanya balas dendam.
"Jangan terlalu ikut campur urusan rumah tangga orang lain sayang." ucap Wisnu sambil meraih tangan Alana dan menggenggamnya.
"Iya Bang, Al paham." jawab Alana.
Wisnu tersenyum, "Ayo kita kembali, Arka pasti mencari kita." ucap Wisnu mengingatkan Alana.
Suasana canda tawa terdengar jelas saat Alana dan Wisnu kembali berkumpul bersama keluarga dan karyawan butik Alana. Tampak Arman juga sudah kembali bergabung disana tanpa Luci.
"Sepertinya Luci masih menghabiskan waktu bersama Aditya." ucap Alana didalam hati.
"Kamu dari mana Al?" tanya Ratna yang baru saja duduk disamping adik iparnya itu.
"Aku tadi Ke toilet Mbak. Terus tersesat, salah jalan waktu mau balik ke tempat ini." jawab Alana.
Ibu Arkana itu menahan diri untuk tidak membicarakan aib Luci. Wisnu meminta Alana untuk menjadi atasan yang bijak. Meskipun mengetahui hal buruk karyawannya, Alanan tidak berhak menghakimi karyawannya tersebut selama tidak mengganggu pekerjaannya di butik.
"Kamu nggak macam-mecam, kan sama Wisnu?" tanya Ratna lagi.
"Nggak lah, cukup satu macam saja."
Bukan Alana yang menjawab, melainkan Wisnu, membuat Ratna mendelik, "Jangan aneh-aneh. belum sah." balas Ratna.
"Yang mikir aneh-aneh disini tuh siapa?" sahut Wisnu.
"Memangnya aku nggak tahu otak laki-laki dewasa." balas Ratna.
__ADS_1
Wisnu mengabaikan ucapan Ratna yang bisa panjang kalau terus dilayani. Jadi dia beralih pada Alana, "Yang, Abang mau bawa Arka bersih-bersih." ucap Wisnu memberitahu tujuannya menghampiri Alana.
"Biar Al aja, Bang." jawab Alana.
"Abang saja. Kamu tersesat lagi nanti." balas Wisnu membuat Alana terkekeh mendengar sindiran calon suaminya itu. Wisnu pasti mendengar jawabanya yang dia sampaikan pada Ratna.
Selepas Wisnu pergi, Alana menangkap sosok Luci yang tampak segar berjalan kearah mereka.
"Ck, dia pasti sudah mandi untuk membersihkan diri terlebih dulu." gumam Alana yang terdengar oleh Ratna.
"Maksud kamu Luci, Al," tanya Ratna.
Alana mengangguk lalu menghembuskan nafas kasar. Wisnu memintanya untuk bersikap profesional pada Luci. Tapi, Alana sulit menyembunyikan kemarahannya yang merasa tertipu dan dibodohi wanita itu.
***
Setelah mandi dan kembali mengenakan pakaiannya, Luci pamit pada Aditya untuk kembali menemui Arman dan Alana.
"Pergilah! Aku menginap disini." ucap Aditya memberitahu Luci.
Luci terkekeh, dia tahu maksud Aditya memberitahunya akan hal itu. Aditya masih ingin mereka bersama. Jika Luci masih menginginkan apa yang tadi mereka lakukan, dia bisa kembali ke tempat ini.
"Aku mengerti sayang. Kau selalu saja tidak puas jika tidak satu hari satu malam." balas Luci mengecup bibir Aditya sekilas.
"Kau membuatnya bangkit lagi Luci." ucap Aditya menarik kembali Luci untuk duduk dipangkuannya.
"Hanya bersamamu, Yang, aku seperti ini. Dia menemukan sarangnya kembali." balas Aditya sambil melihat senjatanya yang diduduki oleh Luci.
Luci wanita pertama yang Aditya jamah, dia tidak akan lupa. Dan saat Luci lebih memilih Arman dan menikah dengan pria itu, Aditya tidak lagi menyentuh Luci. Tak lama berselang, Aditya bertemu Alana yang saat itu akan menjadi calon kakak iparnya. Sejak itulah wanita yang Aditya inginkan adalah Alana.
Saat Cintia datang menawarkan diri, Aditya selalu menganggap Cintia adalah Alana saat mereka berhubungan. Sampai ide gila memperkosa Alana pun terbesit di pikiran Aditya membuat Arkana terlahir di dunia ini. Khusus untuk Alana malam itu, Aditya tidak menggunakan pengaman. Dia sengaja untuk membuat Alana hamil karena Abimana tidak bisa memiliki keturunan.
Begitu kembali bertemu Luci, Aditya jadi ingin mengulang masa indah mereka. Apa lagi setelah tahu wanita yang dulu pernah dia cintai itu diabaikan oleh Arman. Aditya tahu secara tidak sengaja dari Abimana, saat mereka bertemu dikediaman orang tua mereka.
...🌿🌿🌿...
__ADS_1
...Ananku Ternyata Bukan Anak Suamiku ...