
Hari ini sidang putusan cerai Abimana dan Alana. Ibu satu anak itu harap-harap cemas, dikabulkan gugatannya atau tidak. Meski Rendi sudah berkali-kali meyakinkan Alana, bahwa gugatan adiknya itu akan dikabulkan hakim.
Ditemani Dirga dan Kinara, Alana menghadiri persidangannya hari ini. Sementara Rendi tidak bisa menemani Alana. Hari ini Rendi juga menghadiri sidang pertama perceraiannya.
Dari kejauhan, Abimana terlihat datang seorang diri. Ajeng dan Wijaya yang biasanya menemani pria itu tidak terlihat. Abimana sudah pasrah dengan apa yang akan diputuskan hakim. Dia tidak ingin lagi menyakiti Alana, meski dihatinya nama Alana tidak akan pernah terganti.
"Al." sapa Abimana begitu dia sudah berdiri di dekat Alana.
Alana hanya tersenyum menjawab sapaan Abimana. Dan hal yang tidak Alana duga, Abimana tiba-tiba saja menarik tubuhnya masuk kedalam pelukan pria itu.
"Al, maaf." ucap Abimana lirih.
Alana masih saja diam. Hangat, pelukan Abimana masih terasa hangat untuk Alana. Jujur didalam hatinya, jika saja dulu Abimana tidak mengabaikannya, Alana mungkin masih akan bertahan dengan rumah tangga mereka.
Sikap Abimana yang tidak tegas dan tidak mempercayai dirinya, itulah yang membuat Alana akhirnya memilih berpisah. Bagi Alana kepercayaan adalah pondasi kokohnya sebuah hubungan. Jika sudah tidak ada saling percaya, bagaimana mereka membangun rumah tangga untuk kedepannya.
Alana mendorong tubuh Abimana untuk melepaskan pelukannya. Wajah Rachel tiba-tiba saja terlintas dalam ingatan Alana dan itu membuatnya menjadi tidak nyaman lagi berada dalam pelukan Abimana.
Akhirnya Alana menemukan jawaban keraguan yang menyelimuti hatinya akhir-akhir ini. Hampir saja dia luluh dengan pelukan yang diberikan Abimana. Sayangnya kehangatan pelukan pria yang membuatnya nyaman itu hanya sesaat Alana rasakan, setelahnya ada rasa dingin yang menjalar yang mendorong Alana untuk melepaskan pelukan itu.
"Sebentar saja Al." pinta Abimana agar Alana jangan melepaskan pelukannya.
"Ini mungkin akan menjadi pelukan terakhir yang bisa Mas rasakan, Al." ucap Abimana, memberikan alasannya.
Menuruti keinginan Abimana, Alana membiarkan pria yang pernah membuat hari-harinya ini indah memeluknya. Abimana bahkan mengeratkan pelukan mereka. Karena setelah kata cerai diputuskan pengadilan, Abimana tidak bisa lagi menyentuh Alana seperti ini.
"Maafkan Mas, sayang. Maafkan." Abimana terus menggumakan kata itu selama dia memeluk Alana. Tidak ada kata yang bisa dia ucapkan selain kata maaf.
Dari kejauhan, Ajeng menitikkan air mata. Bukan hanya Abimana yang akan kehilangan Alana, dirinya pun merasakan hal yang sama.
__ADS_1
"Semua akan baik-baik saja setelah ini Bun." bisik Wijaya.
Pria paruh baya itu sudah membuat rencana. Dia akan mengirim Abimana mengurus perusahaan mereka yang ada di luar negeri. Disana, Wijaya sudah menghubungi dokter terbaik untuk menyembuhkan Abimana. Untuk Rachel, Wijaya memang sudah menyerahkan wanita itu pafa Rendi untuk mendapatkan hukumannya. Tapi dia tidak akan lepas begitu saja.
Rachel dan Cintia, dua wanita itu yang membuat kehidupan kedua putranya menjadi hancur seperti ini. Wijaya sudah menyelidiki kejahatan dua wanita itu dan dia akan memberikan pelajaran pada keduanya lewat Rendi yang juga menaruh dendam pada Cintia dan Rachel.
Tidak hanya Ajeng yang menagis, Kinara pun sama. Dia menangisi hidup Alana yang selalu gagal dalam cinta. Dulu dia berpikir hanya dirinya yang merana akan cinta saat melihat kebahagiaan rumah tangga Alana dan Abimana. Tapi siapa sangka, kebahagiaan itu hancur seketika dan menghancurkan banyak hati.
"Sayang." tegur Dirga pada Kinara. Dia tidak ingin kekasihnya menunjukkan kesedihannya dihadapan Alana. Mereka harus menjadi penguat bagi Ibu satu anak itu.
Wisnu yang baru saja tiba di pengadilan segera membuang muka. Rasanya tidak terima Alana dipeluk erat oleh pria lain yang memang masih memiliki hak pada wanita yang dicintainya itu.
"Ini untuk terakhir kalinya Nu." ucap Sandra yang tahu perasaan cucunya.
Sandra sengaja ikut menghadiri sidang hari ini. Dia ingin bertemu dengan calon cucu menantunya dan juga ingin memberitahu Alana jika dia merestui hubungan Wisnu dan Alana.
Abimana mengurai pelukannya pada Alana setelah puas menghirup aroma tubuh Alana yang selalu bisa memberikannya ketenangan.
Alana memalingkan wajahnya. Dia tidak ingin menitikkan air mata lagi hari ini. Kata-kata Abimana terdengar sangat menyakitkan bagi Alana. Hari-hari yang indah itu kini terasa menyakitkan jika diingat.
Alana berjalan menjauh, tanpa berpamitan pada Abimana. Dirga dan Kinara mengikutinya dari belakang disusul Wisnu dan Sandra.
Abimana menatap punggung yang semakin menjauh itu sampai sebuah tepukan dibahu menyadarkannya.
"Ayo, sidang akan segera dimulai." ucap Wijaya mengajak putranya itu.
Abimana berjalan didampingi Wijaya dan Ambar. Masuk ke ruang sidang Alana sudah duduk dikursi depan tempat yang sudah di siapkan untuknya.
"Duduklah." ucap Wijaya pada Abimana untuk duduk di kursi kosong yang ada disamping Alana.
__ADS_1
Duduk bersisian tidak membuat Alana berpaling sedikitpun untuk melihat Abimana. Sangat berbeda dengan Abimana. Pria itu masih saja menatap Alana penuh cinta meski hanya dari samping.
Hakim sudah memasuki ruagan, pertanda sidang sebentar lagi akan dimulai. Alana meremas erat tangannya, mencoba menenangkan debaran jantungnya untuk menunggu keputusan hakim.
Jantung Alana semakin cepat berpacu di detik-detik hakim membacakan putusan. Dan jantungnya seakan berhenti berdetak saat hakim memutuskan dia dan Abimana resmi becerai. Semua yang menjadi tuntutan Alana pun di kabulkan hakim.
Abimana tersenyum, dia memang menyerah pada akhirnya dan meminta hakim untuk memenuhi semua keinginan Alana. Ini semua Abimana lakukan untuk kebahagiaan wanita yang dicintainya meskipun sangat berat untuknya.
Abimana menyetujui permintaan Wijaya untuk mengurus perusahaan mereka di luar negeri sambil menjalankan pengobatan. Apalagi Rachel ketahuan berbohong tentang Camelia yang diakuinya sebagai anak dari Abimana.
Semua itu hanya rencana buruk yang disusun Rachel bersama Cintia dan Amel. Abimana baru mengetahui jika yang memberikan ide pada Aditya untuk meniduri Alana adalah Rachel. Sungguh keterlaluan memang wanita itu.
Abimana sudah menyiapkan sesuatu untuk membalas wanita itu. Tinggal menunggu waktu saja, maka Rachel akan menerima yang seharusnya wanita itu dapatkan. Sungguh Abimana sangat menyesal pernah mengenal dan dekat dengan wanita itu. Sayangnya, penyesalan selalu hadir diakhir cerita.
Tidak perlu menunggu pembalasan dari Abimana, Rachel sekarangpun sudah mendapat balasannya dari Rendi. Bukan hanya Rachel, Cintia pun sama. Keduanya berada dalam pengawasan Rendi.
Sementara Amel, masih Rendi bebaskan sampai putusan cerai mereka diputuskan. Hari ini sidang pertama dan masih tahap mediasi.
Amel masih bertahan untuk tidak bercerai. Dia akan melepaskan Rendi setelah rencananya dan kekasihnya berhasil. Sayangnya Amel tidak tahu dengan nasib kedua sahabatnya sekarang dan juga statusnya sebagai istri kedua Rendi.
Wanita itu masih bicara dengan sombong dan tetap ingin mengatur kehidupan Rendi seperti sebelumnya. Rendi menanggapinya dengan santai saat ini. Bukti kuat perselingkuhan Amel sudah dia serahkan tanpa wanita itu ketahui.
Tidak butuh waktu lama proses perceraian Rendi dan Amel. Dua minggu kemudian, keduanya resmi bercerai.
Alana menghampiri Amel, "Selamat merasakan menjadi janda." ucap Alana membalas perkataan Amel dua minggu yang lalu, setelah putusan cerai Abimana dan Alana diputuskan.
"Kau." ucap Amel geram karena Alana sekarang berani melawanya.
Alana hanya terkekeh lalu berlalu dari hadapan Amel. Dia akan mendukung semua yang Rendi akan lakukan untuk membalas setiap kejahatan yang wanita itu lakukan. Setelah di selidiki, ternyata Amel adalah tokoh yang menghancurkan hari pertunangan Alana malam itu.
__ADS_1
...🌿🌿🌿...
...Ananku Ternyata Bukan Anak Suamiku ...